Kampanye 01 02 “Bentrok” di Depok 

In Utama
MILITANSI : Capres No 1, Joko Widodo diapit ribuan pendukungnya saat menggelar Kampanye di Hotel Bumi Wiyata, Jalan Margonda Raya, Depok, Kamis (11/4). Foto: ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Mendekati akhir kampanye pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01 dan 02, tebar pesona di Kota Depok kemarin. Capres 01 Joko Widodo (Jokowi) mengumbar janji di Hotel Bumi Wiyata, sementara kubu Cawapres 02 kampanye di Lapangan Samudera, Kelurahan Rangkepan Jaya, Pancoranmas. Sayangnnya, kampanye akbar 02 tidak dihadiri Cawapres Sandiaga Uno yang telah dijadwalkan.

Massa mulai mendatangi tempat lokasi kampanye akbar 01 tertutup sejak pukul 08.00 WIB. Kampanye akbar dijadwalkan akan dihadiri oleh Capres Petahana Joko Widodo dan akan memberikan orasi kebangsaan sekitar pukul 14.00 WIB.

Massa tersebut membawa atribut partai baik itu kaos, jaket yang dikenakannya ataupun bendera yang dikibar-kibarkan. “Saya terpaksa parkir motor saya di Mall Depok, karena tidak bisa jalan lagi,” ujar Beni, salah seorang massa pendukung Jokowi-Amin.

Beni yang juga warga Depok mengatakan mendukung Jokowi karena sudah terbukti memimpin Indonesia, dengan pembangunan yang merata di seluruh Indonesia. “Jokowi sudah teruji sudah seharusnya dilanjutkan dua periode,” katanya.

Daya tarik Capres No 1 Joko Widodo membuat ribuan warga Kota Depok di mabuk kepayang. Bagaimana tidak ribuan massa rela berdesakan di bawah panasnya matahari, saat Jokowi singgah untuk menyapa pendukungnya di Hotel Bumi Wiyata.

Semangat membara juga terpancar dari Jokowi saat memberikan orasi untuk membakar jiwa militansi para pendukungnya. Jokowi mengaku, akibat dari militansi disetiap pendukungnya membuat sekujur tubuhnya basah. Ini karena dari awal masuk hingga ballroom disesaki masyarakat.

“Luar biasa militansi warga Depok, sampai baju dan celana saya basah semua, padahal baru mulai orasi. Depok adalah miniatur Indonesia karena ada berbagai suku, ras, dan agama, untuk itu mari kita jaga persatuan ini,” ucap Jokowi kepada Harian Radar Depok,  di Hotel Bumi Wiyata.

Jokowi juga menyinggung soal kekalahannya di Depok saat Pilpres 2014 dengan suara 43%. Namun, kali ini Jokowi dengan lantangkan mengatakan, kali ini harus menang dengan antusias yang luar biasa. Tim Kampanye Nasional (TKN) menargetkan 60% namun Jokowi sendiri menargetkan lebih rendah 5%.

“Alhamdulilah kalau 70%. Tapi melihat dari militansi hari ini, masa angka 55% saja tidak tercapai, harus lebih. Ajak semua saudara, anak, teman, untuk datang ke TPS coblos nomor 01. Waktu tinggal 6 hari lagi mari kita bergerilya dan kerja keras, InsyaAllah hasilnya menang di Depok,” jelas Jokowi dengan mengenakan kemeja putih.

Dia juga tak lupa, untuk meminta doa dan restu pada warga Depok agar tanggal 17 nanti bisa berjalan lancar, dan tidak ada halangan. Dia berharap pemilu dapat berjalan damai dan memilihnya. Dalam kesempatan ini, Jokowi juga memberikan kaos kepada pendukungnya selama perjalanan masuk ke Ballroom Hotel Bumi Wiyata.

MERIAH : Sejumlah pendukung pasangan capres cawapres nomor urut dua Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno memadati kampanye akbar di lapangan Samudera, Kelurahan Rangkepan Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Kamis (11/4). Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

Suasana yang surupa juga terjadi di kampanye terbuka pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Massa ribuan mulai dari kalangan politisi, kader partai, simpatisan hingga relawan menyemut di Lapangan Samudera, Kelurahan Rangkapan Jaya, Pancoranmas.

Ketua Tim koalisi Pemenangan Prabowo-Sandi Kota Depok, Jamaludin mengatakan, pada jadwal kampanye rapat terbuka terakhir bagi paslon nomor urut 02 di Kota Depok. Pihaknya menargetkan dapat mengerahkan sekitar 30 ribu massa di lokasi kampanye.

“Kami menyadari untuk mencapai tempat acara banyak yang terjebak kemacetan, karenannya saya mewakili panitia penyelenggara memohon maaf atas kemacetan yang terjadi. Tapi, memang banyak yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan kampanye kami hari ini,” kata Jamal saat diwawancarai Harian Radar Depok.

Melihat animo warga Depok yang begitu luarbiasa memberikan dukungan, ia mengaku optimis dapat meraih target 80 persen perolehan suara untuk kemenangan pasangan nomor urut 02 di Kota Depok. Terlebih, partai koalisi sangat solid. “Relawan juga kami lihat banyak bergerak dan menyosialisasikan pak Prabowo dan bang Sandi,” tegasnya.

