Idris-Pradi Silaturahmi Bareng Warga

In Utama

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Suasana hangat penuh keakraban terpancar di lingkungan kediaman pribadi Walikota Depok, Mohammad Idris di bilangan Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Cilodong. Setelah melaksanakan salat Idul Fitri, ratusan warga Kota Depok berbondong-bondong datang ke rumah Walikota Depok untuk bersilaturahmi dalam rangka open house Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah.

Selain masyarakat umum, sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Depok turut hadir di acara tersebut. Mereka silih berganti datang untuk bersilaturahmi dengan Wali Kota Depok dan keluarganya.

Dalam acara open house ini, Mohammad Idris beserta keluarga menyediakan tenda besar lengkap dengan kursi dan meja yang dibalut kain putih di halaman rumahnya. Selain itu, disediakan pula berbagai hidangan untuk menyambut masyarakat dan ASN seperti bakso, siomay, dan lainnya.

“Open house ini memang diadakan setiap tahun dengan mengundang masyarakat, untuk saling memaafkan dan mendoakan,” tutur Idris di sela-sela acara, Rabu (05/06) lalu.

Idris mengatakan, makna Ramadan baginya adalah peningkatakan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berimplikasikan pada produktifitas para abdi masyarakat di Kota Depok.

“Dengan Ramadan ini kita akan diuji, apakah kami tanamkan ketakwaan ini dalam hal pemberian pelayanan yang baik kepada warga Depok. Sebab semangat Ramadan ini sejalan dengan visi Kota Depok yang unggul, nyaman, dan religius,” katanya.

Dalam momen Lebaran ini, dia  ingin masyarakat bisa lebih meningkatkan kualias spiritualitas baik pemahaman terhadap agama serta pengamalannya dalam kehidupan sehari–hari agar bisa membawa manfaat bagi sesama.

“Jika pemahaman agamanya baik maka pengamalannya akan terasa moderat dan bisa diterima oleh seluruh orang sehingga perbedaan di masyarakat bisa di redam. Sebab semua agama pasti membawa kebaikan utamanya dalam hal sosial,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, tingkat toleransi di Kota Depok masih sangat baik. Hal ini dikatakannya berdasarkan survey yang pernah di lakukannya pada tahun 2017 dan 2018 dengan menggandeng Universitas Indonesia.

“Tahun 2017 dan 2018 kita pernah buat survey mengenai tingkat toleransi di Kota Depok dan hasilnya sangat baik. Walaupun pada tahun 2017 kita mendapatkan hasil ada dua Kecamatan di Kota Depok yang memiliki tingkat kerawanan toleransi cukup tinggi. Jika sedikit saja isu yang berkaitan dengan agama di munculkan, maka tingkat kerawanannya akan sangat tinggi,” bebernya.

Meski demikian, pihaknya mengaku terus berupaya untuk meredam segala gejolak maupun gesekan yang dapat merusak kondusifitas kehidupan bermasayarakat di Kota Depok lewat lembaga yang ada di Kota Belimbing ini.

“Tentunya kita terus menjaga agar kehidupan beragama warga Depok tetap kondusif lewat peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB),” tambahnya.

Ketika disinggung mengenai kemungkinan akan datangnya kaum urban ke Depok pasca Lebaran ini, Idris mengatakan pihaknya akan terus melakukan operasi yustisi setiap tahunnya. Selain itu dia mengaku sudah mengimbau kepada masyarakat yang mudik untuk tidak membawa sanak saudaranya di kampung ke Depok.

“Waktu saya melepas pemudik di Terminal Jatijajar kemarin saya katakan kepada pemudik, ibu, kalau mudik berdua sama suami ke kampung balik ke Depok lagi jangan bertiga apa lagi berempat. Hal itu saya jadikan isyarat kepada mereka karena kami selaku pemerintah tidak bisa melarang mereka untuk datang ke sini,” lanjutnya.

