Dari Tari Merak Sunda hingga Bhineka Tunggal Ika

In Utama

RADARDEPOK.COM – Siapa tak kenal dengan sanggar tari dan musik Ayodya Pala? Warga hingga seniman di Kota Depok tentunya mengenal keberadaan sanggar ini. Ya, sanggar ini dikenal memiliki berbagai macam prestasi di tingkat regional, nasional, bahkan internasional. Atas prestasi yang kerap diraih tersebut, Ayodya Pala akan mewakili Indonesia membawakan misi kebudayaan yang akan dipentaskan di negeri tirai bambu, China.

Laporan: Muhammad Agung HR – Depok

 Keriuhan sempat terjadi di Lantai 3 D’Mall, pada Rabu (12/6) sekitar pukul 19.30. Ternyata di tempat tersebut sedang berlangsung gelar pamit yang ditunjukkan oleh para penari dari sanggar Ayodya Pala dengan memperlihatkan sejumlah tarian tradisional kepada para pengunjung mall.

Sanggar Ayodya Pala yang terletak di Ruko D’Mall Depok Blok A Jalan Raya Margonda ini, memberangkatkan para penari dan nantinya akan mempromosikan kebudayaan Indonesia di tiga kota di China, mulai dari Foshan, Huadu, dan Zhuhai, pada 16-22 Juni 2019. Dalam giat gelar pamit tersebut para penari sempat berfoto bersama dengan membentangkan bendera merah putih berukuran besar.

Pendiri Sanggar Ayodya Pala, Baas Cichno Sueko menyebutkan, sejumlah tarian yang akan di bawakan pada Misi Budaya di China, di antaranya Tari Sancoyo Kusumowicitro, Tari Lenggang Nyai, Tari Merak Sunda, Tari Rantak, Tari Enggang, Tari Mambo Simbo, Tari Kreasi Janger Bali, dan Tari Bhineka Tunggal Ika.

Setiap tarian memiliki arti masing-masing. Misalnya Tari Sancoyo Kusumowicitro. Tarian ini menggambarkan pertempuran dua raja dalam kisah Wayang Madya. Kedua raja itu adalah Prabu Sancaya dari kerajaan Nusarukmi dan Prabu Kusumawicitra dari kerajaan Mamenang (Kediri). “Pertempuran dimenangkan oleh Prabu Kusumawicitra (juga dikenal sebagai Sri Aji Pamasa, tokoh dalam kisah Wretta Sancaya oleh Empu Tanakung di era Majapahit,” ucap Baas kepada Radar Depok.

Ada pula tari Lenggang Nyai. Tarian tradisional ini terinspirasi oleh kisah perjuangan Nyai Dasimah dalam memperjuangkan kebebasannya. Gerakan dalam tarian ini melambangkan semangat dan ketangkasan Nyai Dasimah. Dalam pertunjukan itu, penari menari dengan gerakan lincah yang menggambarkan kegembiraan dan flesibilitas gadis Betawi. Kelincahan ini bisa dilihat dari gerakan para penari yang bergerak cepat tetapi tetap selaras dengan musik. Beberapa gerakan juga menggambarkan kebingungan Nyai Dasimah ketika membuat keputusan untuk memilih teman hidupnya.

Selain itu, para penari juga akan membawakan tarian Merak Sunda. Tarian merak adalah tarian khas yang berasal dari provinsi Jawa Barat. Jenis tarian ini menampilkan kreasi baru yang mengekspresikan kehidupan seekor merak. Gerakan tari merak diambil dari perilaku burung merak.

“Tarian ini adalah aplikasi dari kehidupan (perilaku) seekor merak. Lebih tepatnya gerakan tarian ini diambil dari perilaku burung merak jantan ketika mereka ingin menarik burung merak betina. Sebuah gerakan merak jantan ketika menunjukkan keindahan bulu ekornya,” tuturnya.

Yang menarik lagi, penari akan membawakan tarian Bhineka Tunggal Ika. Diketahui, Bhineka Tunggal Ika adalah slogan khas Indonesia yang memiliki arti kesatuan dalam keanekaragaman. Karena itu, tarian ini menggambarkan betapa indah dan suka Indonesia. Terdiri dari ribuan pulau dan berbagai kelompok etnis, suku, dan juga seni dan budaya.

“Tarian ini mewakili beberapa provinsi di Indonesia dan menunjukkan keindahan dan keunikan masing-masing,” ungkap Baas.

Sementara itu, Pimpinan Sanggar Ayodya Pala, Budi Agustinah menambahkan, berdasarkan surat dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Guangzhou, rombongan sanggar Ayodya Pala yang akan ke China, terdiri dari 17 orang.

Yaitu Dwipa Amboro Bima Cipta (Official), Denta Mandra Pradipta (Group Leader), serta 15 penari yakni Alfida Dewi Rainisa, Mutiara Dinarita Putri Kalila, Khansa Surya Putri, Hana Kamiliya Khalidah, Rizqina Andita Fawzia, Pendar Ayu Kinasih Prakoso, Pelangi Rashifa Belanesia, Haffiya Asistyanti Hartono, Lisa Nur Awliya, Nadenggan, Tri Hasnawati Alfiani, Roza Della Valday Prastya, Aurelia Aisya Wisnu, Sindi Niyatasista Pratita, dan Nastiti Harini.

“Rombongan Ayodya Pala bakal mengikuti sejumlah rangkaian acara sejak setibanya di Guanzhou, Sabtu (15/6) malam. Kemudian pada Minggu (16/6) pagi mereka akan menempuh perjalanan menuju Foshan, dan siangnya Indonesian Cultural Show,” ucap Etin—sapaan Budi Agustinah—kepada Radar Depok.

Lalu Senin (17/6) mengisi Cultural Program di Foshan, dilanjutkan Selasa (18/6) Cultural Program di Guangzhou. Sementara pada Rabu (19/6) pagi perjalanan menuju kota Huadu, dan sorenya Indonesian Cultural Show. Agenda tersebut akan berlangsung hingga Minggu (23/6), serta akan kembali ke Indonesia pada Senin (24/6).

Sementara itu, Konsul Penerangan dan Sosial Budaya KJRI Guangzhou, Siti Hajar Hapsari mengatakan, pihaknya akan menyelenggarakan kegiatan promosi Indonesia pada 16-22 Juni 2019. Kegiatan promosi seni budaya akan diadakan di kota Foshan, Huadu, dan Zhuhai, bertepatan dengan acara HUT Ke-30 Serikat Disapora Indonesia.

“Kami mengundang sanggar seni Ayodya Pala dalam bentuk pengiriman tim kesenian. Dan kami yakin Ayodya Pala dapat mewakili Indonesia pada kegiatan tersebut,” harap Hapsari. (*)

You may also read!

PKB Bentuk Poros Empat

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Menghadapi Pilkada Kota Depok banyak partai yang ingin menunjukkan eksistensinya, dan menunjuk calon sendiri. DPC PKB Kota Depok

Read More...

Disdik Jabar Evaluasi PPDB

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Semrawutnya pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Kota Depok, jadi sorotan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa

Read More...

Elly Farida Harapkan Boponter Juara

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kelurahan Bojong Pondok Terong (Boponter) yang masuk tiga besar dalam Lomba Kinerja dan Inovasi Kelurahan Tingkat

Read More...

Mobile Sliding Menu