Ayodya Pala Raih Sertifikat CID Unesco

In Pendidikan

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pada HUT Ke-39 sanggar Ayodya Pala mendapatkan kado istimewa. Yakni berupa sertifikat resmi menjadi anggota Council Dance International (CID) Unesco, dengan nomor keanggotaan 26619.

Tidak hanya itu, Ayodya Pala juga mendapatkan bantuan APBN 2019 sebesar Rp3 miliar yang dikucurkan melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia. Pimpinan Sanggar Ayodya Pala, Budi Agustinah menyebutkan, CID merupakan organisasi payung bagi semua bentuk tarian di dunia non pemerintah internasional nirlaba, yang didirikan pada 1973 di dalam Unesco.

“Ini berbasis di Paris, Perancis di markas Unesco. Sedangkan bantuan hibah dari Bekraf Indonesia untuk revitalisasi pembangunan gedung sanggarnya di Jalan Melati Kelurahan Depok Jaya, Pancoranmas,” ungkap Etin—biasa Budi Agustinah—disapa.

Senada, Pendiri Sanggar Ayodya Pala, Baas Cichno Sueko menambahkan, sebelumnya pihak CID Paris menginformasikan agar Ayodya Pala menyiapkan berkas administrasi untuk diproses menjadi anggotanya. Hal tersebut merupakan hasil dari pengamatan CID yang dilakukan disejumlah negara di Asia.

“Di Indonesia ada dua sanggar yang diamati dan diproses CID untuk menjadi anggotanya. Namun, hanya Ayodya Pala yang lolos proses dan menjadi anggota nomor 26619,” terang Baas kepada Radar Depok.

Sementara bantuan dari Bekraf bakal dikucurkan dan langsung pelaksanaan pembangunannya. Termasuk dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang kegiatan di sanggar Ayodya Pala.

“Pengerjaan dilakukan di Juni ini. Bantuan dikucurkan dan pelaksanaan pembangunannya dilakukan Bekraf. Ayodya Pala hanya menerima fisiknya saja,” pungkas Baas. (gun)

You may also read!

Jawaban Jokowi Tentang Gerindra dan Demokrat di Kabinet

Prabowo dan Joko Widodo.   JAKARTA - Beredarnya kabar peluang bergabungnya Partai Gerindra dan Demokrat ke kabinet

Read More...

Larangan Unjuk Rasa Saat Pelantikan Dianggap Tidak Biasa

BENTROK : Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya turun ke jalan untuk menolak UU KPK

Read More...

Ekor Kepala

      Oleh: Dahlan Iskan   UMURNYA baru 13 tahun. Ia harus ditangkap. Ditahan. Diadili. Tuduhannya: melawan petugas negara. Tepatnya: melawan polisi --mencoret-coret.

Read More...

Mobile Sliding Menu