Tarling di 11 Kecamatan, Sosialisasi Zakat, Serukan Indahnya Ramadan

In Politika

RADARDEPOK.COM – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok menggelar acara safari Ramadan Tarawih Keliling di-11 Kecamatan mulai 10-29 Mei 2019. Upaya tersebut juga dijadikan sebagai ajang silaturahmi dengan warga masyarakat dan mewujudkan Kota religius.

Laporan : Ricky Juliansyah

Setelah terpilih sebagai Ketua PCNU Kota Depok yang berdekatan dengan Bulan Ramadan,  Achmad Solechan langsung tanjap gas untuk mengadakan kegiatan organisasinya sekaligus ajang silaturahmi dirinya di 11 kecamatan yang ada di Kota Depok.

Kegiatan yang dilakukan adalah Tarawih Keliling (Tarling) di 11 Kecamatan kota sejuta maulid, dengan menyertakan pengurus dan Tim dari PCNU Kota Depok. Dalam giat tersebut, tidak hanya diisi mauidzoh hasanah setelah tarawih saja. Namun dalam tarling juga selepas salat ashar diadakan acara sosialisasi pengelolaan zakat dengan narasumber dari tim PCNU Depok.

“Yang ingin kita sampaikan adalah betapa nikmat dan indahnya melaksanakan ibadah ramadan di Kota Depok dan Indonesia. Suasana, tradisi, budaya, masyarakatnya yang hanya bisa dijumpai selama bulan puasa di Kota religius dan Indonesia pada umumnya,” kata Achmad Solechan.

Menurutnya, nikmat berislam di Indonesia adalah washilah perjuangan Auliya (para wali-red) yang dikomandoi Walisongo. Tidak heran, lanjutnya, tradisi menghormati sesepuh, pejuang dan leluhur, atas nikmat beragama Islam dari keturunan.

“Sebagai refleksi diri di bulan ramadan ramadan dan konteks bernegara. Atas ke-Indonesia-an yang sudah kita rengkuh dan mengelola Indonesia harus dijaga. Jangan sampai, mengikuti dan menyerahkan pada orang yang teriak-teriak atas nama agama tapi untuk kepentingannya sendiri,”terangnya.

Dirinya mengungkapkan, pesan damai di bulan ramadan adalah bagaimana menyadari Islam di Depok dan Indonesia memiliki keistimewaan serta keindahan di bulan puasa. Menurutnya, Tidak ada kesan pelarangan pelaksanaan ibadah oleh Negara.

“Kebebasan ibadah dijamin Negara, kegiatan ramadan tanpa terkecuali. Tidak ada Pemerintah itu mendzolimi dan melakukan penistaan pada umat Islam. Tidak ada atas nama kegiatan Ramadan dilarang Negara. Mau ngaji tengah malam, semalam suntuk dengan pengeras suara, membangunkan sahur meski disekelilingnya warga non muslim tidak ada masalah,” paparnya. (*)

You may also read!

Semarak Dukungan Wali Kota dan Bupati, Bagaimana Nasib Depok United?

  Oleh: Supartono JW*)   Klub-klub sepak bola khususnya di Indonesia tidak akan dapat maju dan berkembang bila stakeholder terkait di wilayah

Read More...

‘Nagabonar’ Diperiksa KPK Terkait Meikarta

PEMERIKSAAN : Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar penuhi panggilan penyidik KPK, Jumat (23/8).

Read More...

Ini 20 Orang yang Lolos Capim KPK, Ada yang dari Internal

ILUSTRASI   JAKARTA - Dari 20 nama yang lolos dari Panitia seleksi calon pimpinan komisi pemberantasan korupsi (Pansel

Read More...

Mobile Sliding Menu