TPS 30 Bojongsari Salah Input

In Utama
BEKERJA : Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna saat dijumpai Radar Depok di ruang kerjanya di Kantor Sekretariat KPU Kota Depok, Jalan Kartini Raya, Nomor 19, Kelurahan Depok, Pancoranmas. Foto: RICKY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Kekeliuran yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia dalam menginput C1, terulang juga di Kota Depok. Kemarin, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 30 Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, suara paslon 01 membumbung tinggi menjadi 211 dan paslon 02 hanya 3 suara. Padahal, seharusnya suara paslon 01 sebanyak 63 dan paslon 02 ada 148 suara.

Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu Kota Depok, Dede Slamet mengaku, benar ada temuan tersebut. Sudah diklarifikasi KPU Depok, seharusnya KPU wajib menindaklanjuti hingga ke tingkat pusat. Dan menyampaikan kembali hasil tindaklanjutnya.

Publik, kata Dede berhak tau hasil-hsaul kerja KPU karena KPU adalah lembaga publik. Jika KPU bersikap dan transparan, kepercayaan publik terhadap pemilu akan semakin baik. “Saya melaihat masih belum diperbaiki di KPU pusat, jadi KPU harus segera menindaklanjutinya,” terang Dede kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Menimpali hal ini, Ketua KPU Depok, Nana Sobarna mengungkapkan, berkaitan kekeliruan tersebut KPU Kota Depok telah mengambil langkah-langkah. Seperti, langsung melakukan penelusuran dalam proses penginputan data. Memeriksa dokumen hasil pindai pada aplikasi Situng, mencocokkannya dengan salinan dokumen C1 versi hardcopy yang diterima KPU Kota Depok dari penyelenggara di tingkat bawah, serta mengkaji di mana letak kesalahannya.

Kemudian, dari hasil penelusuran menunjukkan bahwa benar terjadi kesalahan input, yang dapat dipastikan memang tidak disengaja. Operator Situng keliru dalam menginput data yang benar. Jadi, angka yang seharusnya merupakan Jumlah Suara Sah (211) dan Jumlah Suara Tidak Sah (XX3), dengan keliru diinput secara berurutan sebagai Perolehan Suara Paslon 01 dan Perolehan Suara Paslon 02. “Seharusnya Perolehan Suara Paslon 01 dan 02 di TPS 30 tersebut secara berurutan adalah X63 dan 148, sebagaimana yang tercantum dalam Salinan Formulir C1 yang diterima,” terangnya kepada Harian Radar Depok.

Nana mengungkapkan, KPU Kota Depok meyakini hal ini merupakan murni kesalahan input. Karena, data-data tersebut berada dalam dokumen yang sama, dan dapat dikonfirmasi kebenarannya. Namun, operator yang melakukan kekeliruan telah mengakui dan meminta maaf. Selanjutnya KPU Kota Depok melakukan briefing untuk penguatan kembali, agar kesalahan yang sama tidak terulang.

“Masyarakat dimohon agar berkenan memaklumi bahwa data yang salah input tidak dapat langsung diperbaiki. Proses perbaikan yang dilakukan oleh KPU Kota Depok adalah mengkoordinasikan kesalahan input ke KPU Provinsi, lalu diteruskan kepada KPU RI untuk mendapatkan perbaikan. Kunci perbaikan hanya diotorisasi oleh KPU RI,” tegas Nana.

Demi meminimalisir hal tersebut terulang kembali, KPU Kota Depok juga membuka Layanan Pengaduan Publik. Serta mengajak masyarakat, agar berkenan melaporkan apabila menemukan kekeliruan dalam entri data di Kota Depok, sehingga segera dapat diperbaiki.

Pengaduan masyarakat dapat disampaikan melalui Media Sosial KPU Kota Depok, seperti di Instagram (@kpukotadepok), Twitter (@KPUKotaDepok), atau Facebook (@kpudepokkota).

“Ayo berpartisipasi, KPU RI Juga membuka layanan helpdesk, apabila terdapat ketidaksesuaian data dan informasi dalam tayangan di laman https://pemilu2019.kpu.go.id , bisa juga menghubungi di Call Center 021-319 025 67 / 021-319 025 77, WA di 0812 1177 2443, email bagianteknis@kpu.go.id pelaporan mulai pukul 08.00-18.00 WIB,” beber Nana.

Namun, sambung Nana, KPU Kota Depok tetap meyakinkan masyarakat bahwa perhitungan yang sah adalah perhitungan manual, yang dilakukan secara berjenjang dari tingkat TPS, PPK, dan KPU Kabupaten/Kota.

“Terima kasih atas partisipasi aktifnya, mari terus bersama-sama menjaga hasil Pemilu 2019 yang sekarang sudah di tingkat kecamatan. KPU terus bekerja dengan prinsip terbuka dan transparan guna menjaga integritas hasil Pemilu,” ujarnya.

Nana menambahkan, sehubungan dengan adanya temuan masyarakat terkait kesalahan input pada data aplikasi Situng. Khususnya pada TPS 30 di Kelurahan Bojongsari, KPU Kota Depok sangat berterima kasih. Nana mengapresiasi setinggi-tingginya atas peran serta masyarakat dalam mengawal seluruh proses Pemilu. KPU Kota Depok menilai bahwa hal ini merupakan bentuk kecintaan masyarakat kepada KPU Kota Depok .

“Selain itu, KPU Kota Depok juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kekeliruan yang telah terjadi. Bahwa kesalahan entri C1 murni akibat human error, sama sekali tidak ada unsur kesengajaan yang berniat merusak integritas proses Pemilu di Kota Depok,” tandas Nana.(cky)

You may also read!

Harga Tiket Bus Gila-gilaan

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pemudik Depok tahun ini pasti bakal kebingungan pulang kampung halaman naik transportasi apa. Selain tiket pesawat yang sudah

Read More...

Pembalap Depok Jatuh Lagi

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pembalap Indonesia asal Kota Depok Dimas Ekky Pratama gagal finis pada balapan Moto2 Prancis 2019 di Sirkuit Le

Read More...

Pemkot Buka Posko Pengaduan THR

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Seperti yang sudah-sudah. Perusahaan yang memiliki karyawan di Kota Depok, jangan sampai telat memberikan Tunjangan Hari

Read More...

Mobile Sliding Menu