Sekilas Kisah Lokakarya ‘Saba Budaya’ Bumi Ageung Pagerageung Tasikmalaya

In Pendidikan
Peserta Saba Budaya Sunda yang diadakan MGMP/KKG Basa Sunda Kota Depok ke Bumi Ageung Pagerageung Tasikmalaya. Foto: IST

RADARDEPOK.COM – Kegiatan Lokakarya ‘Saba Budaya’ merupakan ‘hajat rongkah’ (hajatan besar) kedua setelah kegiatan Pasanggiri Basa Sunda yang merupakan program tahunan MGMP/KKG Basa Sunda Kota Depok. Tentu saja, kegiatan Lokakarya ‘Saba Budaya’ pun begitu dinantikan oleh para guru bahasa Sunda SD, SMP, SMA se-Kota Depok dalam setiap tahunnya.

Kegiatan Lokakarya ‘Saba Budaya’ tahun ini yang ‘dikomandani’ oleh Zainuddin, SS.M.Pd. (guru SMPN 2 Depok) memilih lokasi Bumi Ageung Pagerageung Tasikmalaya, yang dikelola dengan begitu apik, unik, menarik, oleh Taufik Faturohman, seorang pejuang pelestari bahasa Sunda yang sudah lekat di benak para pemerhati dan pecinta seni, budaya, bahasa Sunda .

Kegiatan Lokakarya ‘Saba Budaya’ tahun ini dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu, 12 dan 13 April 2019. Tiga unit bis digunakan sebagai sarana transportasi selama kegiatan berlangsung untuk 118 peserta yang di dalamnya terdiri dari unsur guru, kepala sekolah, pengawas, dan kepala dinas pendidikan beserta jajarannya. Kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Drs.H.Mohamad Thamrin, S.Sos.,MM. untuk ketiga kalinya dalam kegiatan Lokakarya ‘Saba Budaya’ adalah sebuah kebanggaan bagi MGMP/KKG Basa Sunda. Begitu nyata, betapa apresiasi dan dukungan Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok sangat luar biasa terhadap program-program budaya daerah yang dilaksanakan oleh MGMP/KKG Basa Sunda Kota Depok.

Dalam kegiatan Lokakarya ‘Saba Budaya’ tahun ini, seluruh peserta diberi nuansa yang sedikit berbeda dari kegiatan Lokakarya ‘Saba Budaya’ pada tahun-tahun sebelumnya. Dalam Lokakarya ‘Saba Budaya’ tahun ini, selain ‘disuguhi’ budaya tradisional (unsur seni dan bahasa), sebagian besar peserta yang ‘pituin’ (asli) Sunda seolah-olah diajak bernostalgia dan ‘dibawa’ kembali ke masa kanak-kanak. Tidak sedikit peserta yang terlihat ‘waas jeung kagagas’ (tersentuh perasaan karena teringat masa/peristiwa yang sudah terjadi), bahkan ada yang sampai menitikkan air mata… tampak nyata perasaannya ‘teraduk’, terkenang masa kecil atau ‘sarakan’ (kampung halaman), tentunya.

Kegiatan-kegiatan berunsur budaya yang diikuti oleh seluruh peserta Lokakarya ‘Saba Budaya’ tahun ini, memang begitu lekat dengan masa kecil sebagian besar peserta.

Berbagai macam Kaulinan Barudak disajikan begitu ‘mengugah’ perasaan peserta, terlebih ketika para peserta berkesempatan ‘bernostalgia’ mempraktekkan kembali berbagai macam Kaulinan Barudak tersebut. Semua tampak bahagia terhibur, dan tentunya terlihat seperti menjadi anak-anak…!

Usai ‘bernostalgia’ dengan masa kanak-kanak melalui suguhan Kaulinan Barudak, seluruh peserta kembali ‘dibawa’ ke moment lainnya yang tidak kalah ‘indahnya’, yaitu kegiatan Ngobeng (mengambil ikan di kolam bersama-sama dengan menggunakan tangan, tanpa alat apa pun). Semua senang, bahagia, kocak, bahkan sedikit konyol… apalagi termotivasi dengan ‘hadiah’ menggiurkan bagi yang berhasil menangkap ikan-ikan tertentu.

Selain dua kegiatan ‘unik’ tersebut, seluruh peserta masih disuguhi berbagai kegiatan lainnya yang begitu sarat dengan nilai budaya Sunda: Gending Karesmen “Si Ujang Jeung Doraemon” dan Beluk “Geber-geber Hihid Aing, dan satu sajian spesial adalah Sudong (Sulap jeung Dongeng) yang langsung disajikan oleh ‘sang master’ Taufik Faturohman. Sudong merupakan sajian menarik, bukan saja bagi anak-anak, tetapi juga untuk orang dewasa. Begitu menghibur, namun di dalamnya ‘menyampaikan ilmu’ bahasa melalui bahasa yang ringan dan menggelitik.

Seluruh peserta terlihat ‘sugema’ (merasa puas) dengan rangkaian kegiatan yang diikuti. Bukan hanya kesenangan dan kegembiraan yang diperoleh, tetapi juga menebalnya rasa mencintai dan rasa ingin melestarikan budaya warisan ‘karuhun’ (leluhur/nenek moyang) yang begitu sarat dengan ‘ajén-inajén’ (nilai luhur) bangsa.

Makin nyata, bahwa ‘budaya ngalemesan rasa’ (budaya menghaluskan rasa). Melalui budaya, seluruh nilai positif karakter manusia bisa terasah dan terarah. Tidak sedikit dari peserta Lokakarya ‘Saba Budaya’ yang terlihat mempunyai minat dan niat untuk ‘mentransfer’ nilai budaya kepada anak didik di Kota Depok melalui kegiatan-kegiatan yang disajikan di Bumi Ageung tersebut.

Semoga, sepenggal kisah dan pengalaman yang diperoleh peserta Lokakarya ‘Saba Budaya’ Bumi Ageung PagerageungTasikmalaya tahun ini bisa makin meningkatkan kualitas apresiasi siswa/siswi di Kota Depok terhadap budaya bangsa, sehingga timbul rasa memiliki dalam diri siswa/siswi untuk mencintai budaya bangsa dan mampu mengenal ‘siapa dan dari mana’ mereka berasal.

Alhamdulillah, setelah melewati seluruh rangkaian kegiatan Lokakarya ‘Saba Budaya’, para peserta kembali dengan selamat di Kota Depok dengan memori yang penuh kenangan, tangan ‘angkaribung’ (banyak barang bawaan) oleh-oleh Dodol Geboy dan Peuteuy (pete), selain tentunya galeri HP penuh dengan foto-foto indah di Pasir Kirsik.

Sampai bertemu kembali di kegiatan Lokakarya ‘Saba Budaya’ berikutnya. (Nila Karyani)

You may also read!

PDAM Sebut Gundar Bohong

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Universitas Gunadarma atau nama tenarnya Gundar, membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta berang. Biang keladinya, pengajuan

Read More...

PT USM Kembangkan Pemukiman Sehat dan Asri

RADARDEPOK.COM, DEPOK-PT Unggul Mas Sejahtera (USM) sebagai pengembang perumahan terpercaya di Indonesia, sangat memperhatikan aspek-aspek teknis. Terutama yang berkaitan

Read More...

Dua Minggu Simpang Mampang Masih Macet

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Tak ingin sebelah sisinya kembali ambrol. Akhirnya, Jembatan Mampang, Kecamatan Pancoranmas yang ambrol 28 Juni lalu, diperbaiki secara

Read More...

Mobile Sliding Menu