KPM Terbantu dengan Hadirnya PKH

In Metropolis
Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang usai menghadiri salah satu acara di kawasan Cibubur, kemarin (15/4). Foto: KEMENSOS FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial RI mendapat respon positif bagi dua keluarga penerima bantuan sosial. Dimana kebutuhan keluarga tercukupi dengan besaran uang yang diterima masing-masing anggota keluarga.

Seperti yang dirasakan Lina, warga Kelapa Dua, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. Dia mengaku sudah empat tahun menerima bantuan sosial non-tunai PKH tersebut. Salah satu anggota keluarganya ada yang masih balita.

“Saya punya anak balita mendapat uang bantuan Rp2,4 juta dalam setahun bisa diambil tiga kali. Saya pakai buat beli susu. Bansos ini sangat terbantu untuk keluarga kami,” kata Lina kepada Radar Depok.

Senada dengan Lina, warga Kukusan, Kecamatan Beji juga merasakan hal yang sama. Aisyah Astuti mendapatkan Kartu Keluraga Sejahtera (KKS) yang juga berfungsi sebagai kartu ATM. Sehari-hari dirinya bekerja sebagai pengasuh anak yang.

“Gaji saya sebulan hanya Rp2 juta rasanya itu tidak cukup. Bersyukur banget program ini sangat membantu kehidupan keluarga saya,” ujarnya.

Terpisah, Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan, sebesar 93,2 persen Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) menyatakan puas terhadap program bansos yang bertujuan menekan angka kemiskinan di Indonesia.

Menurutnya berdasarkan survei independen MicroSave Consulting Indonesia dalam kerangka kerjasama antara Kemensos dan Bill & Melinda Gates Foundation (BMGF), menunjukkan 93 persen puas terhadap keteraturan penerimaan dana bansos PKH ke dalam rekening.

“92 persen puas terhadap respon Contact Center PKH dalam menanggapai aduan, 94 persen puas terhadap pendampingan oleh Pendamping PKH. Ada 93 persen puas terhadap kemudahakan menjangkau lokasi pencairan bansos, dan 94 persen menyatakan puas terhadap kemudahan bertransaksi di lokasi pencairan bansos,” ujarnya.

Sebanyak 86 persen KPM mengetahui bahwa bansos ini merupakan program prioritas pemerintah pusat. Mereka juga dapat menjelaskan dengan baik pemanfaatan bantuan sosial sebagaimana yang disyaratkan pemerintah.

Terlihat dari hasil survei dimana sebanyak 74 persen responden menggunakan dana bansos PKH untuk pembelian peralatan sekolah, 67 persen untuk biaya sekolah, 58 persen untuk biaya trasportasi ke sekolah. Serta 54 persen untuk membeli makanan tambahan, 42 persen biaya ekstrakulikuler sekolah, dan 33 persen untuk biaya masuk sekolah di tahun ajaran baru.

Capaian yang positif juga tampak pada metode penyaluran bansos secara non-tunai menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Sebanyak 77 persen KPM menggunakan KKS untuk berbagai transaksi perbankan dan 23 persen menggunakan untuk tarik tunai bansos PKH.

“Bagi 86 persen KPM PKH, rekening KKS adalah rekening pertama mereka, dan 23 persen KPM PKH memanfaatkan rekening KKS untuk transaksi keuangan mereka yang mana memberikan kontribusi signifikan terhadap Inklusi Keuangan,” beber Agus.

Mensos melanjutkan dari survei ditemukan bahwa sebanyak 18 persen KPM PKH tidak melakukan pencairan dana sekaligus. Hal ini menunjukkan perilaku menabung dan upaya mendorong keuangan inklusif untuk rakyat miskin telah menunjukkan hasil positif.

Survei tersebut menunjukkan bahwa 98 persen KPM lebih memilih metode penyaluran non tunai melalui KKS dibandingan dengan cara sebelumnya melalui kantor pos. Melalui KKS, penerima PKH lebih melek transaksi bank melalui ATM, mereka juga tidak mengeluarkan biaya pencairan, sehingga menerima dana bansos utuh.

“Sekitar 64 persen pencairan dana PKH dilakukan penerima manfaat melalui ATM bank dibandingkan Agen Bank sebesar 14 persen dan e-Warong sebanyak 2,4 persen,” pungkasnya.

Di bidang kesehatan, 92 persen KPM mengakses rumah sakit atau puskesmas untuk mendapatkan layanan kesehatan, 48 persen KPM menggunakan KB, sementara hanya 26 persen Non KPM PKH yang menggunakan KB. (san)

You may also read!

12 Jamaah Umrah Meninggal

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Ini sungguh tragis dan menyesakan hati. Niat tulus ingin beribadah ke tanah suci. 12 korban jamaah korban biro

Read More...

Kapolda Pantau Penghitungan Suara

RADARDEPOK.COM, DEPOK– Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono, melihat langsung proses penghitungan suara Pemilu serentak 2019 di Kota

Read More...

Calon Pemudik Masih Sepi

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang musim mudik Lebaran 2019, aktivitas di Terminal Jatijajar masih tampak sepi, kemarin (23/4). Hanya ada

Read More...

Mobile Sliding Menu