SDN Cipayung 4 Kuatkan Karakter

In Pendidikan

RADARDEPOK.COM, CIPAYUNG – SDN Cipayung 4 di momen Bulan Ramadan mengadakan serangkaian kegiatan keagamaan untuk siswanya. Diantaranya, ada kegiatan pesantren kilat (sanlat) dan santunan untuk siswa yatim dan duafa.

Kepala SDN Cipayung 4, Juanda mengatakan, untuk kegiatan sanlat sudah diadakan sebelumnya, yakni dari tanggal 9-11 Mei 2019, yakni sebelum kegiatan Penilaian Akhir Tahun (PAT) tahun ajaran 2018-2019.

“Kegiatan sanlat diikuti seluruh siswa, dari kelas I – VI, berganti-gantian,” ucapnya kepada Radar Depok.

Juanda menuturkan, usai PAT masih dalam serangkaian kegiatan di Bulan Ramadan, diadakan kegiatan santunan. Dimana, santunannya diberikan kepada siswa yang termasuk yatim, duafa, dan warga sekitaran sekolah yang tidak mampu, dengan jumlah total ada 60 orang.

Mereka diberikan paket sembako, diantaranya beras 2 liter, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kg, susu kental manis 1 kaleng, sirop 1 botol, mi instan empat bungkus, dan teh satu kotak.

“Rinciannya ada 32 anak yatim, 12 anak duafa, dan enam warga sekitaran sekolah yang tidak mampu,” katanya.

Juanda menuturkan, dengan adanya kegiatan sanlat dan santunan adalah kegiatan belajar agama Islam dalam jangka pendek, tetapi diharapkan bisa maksimal dalam menguatkan akhlak dan keimanan siswa.

“Semoga siswa jadi tahu apa yang wajib dalam hal keagamaan, dan larangan syariahnya,” tuturnya. (san)

You may also read!

Semarak Dukungan Wali Kota dan Bupati, Bagaimana Nasib Depok United?

  Oleh: Supartono JW*)   Klub-klub sepak bola khususnya di Indonesia tidak akan dapat maju dan berkembang bila stakeholder terkait di wilayah

Read More...

‘Nagabonar’ Diperiksa KPK Terkait Meikarta

PEMERIKSAAN : Mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar penuhi panggilan penyidik KPK, Jumat (23/8).

Read More...

Ini 20 Orang yang Lolos Capim KPK, Ada yang dari Internal

ILUSTRASI   JAKARTA - Dari 20 nama yang lolos dari Panitia seleksi calon pimpinan komisi pemberantasan korupsi (Pansel

Read More...

Mobile Sliding Menu