Depok Siapkan 5.779 TPS

In Utama
Desain: Azza / Radar Depok

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Pemilu 2019 yang digelar KPU Kota Depok di Kantor KPU Kota Depok Jalan Kartini Raya, Kelurahan Depok, Pancoranmas, Senin (11/2), lembaga yang dipimpin Nana Shobarna ini juga menetapkan penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk kota sejuta maulid.

Diketahui, sebelumnya jumlah TPS yang ada di Kota Depok 5.759 TPS tersebar di sebelas kecamatan. Kemudian, KPU Depok menambah 16 TPS. Sehingga, total TPS di Kota Depok menjadi 5.779 TPS.

“Kami telah menetapkan ada penambahan jumlah TPS sebanyak 16 TPS, dari sebelumnya 5.759 kini menjadi 5.775 TPS yang tersebar di seluruh wilayah Kota Depok, pada Pemilu 17 April mendatang,” kata Nana.

Selain itu, Nana mengungkapkan, KPU Kota Depok terus mengupayakan dan melayani masyarakat agar dapat menjadi pemilih yang cerdas serta dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 mendatang.

“Jangan sampai Golput atau tidak menggunakan hak suara. Sebab, satu suara menentukan nasib bangsa untuk lima tahun ke depan. Target kami sendiri tingkat partisipasi masyarakat diangka 80 persen dan zero complain alias tidak ada komplain berarti pada pelaksanaan pesta demokrasi serentak ini,” ucap Nana.

Sebelumnya, Nana menegaskan, pihaknya telah memetakan pembentukan TPS berdasarkan ketentuan yang berlaku. Dengan begitu, KPU menyatakan bahwa keberadaan seluruh TPS di Kota Depok aman dan akan berjalan kondusif.

“InsyaAllah aman di Kota Depok, karena salah satu acuan kami dalam menetapkan keberadaan TPS yaitu berada radius 200 meter dari lokasi rumah caleg maupun parpol,” tandasnya.

Terpisah, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok menggarisbawahi bahwa TPS yang berdekatan dengan rumah calon legislatif (caleg) atau partai politik (parpol) termasuk dalam daftar titik rawan curang di pemilu 2019. Hal tersebut berdasarkan pantauan yang dilakukan Bawaslu pada 6 hingga 11 April.

“Sudah dilakukan pendataan, salah satu TPS rawan berada dekat dengan kediaman caleg dan parpol,” tutur Ketua Bawaslu Kota Depok, Luli Barlini kepada wartawan, beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjutnya, TPS rawan yang ditemui yaitu adanya pemilih Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), serta TPS yang dekat dengan rumah sakit atau perguruan tinggi.

“Pemantauan ini kami lakukan bersama Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) di kelurahan dengan menarik data dari setiap TPS dengan melibatkan pengawas tingkat TPS,” tambahnya.

Bawaslu Tunggu Hasil Investigasi

Sementara itu, Bawaslu menyatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil investigasi Polisi Diraja Malaysia terkait surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia.

“Kita masih menunggu, mempersilakan, kan masih tahap forensik. Jadi kita tunggulah mekanisme itu,” kata Tim Asistensi Bidang Hukum Bawaslu Bachtiar Baital, kepada wartawan di Citywalk Sudirman, Jakarta, Minggu (14/4).

Baital mengatakan, pihaknya telah mengupayakan untuk segera menuntaskan kasus tersebut. Hanya saja, proses investigasi juga menyangkut negara terkait yakni Malaysia. “Bukan dilarang, itu karena sudah memasuki ranah polisi di Malaysia. Ya kita menghargai itu,” ujarnya.

Baital menegaskan bila pihaknya telah mengirim tim forensik untuk melacak dan segera menuntaskan dugaan kecurangan pemilu itu. Terlebih, kata dia, pihak keamanan Malaysia juga tengah mengidentifikasinya. “Mereka (pihak keamanan Malaysia) kan sedang melokalisir pelaku-pelakunya. Kami sudah mengirim tim forensik. Ini yang akan mengidentifikasi siapa-siapanya kan gitu,” tutur Baital.

Sementara, Mabes Polri memastikan akan membantu Polis Diraja Malaysia (PDRM) untuk menginvestigasi kejadian tersebut. Demikian disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Minggu (14/4).

“Dari Bareskrim sudah koordinasi dengan PDRM. Karena itu merupakan yurisdiksi Malaysia, maka melakukan joint investigasi dalam rangka untuk menguji atau mengecek peristiwa tersebut,” ungkapnya.

Dedi menjelaskan, hasil investigasi, apakah melanggar peraturan perundang-undangan Malaysia, nantinya akan disampaikan secara resmi oleh PDRM. Selain itu, Bawaslu juga akan melakukan assessment apakah ada pelanggaran tindak pidana pemilu atau tidak dalam kasus ini.

“Prinsipnya, semua masih investigasi bersama antara PDRM dengan Polri,” pungkas Dedi.(cky/**/net/jpnn)

You may also read!

12 Jamaah Umrah Meninggal

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Ini sungguh tragis dan menyesakan hati. Niat tulus ingin beribadah ke tanah suci. 12 korban jamaah korban biro

Read More...

Kapolda Pantau Penghitungan Suara

RADARDEPOK.COM, DEPOK– Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono, melihat langsung proses penghitungan suara Pemilu serentak 2019 di Kota

Read More...

Calon Pemudik Masih Sepi

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang musim mudik Lebaran 2019, aktivitas di Terminal Jatijajar masih tampak sepi, kemarin (23/4). Hanya ada

Read More...

Mobile Sliding Menu