Sementara, Anggota Tim Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nuroji menambahkan, target kali ini di angka 30 ribu hingga 45 ribu massa dari partai koalisi dan relawan. Tujuan dari kegiatan ini, sambung Nuroji yang juga Anggota DPR RI ini lebih kepada konsolidasi antara partai koalisi dan relawan yang mendukung paslon nomor urut 02.

“Ini kan kampanye terbuka terakhir untuk Paslon nomor urut 02, jadi kami manfaatkan dengan maksimal,” kata Nuroji.

Nuroji yang kembali maju sebagai Caleg DPR RI Dapil Jabar VI nomor urut 1 dari Partai Gerindra ini menjelaskan target 80 persen untuk paslon nomor urut 02 sangat realistis. Hal ini, kata dia, berdasarkan survei yang ada.

“Saat ini (Survei) sudah ada yang menembus 63 persen, trend nya naik. Ini untuk Kota Depok, kalau secara nasional belum. Tapi saya punya angka 63 persen,” ujarnya.

Pada Pilgub Jabar 2018 kemarin, partai koalisi baik Gerindra, PAN dan PKS mendapat 73 persen di Kota Depok. Mengaju dari hal tersebut, dia meyakini persentase untuk paslon 02 akan bertambah.

“Apalagi mengacu itu, karena pendukungnya bertambah, kami dapat dukungan tambahan dari Demokrat dan Berkarya. Terlebih ada dukungan dari ulama, faktor 212 juga berpengaruh, saya rasa angka 63 persen bakal tercapai,” ucap Nuroji.

Sementara, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus menegaskan, untuk kampanye akbar terakhir, pihaknya menurunkan sekitar 3.000 massa.

“Saya optimis pasangan Prabowo-Sandi bakal memenangkan pertarungan di Depok. Target 80 persen boleh saja maksimal, tapi kemenangan bisa saja 80 persen,” tuturnya.

Ia menegaskan, seluruh kader Partai Demokrat dan Caleg yang turun ke masyarakat diminta untuk menyosialisasikan pasangan Prabowo-Sandi.

“Kalau untuk Pileg di Kota Depok sendiri, target kami 12 kursi. Hal ini bukan hal yang mustahil, mengingat kami pernah mendapat 15 kursi di 2009, di 2004 kami 8 kursi dan di 2014 kami turun. Tapi di 2019 ini kami terus mendorong agar elektabilitas Demokrat meningkat kembali,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPD PKS Kota Depok, Moh. Hafidz Natsir mengaku antusias dengan kampanye tersebut. Menurutnya, ribuan kader dan anggota partai dikerahkan untuk meramaikan kampanye tersebut.

“Sedikitnya 2000 massa kita ikut mengerahkan dalam kampanye gabungan ini. Tentunya, yang ingin kita sampaikan adalah masyarakat menginginkan adanya perubahan. Bagaimana adanya kemajuan, adil makmur dan para Ulama dapat dengan nyaman dalam berdakwah,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut sejumlah partai pendukung Partai Gerindra, PKS, PAN, Partai Demokrat, Partai Berkarya dan relawan 02 hadir. Sebelum acara orasi acara diisi dengan hiburan dan yel-yel dukungan untuk 02. Kemacetan tak terelakkan saat melintas Jalan Raya Sawangan karena banyaknya massa.

Menanggapi dua Paslon di Pilpres melakukan kampanye di hari yang sama. Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna mengatakan, memang sebelum kampanye rapat terbuka di mulai, pihaknya sudah melakukan penjadwalan, dimana hari ini untuk Paslon 02.

Kemudian, di hari yang sama juga Paslon 01 melakukan kampanye di Kota Depok. Namun, ia menegaskan, kampanye pendukung Prabowo-Sandi di Lapangan Samudera itu merupakan Metode Kampanye Rapat Terbuka dan kampanye pendukung Jokowi-Amin merupakan Metode Kampanye Rapat tertutup. “Jadi tidak ada yang salah dan melanggar aturan,” kata Nana.

Tentunya, lanjut Nana, meski jadwal kampanye berbarengan, ia meyakini bahwa situasi dan kondifitas di Kota Depok saat kampanye berlangsung aman dan terkendali. Sebab, pihak keamanan sudah berupaya maksimal untuk melakukan pengamanan di tiap titik.

“Tidak terjadi bentrokan kedua pendukung. Pihak kepolisian sudah siap mengamankan jalannya kedua kampanye yang berlangsung bersamaan tersebut,” pungkas Nana.(cr2/cky)

You may also read!

12 Jamaah Umrah Meninggal

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Ini sungguh tragis dan menyesakan hati. Niat tulus ingin beribadah ke tanah suci. 12 korban jamaah korban biro

Read More...

Kapolda Pantau Penghitungan Suara

RADARDEPOK.COM, DEPOK– Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono, melihat langsung proses penghitungan suara Pemilu serentak 2019 di Kota

Read More...

Calon Pemudik Masih Sepi

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang musim mudik Lebaran 2019, aktivitas di Terminal Jatijajar masih tampak sepi, kemarin (23/4). Hanya ada

Read More...

Mobile Sliding Menu