Petugas Pemilu Harus Paham Batas Tubuh

In Politika
 Aully Grashinta, Psikolog Universitas Pancasila (UP).

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Psikolog Universitas Pancasila (UP), Aully Grashinta menilai banyaknya penyelenggara Pemilu yang tumbang lantaran tidak paham batas tubuh untuk beristirahat disaat melaksanakan tugas berat.

Padahal, aspek kesehatan menjadi prasyarat sebelum melakukan tugas berat tersebut. Karena menjadi KPPS memang berat dan membutuhkan kesehatan yang mendukung

Ia mengatakan tugas KPPS memang berat, dengan banyaknya jumlah pemilih kurang lebih 300 orang per TPS serta banyaknya surat suara, dan aturan-aturan. Kendati demikian KPU sudah memperhitungkan jumlah personil yang ada di setiap TPS agar tidak hanya mengandalkan 1 orang saja.

“Kalau kelelahan ya wajar karena banyak sekali tugas yang dilakukan KPPS sejak hari sebelum Pemilu dilakukan. Tanggung jawabnya juga besar karena semua harus sesuai dengan prosedur yang ada dan harus meminimalisir adanya kesalahan yang membuat masyarakat tidak percaya,” katanya kepada Radar Depok, kemarin (24/4).

Lebih lanjut, ia menjelaskan, bagi orang-orang yang tidak biasa bekerja terus menerus dalam waktu yang panjang tentunya hal ini sangat melelahkan. Beberapa kasus hajatan besar negara seperti ini, sekarang sudah diubah dengan sistem komputer (ujian nasional, snmptn, dll) karena pekerjaan manual seperti Pemilu saat ini memang akan sangat membutuhkan banyak tenaga.

“Seyogyanya kita sendiri memang memiliki alarm diri jika sudah merasa sangat lelah dan harus istirahat, sehingga pembagian tugas/kerjasama dalam tim TPS pun seharusnya diatur. Sehingga bisa bergantian beristirahat dan sebagainya,” ungkapnya.

Menurutnya, aspek ‘kesehatan’ harus menjadi prasyarat sebelum melakukan tugas berat tersebut. Karena menjadi KPPS memang berat dan membutuhkan kesehatan yang mendukung. Kalau dilihat, TPS biasanya di ruang terbuka. Kemungkinan, banyak orang yang tidak biasa kerja di ruang terbuka, rawan masuk angin, panas, dan lainnya.

“Sehingga kemungkinan sakit memang besar. Kondisi ini bisa memicu seseorang menjadi sakit dan kelelahan,” paparnya.

Jika dilihat dari penghitungan kemarin, banyak yang bekerja sampai larut malam bahkan sampai pagi. Seharusnya kondisi tersebut diimbangi dengan asupan suplemen yang baik sehingga energi yang dikeluarkan seimbang dengan asupan yang masuk.

“Banyak TPS yang baru selesai penghitungan di tengah malam. Nah tadi, apakah selama kegiatan mereka siap disediakan makan dengan baik, minum air putih, cemilan dll sampai akhir penghitungan? Sehingga sangat mungkin kemudian kelelahan, masuk angin atau paling parah ya terkena serangan jantung,” pungkasnya. (cky)

You may also read!

Poster K3 Akronim Poligami Dicopot

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Setelah ramai pro-kontra secure parking yang ada di kawasan Universitas Indonesia (UI), media sosial kembali dihebohkan

Read More...

53.712 Orang Berebut Bangku UI

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Seleksi Masuk Universitas Indonesia (SIMAK UI) untuk semua jenjang dan program pendidikan kembali digelar serentak di

Read More...

Mandiri Bikin Panik Nasabah Depok

RADARDEPOK.COM, DEPOK– Solehudin warga Kecamatan Beji, terkejut melilhat saldo tabungannya di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Mandiri SPBU Jalan

Read More...

Mobile Sliding Menu