Buka Sling Pemutus Leher 

In Utama
MENGERIKAN : Tampak terlihat pembatas jalan sling besi di kawasan Jalan Margonda Raya yang diduga sebagai penyebab tewasnya Ita Sachari (27) dalam kecelakaan tunggal beberapa hari lalu. Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Kalau sudah ajal memang tidak ada yang tahu. Tapi, jika tidak ada sling pembatas di Jalan Margonda Raya, kemungkinan besar leher Ita Sachari tidak akan putus. Polresta Depok dan sejumlah pihak meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Depok, membuka sling pembatas.

Ketua Komisi A DPRD Kota Depok, Nurhasim menegaskan, jika kabel sling di sparator jalan utama di kota sejuta maulid membahayakan pengendara, sebaiknya Pemkot Depok melakukan evaluasi.

“Kalau membahayakan ya harus dievaluasi dulu, paling tidak diganti dengan yang aman,” tutur Nurhasim kepada Radar Depok, Rabu (10/4).

Nurhasim mengaku, kaget mendengar nasib naas yang menimpa ibu tiga anak tersebut. Pasalnya, kecelakaan hingga mengakibatkan kepala terputus di pusat Kota Depok baru pertama kali terjadi. Terlebih, akibat kabel sling di separator jalan.

“Saya melihatnya juga dari facebook, karena saat kejadian masih kunjungan kerja ke Semarang. Kalau karena kabel sling nya, mungkin korban berkendara terlalu cepat dan memang kebetulan kabel sling di sana, kalau pun besi, jika menghantam dengan keras, sama saja bisa pecah juga kepala. Meski, takdir Allah semua orang tidak tahu bagaimana kedepannya,” tegasnya.

Ia menganggap hal tersebut merupakan musibah. Namun, tentunya harus menjadi evaluasi dari pihak terkait, khususnya untuk pemasangan material yang berada di separator jalan agar tidak membahayakan pengendara.

Untuk itu, ia berharap ada pemasangan rambu-rambu lalu lintas yang dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan di Jalan Margonda. Seperti pemasangan rambu batas kecepatan maksimal, sehingga pengendara tidak terlalu cepat membawa kendaraan.

“Kalau jalannya tidak terlalu ngebut, ada kabel itu pun tidak masalah. Kan bagaimana orangnya mengendalikan kendaraan di jalan,” tutur Nurhasim.

Tentunya, sambung Nurhasim, tragedi tersebut menjadi bahan pembelajaran bagi semua pihak, seperti Pemkot Depok yang memasang material aman di jalan, atau pengendara agar lebih tertib berlalulintas dan menaati aturan yang berlaku.

“Helm yang sudah ber-SNI, pakaian yang safety, tahu kondisi fisik layak atau tidak untuk berkendara dan tidak ugal-ugalan di jalan,” terangnya.

Polisi memastikan Ita Sachari (27), ibu rumah tangga yang tewas di Jalan Raya Margonda, Kecamatan Beji, Senin (8/4) disebabkan kecelakaan tunggal. Hasil itu diketahui dari hasil olah TKP, Selasa (9/4).

Kasatlantas Polresta Depok Kompol Sutomo mengatakan, peristiwa tersebut berawal ketika korban melewati jalur cepat dari arah Jakarta menuju Depok dengan sepeda motor.  “Dengan kecepatan tinggi, korban menabrak pembatas jalan atau seperator yang ada tamannya,” ujarnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sutomo mengatakan, kepala korban terbentur pagar pembatas jalan hingga menyebabkan luka.  “Pada pembatas jalan ditemukan helm yang sudah hancur dan goresan di pembatas jalan yang diduga merupakan goresan sepeda motor sebelum korban terbentur di tiang pembatas jalan,” katanya.

Sementara itu, sepeda motor yang ditumpangi korban ditemukan dengan jarak sekitar 30 meter dari lokasi kecelakaan. “Dia jalan di jalur cepat dalam keadaan sepi, dan kemungkinan dia melaju dengan kecepatan tinggi hingga korban dan sepeda motornya terpisah,” ucapnya.

Pihaknya bakal berkirim surat kepada DLHK berisi usulan, agar dinas tersebut meninjau ulang keberadaan tali sling di taman median jalan sepanjang Jalan Raya Margonda. “Kita akan menyurati Dinas Lingkungan Hidup agar jangan pakai kawat sling baja untuk pagar pembatas jalan,” ujarnya.

Sutomo menuturkan, usulan itu akan disampaikan karena keberadaan sling baja terbukti membahayakan pengguna kendaraan, seperti yang dialami Ita Sachari. Apalagi sling baja lama-lama berkarat dan tajam.

“Kawat sling baja itu kena panas, hujan, setiap hari sehingga karatan akhirnya tajam kayak pisau,” bilang Sutomo.

Dia mengusulkan, agar ke depannya DLHK tidak perlu menggunakan sling baja untuk memagari taman di median jalan. Dia memahami kawat itu juga berfungsi mencegah pejalan kaki menyeberang sembarangan. Namun, menurutnya penggunaan tanaman saja sudah cukup.

Menimpali hal ini, Kepala DLHK Depok, Ety Suryahati mengaku, akan melakukan pengecekan terkait sling pembatas dan surat yang ingin dilayangkan Polresta Depok terkait sling. Seperti yang dia sebutkan sebelumnya,  akan mengevaluasi pagar sling baja yang diduga menjadi penyebab putusnya kepala korban kecelakaan hingga tewas. “Saat ini sedang kita evaluasi untuk dicari penggantinya (alternatif),” kata Ety.

Dia mengungkapkan, alternatif yang akan mengganti kawat sling baja dengan pagar tanaman. Hanya saya dirinya belum memastikan kapan pagar itu akan dicabut dan diganti.(rub/cky)

You may also read!

12 Jamaah Umrah Meninggal

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Ini sungguh tragis dan menyesakan hati. Niat tulus ingin beribadah ke tanah suci. 12 korban jamaah korban biro

Read More...

Kapolda Pantau Penghitungan Suara

RADARDEPOK.COM, DEPOK– Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono, melihat langsung proses penghitungan suara Pemilu serentak 2019 di Kota

Read More...

Calon Pemudik Masih Sepi

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang musim mudik Lebaran 2019, aktivitas di Terminal Jatijajar masih tampak sepi, kemarin (23/4). Hanya ada

Read More...

Mobile Sliding Menu