Dibongkar, Bangun, Dilarang Lagi

In Metropolis
SEMRAWUT : Tampak terlihat jejeran lapak pedagang kaki lima yang berjualan di area car free day kawasan Grand Depok City. Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Setahun lalu tepatnya 15 Juli 2018, ratusan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Grand Depok City dibongkar. Terbaru kemarin, kabarnya Korps Penegak Perda kembali melarang PKL yang biasa membludak saban Minggu itu, dimulai dari 19 Mei 2019. Aksi tegas ini diberlakukan, lantaran telah melanggar Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012.

Kabid Trantibum Pol PP Kota Depok, Ahmad Oting mengatakan, dalam rangka mewujudkan Kota Depok yang nyaman serta menjaga ketentraman dan ketertiban lalu lintas Jalan Raya. Khususnya di ruas Jalan Raya Boulevard Grand Depok City (GDC), PKL tidak diperbolehkan berdagang di ruas Jalan Boulevard.

Ini, kata Oting berdasarkan Peraturan Daerah Kota Depok Nomor 16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum. Pada pasal 14 ayat 1 Tertib Usaha/berjualan berbunyi Setiap orang atau badan dilarang berjualan di Jalan, Trotoar, Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) pinggir rel kereta dan bantaran sungai.

Dengan demikian, lanjutnya Oting, berjualan di sepanjang Jalan Boulevard GDC juga dilarang. Karena Jalan Raya Boulevard GDC merupakan sarana umum jalan bagi masyarakat Kota Depok. Sekalligus jalan akses utama menuju fasililitas publik Alun alun Kota Depok. Yang harus dijaga ketertiban dan kelancaran lalu lintasnya bagi pengguna jalan.

Berdasarkan pengamatan Satpol PP. Menurutnya, pada hari Minggu biasanya ruas jalan utama Boelevard GDC dipergunakan berjualan PKL. Sehingga mengganggu ketertiban umum dan kelancaran lalu lintas.

“Dengan demikian kami minta terhitung mulai hari Minggu (19/5) Ruas Jalan Raya Utama Boulevard GDC, tidak lagi dipergunakan untuk berjualan. Surat ederan juga sudah disebar,” tegas Oting.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Lahmudin Abdullah mengaku, mendukung sikap Satpol PP Kota Depok. Menurutnya keberadaan PKL disana sangat mengganggu jalan, sehingga memang perlu ditertibkan. “Satpol PP pasti sudah mengkaji itu, menurut saya memang harus di tertibkan,” kata Lahmudin.Masyarakat bebas berjualan di mana saja, tidak perlu takut ditertibkan. “Jualan bebas, bisa dimana saja, sepanjang tidak ada larangan,” terang Lahmudin.

Perlu diketahui, tahun lalu Kasatpol PP Kota Depok Yayan Arianto mengatakan, sedikitnya ada 625 lapak pedagang kaki lima (PKL) liar di kawasan Grand Depok City (GDC) di Kecamatan Sukmajaya dan Kecamatan Cilodong, Kota Depok, yang dibongkar paksa pihaknya sejak Minggu (15/7/2018) dinihari hingga Minggu pagi.

“Setelah kami hitung dari jumlah tenda lapak yang kami sita serta titik lapak yang ada di 4 titik di kawasan GDC, ada sekitar 625 lapak PKL yang kami tertibkan hari ini,” kata Yayan saat itu.

Menurutnya, lapak tenda dan kios yang dibongkar paksa ada di empat titik lokasi. Mulai dari di jembatan GDC, depan Waterboom Aladin, di sekitar Kantor Damkar Depok sampai depan BPN Depok hingga di Sektor Melati.
Sebagian besar lapak yang dibongkar katanya adalah mereka yang biasa membuka warung tendanya setiap hari Minggu pagi.

Sebab sejak Minggu dinihari, para pedagang kaki lima (PKL) liar ini sudah mulai mempersiapkan dagangan dan membuka tenda lapaknya.(rub)

You may also read!

Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya antar Provinsi se-Jawa Siap Digulirkan

      Oleh: Supartono JW*) Pengamat Pendidikan Sepak Bola Nasional   Festival Sepak Bola antar Provinsi se-Jawa, Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya U-8, U-10,

Read More...

Dapat Bisikan Misterius, Painah Loncat dari Jembatan Juanda Depok

BUNUH DIRI : Paniah yang mencoba bunuh diri dengan melompat dari jembatan di Jalan Juanda,

Read More...

Ratusan Pesilat Adu Jurus di Cimanggis Cup

BERTANDING : Dua orang pesilat sedang bertarung di Gelanggang A pada Kejuaraan Silat Cimanggis Cup

Read More...

Mobile Sliding Menu