Terinspirasi Kehidupan ART, Meniti Sejak 2009

In Metropolis
MENITIKARIR : Marketing Director Recycle Solution, Serly Susanti saat ditemui diruang kerjanya Recycle Solution, Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, kemarin. Foto: DICKY/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Mungkin sebagian orang menganggap sampah tidak bermanfaat. Namun tidak bagi Serly Susanti, yang berjuang dan meniti karir dengan mengumpulkan barang bekas pakai. Sampai-sampai mendirikan Recycle Solution.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

Sekilas dari gudang yang memiliki luas sekitar 1.500 meter tampak biasa. Namun, setelah memasuki gudang yang berada di Jalan Raya Ciputat–Parung, Kelurahan Curug, Bojongsari. Terlihat tumpukan kardus yang telah dikemas secara rapi dan siap untuk didaur ulang kembali.

Ditemui disalah satu ruangan gudang, Marketing Director Recycle Solution, Serly Susanti mengatakan, membangun Recyle Solution tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menurutnya, untuk mencapai kesuksesan seperti sekarang, harus meniti secara perlahan dan butuh perjuangan serta kesabaran dalam menjalankan usaha.

“Awalnya saya tidak terpikir bahwa sampah seperti barang bekas memiliki nilai harga,” ujar perempuan berhijab tersebut.

Duduk sambil ditemani seorang pegawai, Serly mengungkapkan, kisah kehidupan asisten rumah tangga (ART) menjadi motivasinya membangun Recyle Solution. Saat itu, asisten rumah tangga memiliki suami yang bekerja sebagai pemulung sampah, untuk dijual kembali kepada pengepul. Dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan hidup. Setiap dia berikan barang bekas pakai atau sampah kardus, asistennya tampak sumringah dan selalu senang. Disaat itulah bahwa barang bekas atau kardus memiliki nilai jual yang tinggi.

Tidak sampai disitu, Serly semakin bersemangat. Saat dia melihat pengepul barang bekas tidak jauh dari rumah orang tuanya, yang mendapatkan keuntungan. Sehingga dia mendapatkan rekomendasi untuk melakukan hal yang sama. Dengan langkah percaya diri, Serly mencoba membangun Recyle Solution pada 10 Oktober 2009.

“Awalnya saya hanya mengantongi modal sebesar Rp6 juta, untuk membangun gubuk tempat mengumpulkan barang bekas,” terang Serly.

Perempuan yang sebelumnya ibu rumah tangga tersebut menuturkan, untuk mendapatkan barang. Pihaknya mencari konsumen dari rumah kerumah dengan mengumpulkan barang bekas yang memiliki nilai jual, seperti kardus, besi, almunium, dan sejumlah barang lainnya. Secara perlahan, Serly mulai membuka iklan atau memasang website dengan memasang jasanya sebagai pengumpul, dan penjual barang bekas.

“Alhamdulillah berkah buat saya usaha dapat terus berjalan hingga sekarang,” ucap Serly. (bersambung)

You may also read!

Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya antar Provinsi se-Jawa Siap Digulirkan

      Oleh: Supartono JW*) Pengamat Pendidikan Sepak Bola Nasional   Festival Sepak Bola antar Provinsi se-Jawa, Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya U-8, U-10,

Read More...

Dapat Bisikan Misterius, Painah Loncat dari Jembatan Juanda Depok

BUNUH DIRI : Paniah yang mencoba bunuh diri dengan melompat dari jembatan di Jalan Juanda,

Read More...

Ratusan Pesilat Adu Jurus di Cimanggis Cup

BERTANDING : Dua orang pesilat sedang bertarung di Gelanggang A pada Kejuaraan Silat Cimanggis Cup

Read More...

Mobile Sliding Menu