20 Tahun SSB Sukmajaya dan Festival SSB Antar Provinsi Se-Jawa

In Ruang Publik
Oleh: Drs. Supartono, M.Pd*)

RADARDEPOK.COM – Ingatlah saat-saat sulit mendirikan menjalankan, maka Kau bertahan.#berjuangtakmudah

(Supartono JW. 10052019)

Tidak terasa Sekolah Sepakbola (SSB) Sukmajaya yang telah berkiprah ambil bagian dalam pembinaan dan pelatihan sepakbola usai dini dan muda (akar rumput) khususnya untuk Kota Depok dan umumnya untuk tingkat nasional, sudah menginjak usia ke-20 tahun pada 16 Mei 2019. Bila dihitung dari tanggal berdiri 2 Agustus 1999, maka pada 2 Agustus 2019, akan 21 tahun. Namun bila dihitung dari tanggal lahir, 16 Mei 1999, maka 16 Mei 2019, SSB Sukmajaya berusia 20 tahun. Jadi, SSB Sukmajaya sejatinya mengenal kata berdiri (nikah) dan lahir (seperti bayi dalam kandungan ibu).

Sukma yang artinya jiwa-nyawa, dan Jaya bermakna selalu berhasil, sukses, dan hebat, bila tidak didukung oleh orang tua siswa, mustahil akan dapat bertahan sejauh ini. Terima kasih kepada seluruh orang tua yang sudah mendukung dan bergabung menjadi Keluarga Besar SSB Sukmajaya dan selalu memberi teladan.

Semua pahit getir sudah dirasakan dalam mengarungi pembinaan dan pelatihan yang pasti tidak dapat memuaskan semua orang tua dan siswa karena kesadaran bahwa jiwa yang selalu berusaha sukses ini menampung seluruh siswa dengan kemampuan berbagai teknik, intelegensi, personaliti, dan speed (TIPS). Bila tidak demikian, maka nafas SSB Sukmajaya tidak sampai sejauh ini.

Pencetus dan Pendiri Utama ASSBD

Selain itu, SSB Sukmajaya adalah PENCETUS dan PENDIRI UTAMA Asosiasi Sekolah Sepakbola Depok (ASSBD) yang perumusan naskah proposal dan prasasti berdirinya di rancang khusus hanya berdua (Direktur Pembina Usia Muda PSSI, Ronny Patinasarani dan Pendiri/Pemilik SSB Sukmajaya) di ruang kerja Bung Ronny di Sekretariat PSSI Senayan Jakarta, sebelum disosialisaikan kepada rekan-rekan pembina SSB di Kota Depok.

Kini PRASASTI Berdirinya ASSBD yang ditandatangani oleh Wali Kota Depok pertama, Bapak Badrul Kamal dan PLAKAT Peresmian ASSBD yang ditandangani oleh Ketua Umum Persikad yang diwakili oleh Sekretaris Umumnya Bapak Gandara R. Budiana pada 21 Juli 1999 di Stadion Kostrad Cilodong, masih tersimpan rapi di Sekretariat SSB Sukmajaya Jalan Studio Alam TVRI Perum Sukmajaya Permata Blok G.10 Depok.

Siapun pembina SSB di Kota Depok, boleh meneruskan dan menjalankan roda organisasi ASSBD, namun PRASASTI dan PLAKAT BERDIRINYA ASSBD tidak ada yang dapat memalsukannya. Dan sayang sekali, individu-individu yang kini menjalankan dan meneruskan ASSBD banyak yang tidak tahu visi-misi dan arah tujuan dibentuknya ASSBD sebagai organisasi pendukung Persikad saat itu, atau Askot PSSI Kota Depok saat ini.

Saksi dan mengawal menjamurnya SSB

Selain menjalankan roda organisasi SSB sendiri, mencetuskan dan melahirkan ASSBD, SSB Sukmajaya melalui pendiri/pemiliknya juga menjadi SAKSI dan turut MENGAWAL menjamurnya SSB sejak tahun 1999 hingga sekarang.

Sejak awal menjamurnya sepakbola akar rumput dan cikal bakal menjamurnya kata-kata Sekolah Sepakbola (SSB) sejak 1999, pendiri/pemilik SSB Sukmajaya telah  mengabadikan kisah dan perjalanan SSB dalam berbagai artikel seperti di tabloid Soocer, Tabloid GO, Harian Warta Kota, Majalah Garda, Harian Radar Depok, Harian Monitor Depok, dan berbagai media lainnya hingga harian TopSkor.