Menurutnya, kedatangan penduduk yang tidak terorganisir dengan baik dapat menimbulkan dampak negatif bagi Kota Depok seperti peningkatkan pengangguran serta peningkatan angka kriminalitas.

“Kalau banyak pendatang tanpa adanya pemberdayaan bisa bahaya, bonus demografi akan menjadi petaka,” ujarnya.

Idris mengakui Depok merupakan kota yang seksi mengingat lokasinya berada di tengah metropolitan di antara kota lain di Jabodetabek sehingga banyaknya pendatang tak dapat dibendung.

“Depok memang dikenal menjadi kota singgah sehingga banyak orang dari berbagai daerah singgah di sini jadi tidak heran bila banyak didapati pelaku kriminal di Kota Ini seperti teroris –terosi yang tertangkap kemarin di Cilodong yang sifatnya hanya singgah bukan untuk melakukan aksinya di sini,” tuturnya.

Untuk mengatasi banyaknya pendatang yang belum memiliki keahlian ke Kota Depok, Idris akan mengusulkan pembuatan lahan Balai Latihan Kerja (BLKC) pada tahun 2020 mendatang agar bonus demografi Kota Depok bisa dimaksimalkan baik dari segi kualitas dan kuantitas.

“Kita akan buat banyak bengkel – bengkel untuk melatih warga Depok yang belum mempunyai keahlian dan pekerjaan,” imbuhnya.

Sementara itu, tampak pula anggota Asosiasi Pendeta Indonesia Kota Depok datang bersilaturahmi ke kediaman Idris. Ketua Asosiasi Pendeta Indonesia Kota Depok, Samuel mengatakan tingkat kerukunan beragama di Kota Depok sangat bagus.

“Kerukunan antar umat beragama sangat kondusif, saya mengapresiasi Pemerintah Kota Depok yang bisa mengayomi kami sehingga bisa melaksanakan kegiatan keagamaan dengan baik,” tandasnya.

Terpisah, momentum Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah juga dimanfaatkan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, untuk lebih dekat dengan masyarakat. Karena itu, di hari pertama Lebaran, dirinya mengundang warga Depok untuk menghadiri Open House Idulfitri di kediamannya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sekitar pukul 09.30 WIB di Jalan KH. M. Usman Gang Wali, Kelurahan Kukusan, Kecamatan Beji.    “Kegiatan ini digelar guna lebih mendekatkan diri kepada masyarakat. Karena kalau hari-hari biasa terkendala aktivitas lain atau jam kerja,” kata Pradi, Rabu (05/06).

Open House ini lanjut Pradi, bisa memanfaatkannya dengan mendengar aspirasi warganya. Termasuk, saling memaafkan apabila ada kesalahan. Di tempat yang sama, istri Wakil Walikota Depok, Martha Catur Wurihandini menambahkan, kegiatan Open House itu diadakan selama dua hari. Selain digunakan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, Open House juga dimanfaatkannya sebagai media menjalin silaturahmi bersama keluarga besar.

“Seringkali dengan keluarga besar jarang bertemu. Melalui kegiatan itu, kami mencoba menyambung kembali tali silaturahmi. Meskipun acaranya sederhana mudah-mudahan penuh keberkahan,” jelas Bunda Martha, sapaan akrabnya. (dra/**)

You may also read!

Dapat Bisikan Misterius, Painah Loncat dari Jembatan Juanda Depok

BUNUH DIRI : Paniah yang mencoba bunuh diri dengan melompat dari jembatan di Jalan Juanda,

Read More...

Ratusan Pesilat Adu Jurus di Cimanggis Cup

BERTANDING : Dua orang pesilat sedang bertarung di Gelanggang A pada Kejuaraan Silat Cimanggis Cup

Read More...

2020 sampai 5 Tahun Kedepan Ada Formula E di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengendarai sepeda di konvoi mobil listrik di Bundaran Hotel Indonesia,

Read More...

Mobile Sliding Menu