Kena Serangan Jantung Saat Menjalankan Tugas sebagai Ketua KPPS

In Utama
PEJUANG DEMOKRASI: Ketua KPPS 78 Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Rusdiono (tengah) ketika masih bertugas. Kamis (18/4) sekitar pukul 18.00, Rusdiono terkena serangan jantung akibat kelelahan, dan meninggal dunia dalam perjalanan ke RS Citama. Foto: IST

RADARDEPOK.COM – Banyak hal yang kita soroti pada kegiatan Pemilu serentak 2019 ini, mulai dari proses pencoblosan hingga penghitungan surat suara. Namun, ada satu hal yang terkadang luput dari perhatian. Ya, mereka adalah petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

 Laporan: M. Agung, HR Depok

 Pengabdian pria yang satu ini patut diacungi jempol. Di mata masyarakat, ia selalu aktif dalam kegiatan Pemilu baik Pileg, Pilkada, maupun Pilpres. Dialah Rusdiono (53).

Rusdiono diketahui meninggal dunia usai terkena serangan jantung saat menjalankan tugasnya sebagai Ketua KPPS 78 Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Bojonggede. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong, Kamis (18/4) sekitar pukul 18.00.

“Saya merasa kehilangan salah satu warga yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Mudah-mudahan apa yang almarhum lakukan dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT,” ungkap tokoh masyarakat Pabuaran, Sri Widodo kepada Radar Depok, yang ditemui di kediaman almarhum di Perumahan Puri Bojong Lestari Pabuaran, Bojonggede, Jumat (19/4).

Ketika bertugas, Rusdiono sempat diberi minum madu oleh seorang warga di dekat lokasi TPS. Karena merasa bertanggung jawab sebagai Ketua KPPS, ia tidak menghiraukan kondisi kesehatannya.

“Saat saya sapa, pa Rusdiono menjawab dengan semangat dan kelakar,” kenang Ketua RW 14 PBL, Heru Irianto, ketika memberikan sambutan persiapan pemberangkatan jenazah di kediaman almarhum.

Sementara itu, Lurah Pabuaran, H Romli mengaku, merasa kehilangan warga terbaik yang selama hidupnya banyak membantu penyelenggaraan Pemilu di Pabuaran. “Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT, aamiin..,” ucapnya.

Tampak hadir di rumah duka memberikan penghormatan terakhir, lurah Pabuaran H Romli beserta staf, Ketua RW014 Heru Irianto, tokoh masyarakat, dan sejumlah rekan almarhum.

Seorang warga menilai, hal ini bisa menjadi bahan evaluasi ke depan bagi penyelenggaraan pesta demokrasi atau pemilu selanjutnya, karena proses penghitungan surat suara sangat melelahkan, durasinya panjang sekali. Dalam satu TPS yang jumlah pemilihnya kurang lebih 255 orang, baru bisa selesai pukul 03.00 dinihari.

“Hal ini yang membuat kondisi petugas KPPS kelelahan,” ujarnya.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan dua orang putra.

10 Petugas KPPS Meninggal Selama Pemilu 2019

Terpisah, KPU Jabar mencatat sebanyak 10 orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) meninggal dunia saat menjalankan tugas. Pihaknya akan menyiapkan santunan untuk keluarga yang ditinggalkan.

Dari laporan yang diterima KPU, 10 orang petugas KPPS yang meninggal itu berasal dari lima kabupaten-kota yaitu Pangandaran, Garut, Tasikmalaya, Purwakarta dan Ciamis.

“Sejauh ini ada sekitar 10 orang (meninggal). Ini laporan dari petugas KPPS dari lima kota-kabupaten,” ucap Ketua KPU Jabar Rifqi Ali Mubarok di kantor KPU Jabar, Kota Bandung, Jumat (19/4).

Menurutnya, sebagian besar petugas itu meninggal akibat terkena serangan jantung dan kelelahan. Kejadian ini, lanjut dia, akan menjadi bahan evaluasi pihaknya ke depan.

“Hampir semuanya ada serangan jantung karena faktor kelelahan. Ada juga meninggal setelah menerima laporan surat suara kurang ini mungkin stres (jadi beban pikiran). Kami terima laporan ini mungkin jadi bahan evaluasi,” tutur Rifqi. (gun/**/dtc)

You may also read!

Instansi Pemerintah yang Angkat Tenaga Honorer, Siap Kena Sanksi Ini

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) akan memberikan sanksi kepada instansi

Read More...
Ilustrasi pencabulan

Diculik, Perempuan 16 Tahun Asal Depok Diduga Dijadikan PSK

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Jajaran Polres Metro Kota Depok kembali berhasil membongkar aksi penculikan gadis remaja

Read More...
dahlan iskan

Makan Menko

  Oleh : Dahlan Iskan   PAK Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD.

Read More...

Mobile Sliding Menu