Kenalkan Demokrasi Semenjak Dini

In Satelit Depok
PENGENALAN : Siswa SD Pemuda Bangsa saat melakukan pengenalan simulasi pencoblosan pemilu, di halaman SD Pemuda Bangsa, di Jalan Boulevard GDC, Kelurahan Jatimulya, Cilodong. Foto: ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Tidak hanya orang dewasa atau yang telah memiliki hak pilih ingin berpartisipasi pada Pemilu 2019. siswa-siswi SD Pemuda Bangsa di Kecamatan Cilodong pun turut mencicipi mekanisme pencoblosan pada pesta demokrasi yang akan dilaksanakan 17 April 2019.

Laporan : Arnet Kelmanutu

Ratusan siswa-siswi SD Pemuda Bangsa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 sangat antusias pagi itu. Mereka sudah seperti orang dewasa yang telah memiliki hak konstitusi di tempat pemungutan suara (TPS).

Tetapi, lantaran mereka belum memiliki hak suara, itu bukan pemungutan suara yang sebenarnya, mereka hanya mengikuti simulasi pencoblosan Pemilu yang dilaksanakan di halaman sekolah mereka.

“Diharapkan melalui Simulasi Pemilu Usia Dini sejak dini, peserta didik sebagai generasi milenial dapat menumbuh kembangkan semangat Bhineka Tunggal Ika, melestarikan Pancasila,” tutur Kepala SD Pemuda Bangsa, Rosalina didampingi Pembina Yayasan Pemuda Bangsa Ekaningsasih Pujiastuti.

Kegiatan tersebut, kata Rosalina, diamanatkan di kurikululm 2013. Simulasi diperkenalkan semenjak dini agar siswa siswi dapat mengetahui tentang Demokrasi, ini menjadi program pembelajaran di sekolahnya.

“Ini dilakukan setiap 5 tahun sekali bersamaan dengan Pemilu sebenarnya,” jelasnya.

Dalam kegiatan satu hari itu seluruh siswa memilih tiga pasang calon presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres) juga memilih 39 calon anggota legislatif (caleg di bilik suara di TPS. Untuk 39 caleg terbagi dalam empat partai masing-masing Partai Melon, Partai Jeruk, Partai Anggur dan Partai Apel. Demikian juga dengan tiga pasang capres dan cawapres masing-maisng diusung oleh Partai Melon, Jeruk dan Anggur.

Lebih jauh, Rosalina menjelaskan bahwa ingin mengajarkan kepada siswa dan siswi bagaimana cara berdemokrasi yang baik dan benar. Kegiatan ini juga masuk dalam Kurikulum 2013 dalam pembentukan Karakter.

“Dalam kegiatan ini pihak KPU dan PPS menyediakan 519 surat suara untuk capres dan cawapres serta 519 surat suara untuk pemilihan caleg. Semua kegiatan itu dilakukan oleh siswa, sedang para guru hanya mengarahkan saja,” ungkapnya.

Ekaningsasih Pujiastuti menambahkan, melalui Simulasi Pemilu Usia Dini diharapkan sejak dini peserta didik di SD Pemuda Bangsa sebagai generasi milenial dapat menumbuh kembangkan semangat Bhineka Tunggal Ika, melestarikan Pancasila, UUD 1945 dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Simulasi Pemilu Usia Dini ini mendapat dukungan dari semua orang tua murid, komite kelas dan komite sekolah yang dipimpin Bapak Kenang Prasetyo Hutomo,” ucapnya. (*)

You may also read!

Poster K3 Akronim Poligami Dicopot

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Setelah ramai pro-kontra secure parking yang ada di kawasan Universitas Indonesia (UI), media sosial kembali dihebohkan

Read More...

53.712 Orang Berebut Bangku UI

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI) untuk semua jenjang dan program pendidikan kembali digelar serentak di

Read More...

Mandiri Bikin Panik Nasabah Depok

RADARDEPOK.COM, DEPOK– Solehudin warga Kecamatan Beji, terkejut melilhat saldo tabungannya di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri SPBU Jalan

Read More...

Mobile Sliding Menu