Ketua PPK Beji : Hargai Daun Salam

In Politika
Andri Yudisprana, Ketua PPK Beji

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Ketua PPK Beji, Andri Yudisprana menganalogikan Pemilu seperti membuat nasi uduk, dimana penyelenggaranya merupakan daun salam. Jika tidak ada daun salam, masakan tersebut belum tentu dibuat. Tetapi ketika sudah matang, mereka lebih dulu dibuang.

Untuk itu, ia menegaskan, jika ada kekeliruan pencatatan hasil pungut hitung, agar peserta pemilu dan masyarakat tidak menyudutkan penyelenggara Pemilu. Namun, harus duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan atau kekeliruan yang ada dan bukan diviralkan di dunia maya.

“Semakin mereka menyudutkan. Kami jadi semakin yakin ketidaktahuan dia tentang proses,” kata Andri kepada Radar Depok, kemarin (23/4).

Jika mereka mengetahui, sambung Andri, terkait proses, aturan dan hal-hal yang dilakukan mulai dari tingkat KPPS hingga PPK, mereka akan berfikir bahwa penyelenggara Pemilu di tingkat bawah pun memiliki kontribusi besar dalam menyukseskan konstelasi politik yang ada di Indonesia.

“Kami dengan nilai salary yang sesuai dengan SE 1132, Rp1,8 juta. Tapi kami tidak melihat ke arah sana. Kami coba memaksimalkan potensi dan ruang yang kami miliki untuk menjadi bagian yang memiliki peran sebagai garda terdepan demokrasi,” tuturnya.

Kata dia, bila kekeliruan bisa segera laporkan. Nantinya, akan dicari akar permasalahannya bersama sehingga tidak ada lagi kekeliruan.

“Jadi hargai daun salam daun salam yang ada. Jangan sampai hal tersebut membuat dosa tambahan, karena tidak coba menghargai dan mengapresiasi kepada kami yang mencoba maksimal dalam menjalankan tugas,” tutupnya. (cky)

You may also read!

Terima Kasih Masih Setia

RADARDEPOK.COM – Hari ini Harian Radar Depok berusia 9 tahun. Lahir 15 Juli 2010, di Jalan Raya Kartini No13,

Read More...

Ramai-ramai Sedot Air Tanah

RADARDEPOK.COM – Margonda amblas tinggal menunggu waktu. Hiruk pikuk padatnya jantung Kota Depok itu ternyata di dalam permukaan tanahnya,

Read More...

Agustus Pajak Air Tanah Naik

RADARDEPOK.COM – Tingginya penggunaan air tanah membuat Kota Depok berputar otak. 139  badan usaha wajib pajak pengguna air tanah

Read More...

Mobile Sliding Menu