Keterbukaan Dalam Kepemimpinan

In Ruang Publik
Muqorobin

RADARDEPOK.COM – Dalam ilmu manajemen seorang pemimpin diibaratkan seperti nakhkoda bagi sebuah kapal atau pilot untuk pesawat terbang. Peran pemimpin sebagai nakhkoda atau pilot tidak hanya sebagai pemberi perintah, tetapi memberi arah gerak-maju sebuah tim dengan menciptakan kondisi keterbukaan dan kesejajaran. Sikap keterbukaan seorang pemimpin menjadi hal yang penting untuk menjalankan fungsi organisasi dan menyelamatkan anggota tim sekalipun dalam kondisi genting.

Semakin terbuka seorang pemimpin semakin mudah anggota tim untuk menyampaikan opini atau masukkannya. Dan inilah akan menjadi modal yang positif untuk tumbuh kembangnya suatu organisasi, masyarakat dan bangsa. Terkait dengan keteladanan sikap keterbukaan seorang pemimpin, khalifah Umar bin Khattab pernah memberikan contoh yang patut diikuti oleh setiap orang dalam kehidupan berorganisasi.

Suatu hari, Khalifah Umar naik ke atas mimbar lalu berpidato di hadapan khalayak ramai.

   “Wahai orang-orang, jangan kalian banyak-banyak dalam memberikan mas kawin kepada istri. Karena mahar Rasulullah SAW dan para sahabatnya sebesar 400 dirham atau di bawah itu. Seandainya memperbanyak mahar bernilai takwa di sisi Allah SWT dan mulia, jangan melampaui mereka. Aku tak pernah melihat ada lelaki yang menyerahkan mahar melebihi 400 dirham.”

Selanjutnya, dalam riwayat lain, khalifah Umar mengancam akan memangkas setiap kelebihan dari mahar itu dan memasukkannya ke baitul mal. Selesai pidato khalifah Umar turun dari mimbar, tiba-tiba seorang perempuan Quraisy berdiri lalu melontarkan protes “Hai Amirul Mu’minin, kau melarang orang-orang memberikan mahar kepada istri-istri mereka lebih dari 400 dirham?“.

Khalifah Umar menjawab “Ya”. Wanita itu kemudian bertanya kembali “Apakah kau tak pernah dengar Allah SWT menurunkan ayat “… kamu telah memberikan kepada seseorang di antara mereka harta yang banyak (sebagai mahar)…” (Q.S:an-Nisa’: 20). Kemudian, protes tersebut disambut hangat oleh kalifah Umar. Ia membaca istighfar dan berujar, “Tiap orang lain lebih paham ketimbang Umar.”

Selanjutnya khalifah Umar kembali ke atas mimbar dan berpidato lagi, “Wahai khalayak, tadi aku larang kalian memberikan mahar kepada istri melebihi 400 dirham. Sekarang silakan siapa pun memberikan harta (sebagai mahar) menurut kehendaknya.” Ucap khalifah Umar.

Ada hal menarik dari kisah tersebut, dalam situasi perdebatan tentang jumlah mas kawin sikap khalifah Umar menggambarkan kepribadian rendah hati, karakter kepemimpinan yang terbuka dan tidak antikritik. Sikap keterbukaannya tidak hanya ditunjukkan dari cara yang santun khalifah Umar sebagai pemimpin dalam menyikapi kritik dari rakyatnya, tetapi tanpa merasa sungkan ia mengakui kekurangannya dan tanpa ragu merevisi isi pidatonya, meski koreksi datang dari seorang perempuan.

Tak dapat dimungkiri, bahwa seorang pemimpin adalah manusia biasa yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Alangkah indahnya, jika setiap pemimpin mau meniru perilaku kepemimpinan khalifah Umar tersebut, dengan terbuka ia mau menerima kritik, masukan dan protes, sebagai bagian untuk menutupi kekurangannya dalam melaksanakan amanah kepemimpinannya.

Terakhir, dalam menghadapi situasi dan kondisi seperti saat ini, kita mungkin tidak membutuhkan sekedar tokoh pemimpin yang cerdas secara intelektual saja. Tetapi juga butuh kepemimpinan yang tampil dengan jujur, rendah hati, santun, terbuka, tidak antikritik dan siap mendengarkan masukan dari orang lain.

Saatnya, momentum Ramadhan dijadikan sebagai bulan latihan untuk menguatkan jiwa dan kepribadian yang terbuka terhadap kritik, untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang melekat dalam diri seorang pemimpin. Itulah salah satu bentuk realisasi dari nilai-nilai yang ditekannya dalam puasa yakni meningkatkan spirit kebaikan dalam setiap dimensi kehidupan, Allah SWT berfirman “…Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya..(Q.S: Al-Baqarah : 184). Wallahu alam Bisshawab. (*)

*)Kepala SMP Avicenna Cinere, Founder Tootie Kidz Center, Pusat Terapi-Edukasi Anak Berkebutuhan Khusus

You may also read!

Demokrat Depok Tolak KLB

RADARDEPOK.COM, DEPOK – DPC Partai Demokrat Kota Depok menolak keras rencana Kongkres Luas Biasa (KLB) yang diusulkan sejumlah pendiri

Read More...

Sebar Hoaks, Pria di Bojongsari Diringkus

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Diduga telah menyebarkan hoaks tentang ‘kasus Kivlan Zen direkayasa aparat’, seorang pria warga Bojongsari berinisial YM

Read More...

Miliki Ragam Barang Kuno, Simpan Borgol Zaman Belanda

RADARDEPOK.COM – Beragam barang kuno dan tergolong langka masih dimiliki H Rosidi yang tersimpan di rumahnya di Kelurahan Duren

Read More...

Mobile Sliding Menu