Tak urung lahirnya kelucuan-kelucuan munculnya nama selain SSB, yaitu akademilah, soccer-soccer school-lah dan nama lainnya menurut versi masing-masing, benar-benar tidak terkendali bak mata air yang terus mengalir. Federasi sepakbola kita tidak berkutik. Bahkan persamaan presepsi satu atap atas istilah struktur organisasi, fungsi, dan kedudukan SSB sampai pada afiliasi SSB di PSSI menjadi sebatas niat yang berujung basi.

Nasi sudah menjadi bubur. Kini anak-anak usia dini kita, begitu mengenakan seragam SSB sudah bak pemain nasional semua sebab ambisi orangtua dan SSB yang menaunginya. Namun, apa daya, cita-cita menembus federasi menjadi pemain nasional di usianya harus terhambat, timnas hanya butuh 23 pemain yang didaftarkan dalam event, 18 line-up, dan 11 pemain inti.

Hingga 20 tahun usia SSB Sukmajaya, keprihatinan tentang SSB terus bergulir, hingga bila ditulis tidak akan pernah habis. Namun, sebagai gambaran kekacauan pembinaan sepakbola akar rumput Indonesia, dalam rangka 20 tahun SSB Sukmajaya, terangkum dalam berbagai quote berkut:

Sampai kapan organisasi sepakbola Pembina usai dini dan muda terus lahir bak mata air tak terkendali, namun tak pernah lahir panduan formal tentang struktur fungsi, dan kedudukannya, hingga kisah registrasi resmi dari federasi  yang berafiliasi sampai basi?
(Supartono JW.12052019)

Mengajar di sekolah formal yang paling rendah saja syaratnya sarjana, bagaimana pembina usai dini dan muda Indonesia? (Supartono JW.12052019)

Bila dalam pembinaan sepakbola usia dini-muda, makna juara hanya menggondol piala, maka tengoklah siapa yang di belakangnya. (Supartono JW.12052019)

Tak salah membina pemain muda hasil seleksi terbuka, asal ada mitra yang menggelontorkan dana, juara kompetisi di level yang sama, maka bolehlah Anda berbangga. (Supartono JW.12052019)

Di Eropa dan Amerika orangtua yang menyadari anaknya tak berbakat di Sepakbola, maka tak kan memaksakannya, dan mengarahkannya sesuai kemampuan yang cocok untuk dunia kerja. (Supartono JW.12052019)

Hebatnya orangtua siswa, demi ambisinya, anak dijadikan seperti bola, oper sana oper sini tak hargai siapa koki awalnya. (Supartono JW.12052019)

Sampai kapan budaya comot sana comot sini pemain usia dini terhenti tanpa regulasi? (Supartono JW.12052019)

Rindunya bergulir kompetisi resmi dari akar rumput hingga kasta tertinggi, yang hanya dinakodai satu pengendali yaitu federasi resmi! (Supartono JW.12052019)

Sudah menjadi budaya  mentradisi, bila ada pemain yang menembus federasi, maka akan ramai narasi siapa saja yang turut membidani. (Supartono JW.12052019)

Mengapa sponsor dan pihak swasta, lebih memilih sepakbola  usia dini dan muda  dengan aksinya  sendiri, dan federasi hanya gemar kasih rekomendasi? (Supartono JW.12052019)

Andai setiap provinsi adalah negara, maka segenap pemain terbaik di usia dini dan muda, tak akan melewatkan kesempatan yang sama menjadi pemain harapan bangsa di 34 negara. (Supartono JW.12052019)

Mustahil sepakbola nasional berprestasi bila setiap lini, terus ada pihak yang mendominasi dan memonopoli. (Supartono JW.12052019)

Enaknya jadi federasi sepakbola di negeri 1001 SSB, tak menanam tapi memetik, pun tak melirik siapa yang awalnya kutak-katik. (Supartono JW.12052019)

Yakinlah rumput kita akan selalu lebih baik  dari rumput tetangga, karena memahami-menyadari kondisi bibit-bebet-bobot kualitasnya, hingga tahu cara merawat, memupuk,
dan menjaganya. (Supartono JW.12.052019)

Bertahan dalam kompetisi

Hingga 20 tahun usia SSB Sukmajaya, selain membina dan melatih sesuai visi-misi-dan tujuan, kini SSB Sukmajaya masih bertahan dalam kompetisi bergengsi yang dikelola pihak swasta. Siswa usia 8, 10 dan 12 tahun terus bercokol dalam Kompetisi Indonesia Junior Soccer Leauge (IJSL). Usia 13, 15, dan 16/17 tetap bertahan dalam Kompetisi Liga TopSkor (LTS). Andai Liga Pertamina masih bergulir, maka U-16 dan U-18 SSB Sukmajaya tentu masih bercokol dalam Divisi Utama.

