CPNS Dapat Dispensasi

In Metropolis

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Pendidikan Kota Depok mengeluarkan kebijakan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) honorer K2 guna menuntaskan tugasnya di sekolah asal, hingga berakhirnya tahun ajaran 2018-2019.

Kebijakan ini diambil, agar tidak menghambat proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tempat mereka bekerja sebelumnya.

“Bagi tenaga pendidik eks-honorer CPNS Depok, saya minta tuntaskan dulu tugasnya hingga akhir pembelajaran. Baru nanti setelah pembagian rapor, pindah sesuai SK penempatan masing-masing,” ucap Kepala Disdik Kota Depok, Mohamad Thamrin kepada Radar Depok, kemarin (24/4).

Terkait kebijakan ini, Disdik Kota Depok telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok untuk mengeluarkan dispensasi.

Termasuk, kepada para kepala sekolah yang mendapatkan tambahan tenaga pengajar.

“Namun, yang bersangkutan tetap wajib lapor terlebih dahulu ke sekolah baru. Memberikan keterangan menuntaskan tugasnya di sekolah lama. Agar sekolah baru tahu akan ada guru baru,” papar Thamrin.

Sementara itu, Kepala Seksi Tenaga Pendidikan dan Kependidikan Bidang Pembinaan SD Disdik Kota Depok, Awang Buwang menambahkan, jumlah CPNS yang mendapatkan dispensasi sebanyak 33 orang. Rinciannya, 13 orang dari CPNS yang lolos kategori eks-honorer (K-2). Sisanya, guru yang sebelumnya honorer, tetapi lolos di kategori umum.

Dari 13 CPNS eks-honorer tersebut, sebanyak delapan orang ditempatkan di SD, sisanya di SMP. Sedangkan untuk yang di SMP, lanjutnya pertimbangannya disesuaikan berdasarkan ijazah yang linier.

“Tentunya nanti juga, mereka akan kita evaluasi terlebih dahulu. Minimal setelah mengikuti masa prajabatan,” terangnya.

Dinas Pendidikan Kota Depok menegaskan penempatan tugas CPNS honorer K-2 sudah sesuai dengan hasil pertimbangan yang matang. Aspek yang dinilai mulai dari evaluasi hingga pemetaan terkait kebutuhan sekolah terhadap tenaga pendidik.

Awang menuturkan, adapun untuk CPNS kategori umum penempatannya ditetapkan langsung oleh pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemen-PAN) dan Reformasi Birokrasi (RB) Republik Indonesia.

“Pertimbangan lainnya juga adalah hasil evaluasi kinerja yang bersangkutan selama mengajar,” tuturnya. (san)

You may also read!

Putus Asa, Pria di Pancoranmas Gantung Diri

PUTUS ASA : Jasad A (40), menggantung di plafon kamar mandi rumahnya, Kampung Baru Cagar

Read More...

Saat Ngariung Tepi Setu Pengasinan

DIALOG : Sejumlah aktivis saat mengikuti Ngariung Tepi Setu di Joglo Nusantara, Setu Pengasinan, Kelurahan

Read More...

Bendahara SD Tugu Ibu Dipanggil Polisi

SUASANA : Suasana di SD Yaspen Tugu Ibu saat kegiatan belajar mengajar, Senin (16/9). FOTO

Read More...

Mobile Sliding Menu