Main di Alun-alun Tetap Waspada

In Metropolis
ANTUSIASME WARGA : Warga berolahraga di kawasan Alun-alun Kota Depok, Minggu (14/4). Pembangunan alun-alun tahap pertama tersebut telah selesai, sehingga dapat digunakan untuk masyarakat pada hari Sabtu-Minggu. Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Memiliki alun-alun merupakan impian masyarakat Kota Depok, sebagai ruang interaksi, dan tempat hiburan keluarga. Dua pekan setelah diresmikan Walikota Depok Mohammad Idris, alun-alun langsung diserbu saban Sabtu dan Minggu. Kendati sudah berekpresi tanpa batas, tetap waspada, karena masih terdapat kawasan yang berbahaya.

Alun-alun Kota Depok belum 100 persen jadi, baru sekitar 50 persen dari 3 hektar total luas alun-alun. Kondisi yang mulai ramai dikunjungi warga, tentu perlu mendapat perhatian khusus.

Pantauan Radar Depok, karena seluruh bangunannya belum selesai, masih terdapat seng penutup proyek di sisi utara. Dan sedikit di barat alun-alun Kota Depok. Selain itu, kebersihannya juga harus menjadi perhatian.

Di setiap sudut masih menemukan sampah berserak, bahkan toilet yang belum seratus persen berfungsi lantainya dibiarkan kotor. “Paling masih kotor aja sih, kesadaran masyarakat juga yang masih kurang dengan membuang sampah sembarangan,” terang warga Kelurahan Cilodong, Ade Irawan kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Kondisi pagar pembatas ke sungai yang membelah alun-alun perlu diperhatikan. Karena banyak anak kecil yang bermain disisi sungai, dikhawatirkan akan terjatuh. “Di sisi sungai saja itu agak bahaya, masa nggak ada pembatasnya,” beber Ade.

Namun, hal menggembirakan dirasakan Riki warga Pancoranmas. Dia senang karena di alun-alun sudah terdapat skate park, dan BMX. “Sekarang depok keren, kita bisa latihan Skateboard di skate park,” kata Riki.

Lebih lanjut, ucapnya, fasilitas sebagus ini harus didukung kesadaran warga untuk tidak merokok di alun-alun. Untuk itu, dirinya berharap ada tambahan berupa papan larangan merokok di dalam alun-alun. Sebab, menurutnya banyak anak-anak yang mengunjungi tempat tersebut. “Mungkin yang perlu ditambah yaitu tulisan larangan merokok atau area bebas rokok, karena banyak anak-anak yang berkunjung ke sini,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok, Dudi Miraz menyebutkan, logikanya itu tahap 1 baru selesai, tahap duanya belum. Jadi belum tuntas semua, kalau sudah tuntas pembangunan semua baru dibuka untuk umum.

Dudi mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan siapa yang akan menjadi pengelola alun-alun Kota Depok ke depan. “Kemungkinan dari pemerintah akan dibentuk UPT (Unit Pelaksana Teknis) untuk mengelola alun-alun,” ujar Dudi.

Menurutnya, tahap kedua pembangunan alun-alun tengah dalam proses lelang. Pembangunan dijadwalkan akan dilakukan pada Juli mendatang. “Sekarang sedang dalam proses dan tahapan lelang, mudah-mudahan tidak gagal lelang dan pertengahan tahun ini bisa langsung dibangun (tahap dua),” ucap Dudi.

Dia berharap, pembangunan alun-alun itu bisa rampung pada akhir Desember 2019. Ada 10 fasilitas yang akan dikerjakan pada pembangunan tahap dua, yaitu greenhouse, jembatan utama, kolam retensi, lapangan terbuka hijau, pendopo, taman lansia, children playground, galeri (2 lantai), co-working space, dan menara pandang.(rub)

You may also read!

Rektor UI Harus Pro Mahasiswa-Masyarakat

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Penutupan pendaftaran pemilihan calon rektor Universitas Indonesia (UI) sudah semakin dekat. 2 Agustus mendatang merupakan batas akhir pendaftaran.

Read More...

Segudang Kegiatan, Pernah Taklukan Pulau Sumatera

RADARDEPOK.COM – Vespa Depok Club (VDC) merupakan komunitas penunggang vespa di Kota Depok yang sudah termasuk berumur. Di usia

Read More...

Korban Cijago Lapor Presiden Via Spanduk

RADARDEPOK.COM , DEPOK-Sedikitnya 16 bidang lahan di RW6 dan RW7 Kelurahan Kukusan, Beji, yang tergerus pembangunan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago),

Read More...

Mobile Sliding Menu