Hanya Liga Kompas Gramedia (LKG) saja, yang tidak menyertakan siswa untuk berpartisipasi. Kendati tidak menyertakan siswanya dalam kompetisi LKG, namun saat awal LKG digulirkan, SSB Sukmajaya adalah termasuk dalam 16 SSB se-Jabodetabek yang dihubungi oleh panitia terpilih seleksi langsung masuk Divisi LKG tanpa harus melalui babak play-off. Namun, dengan memerhatikan kondisi sendiri, saat itu, SSB Sukmajaya menyatakan tidak siap karena terkait kondisi pendanaan. Hingga kini, SSB Sukmajaya tetap belum masuk dalam kompetisi LKG, namun siswanya banyak yang dipinjam dan bergabung membela SSB lain dalam kompetisi LKG.

Festival SSB Antar Provinsi Se-Jawa

Setelah sukses menggelar Festival Sepakbola Antar Provinsi yang hanya diikuti oleh SSB undangan/terpilih di tahun 2019, dengan memerebutkan Piala Bergilir dan Piala Tetap Pembina SSB Sukmajaya Bapak Mohammad Yana Aditya, pada kesempatan HUT ke-20 ini, festival yang dikembangkan dari program 3Wulan SSB Sukmajaya, di tahun 2019 akan bernama Festival Sepakbola Antar Provinsi Se-Jawa dengan memerebutkan Piala Bergilir dan Piala Tetap yang sama.

Festival Sepakbola Antar Provinsi tahunn 2018 melibatkan empat SSB, yaitu SSB Sukmajaya dan Kabomania (Jabar), Bina Taruna (DKI), dan Salfas Soccer (Banten). Untuk tahun 2019 akan ditambah perwakilan dari provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan tetap mempertandingkan kelompok umur 8, 10, dan 12 tahun.

SSB terpilih dan yang diundang adalah hasil pengamatan dari segi latar belakang dan profil, manajemen, serta prestasi. Jadi, sejatinya festival ini adalah pemberian penghargaan kepada SSB yang terpilih atas dedikasinya dalam pembinaan dan pelatihan sepakbola usia akar rumput yang tidak sekadar berpikir juara menggondol piala, namun berpikir menjadi juara karena tahan banting dalam membina.

Semoga setelah 20 tahun SSB Sukmajaya, pembinaan, pelatihan, dan kesertaan dalam kompetisi akan terus berproses dan mengalir. Keberadaan SSB Sukmajaya, untuk sportivitas dan pembinaan anak usia dini serta muda, yang kelak dapat menularkan teknik bermain sepakbola yang benar di masyarakat umum dan minimal bagi para siswa, dapat menularkan ilmu memenej diri sendiri dan orang lain dengan benar. Tidak perlu menjadi Cebol nggayuh lintang. Cukup menjadi diri sendiri, tahu diri, tidak membuat untung untuk pribadi dan golongan, namun berguna untuk orang lain berdasar atas sportivitas, bukan intrik dan taktik serta politik! Jadilah berlian di antara bebatuan, maka Anda istimewa. (Supartono JW.12.052019). (*)

*)Pengamat Pendidikan Nasional, Pengamat Sepakbola Nasional

You may also read!

Tidak Bergarasi Denda Rp20 Juta 

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pemkot Depok tidak main-main, dengan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Bidang Perhubungan. Aturan

Read More...

Masuk UI Mengular

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Gejolak rencana penerapan Secure Parking di kawasan Kampus Universitas Indonesia (UI) masih terus berlanjut. Kemarin, tak hanya mahasiswa

Read More...

Serba “Paket Khusus” di Tewink Salon

RADARDEPOK.COM, DEPOK –  Tewink Salon Muslimah cabang Margonda terus berikan kenyamanan bagi para pelanggan setia. Bagi para karyawan kini

Read More...

Mobile Sliding Menu