17 April PLN Siapkan 2.918 Posko

In Utama
MENINJAU PASOKAN LISTRIK : Menteri ESDM Ignasius Jonan (kedua kiri) didampingi jajaran direksi PT PLN (Persero) meninjau P2B Jawa Bali di Kelurahan Gandul, Kecamatan Cinere, Jumat (12/4). Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Perusahaan Listrik Negara (PLN), pastikan saat Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April mendatang pasokan listrik aman. Hanya saja, di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sumatera Utara, dan Aceh, yang cadangan listriknya di bawah 30 persen. Penegasan tersebut dilontarkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, ketika menyambangi Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa Bali milik PT PLN (Persero) di Kelurahan Gandul, Cinere kemarin.

“Saya lihat kesiapannya, termasuk kapasitas dan layanan mestinya tidak ada banyak gangguan. Ini juga sampai ke proses perhitungan pesta demokrasi selesai,” kata Menteri ESDM, Ignasius Jonan kepada Harian Radar Depok, Jumat (12/4).

Jonan mengaku, puas dan cukup lega. Dia berpesan, agar PLN tetap berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Khususnya di daerah-daerah terpencil, agar tidak terjadi gangguan, terutama saat pencoblosan nanti.

“Saran saya sih, dicek detailnya, terutama untuk tanggal 17 April yang direncanakan serentak seluruh TPS-nya. Tolong ada pantauan sampai unit rayon kurangnya apa yang diperlukan apa,” terang Jonan.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, sistem kelistrikan hampir di seluruh kawasan Tanah Air sudah cukup dan positif. Terkecuali di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sumatera Utara, dan Aceh, yang cadangan listriknya masih di bawah 30 persen. “Tapi itu bukan shortage, cuma kurang beberapa persen saja. Tapi kalau pesta demokrasi ini, layanannya bisa sampai ke seluruh TPS yang ada,” tegas dia.

Sementara, Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Tengah PT PLN, Amir Rosidin menuturkan, PLN telah menyiapkan sebanyak 30 persen pasokan cadangan listrik, dengan jumlah kekuatan yang disiagakan sebanyak 19 ribu personel dan 2.918 posko aduan.

Amir menjelaskan, jika dilihat sistem Pemilu pada 17 April nanti, beban terbesar terjadi pada siang hari yakni sekitar 15 ribu mega watt hingga 20 ribu megawatt. “Secara sistem, kita cukup, bahkan beberapa pembangkit kita padamkan sekitar 1.000 mw, karena sistem cukup,” terangnya.

Posko pusat yang ada, kata Amir, bakal memantau setiap jam terutama kondisi lapangan di luar Jawa, yakni dipantau 12 jam pagi dan sore. PLN juga telah memiliki aplikasi khusus untuk memantau ketersediaan listrik.

“Seluruhnya hampir terpenuhi, dan cadangannya di atas 30 persen. Kemudian batu bara kita setop 20 hari, seluruhnya sudah memadai kemudian gas kita siap satu kargo dengan Muara Tawang. Sistem Jawa Bali, biasanya transport 2.000 – 2.500, ini turun jadi 1.200, turun sampai 1.000 megawatt,” ujarnya.

Bahkan, PLN akan memberlakukan masa siaga hingga 24 Mei 2019 mendatang.  “Nah, ini kita menyiapkan dukungan transmisi dan semua kita kaji satu per satu, sehingga diyakinkan tidak ada gangguan sama sekali saat pemilu. Kita siapkan kabel bergerak dari satu sistem, dengan cadangannya,” tandas Amir.(rub)

You may also read!

PT USM Kembangkan Pemukiman Sehat dan Asri

RADARDEPOK.COM, DEPOK-PT Unggul Mas Sejahtera (USM) sebagai pengembang perumahan terpercaya di Indonesia, sangat memperhatikan aspek-aspek teknis. Terutama yang berkaitan

Read More...

Dua Minggu Simpang Mampang Masih Macet

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Tak ingin sebelah sisinya kembali ambrol. Akhirnya, Jembatan Mampang, Kecamatan Pancoranmas yang ambrol 28 Juni lalu, diperbaiki secara

Read More...

Rektor UI Harus Pro Mahasiswa-Masyarakat

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Penutupan pendaftaran pemilihan calon rektor Universitas Indonesia (UI) sudah semakin dekat. 2 Agustus mendatang merupakan batas akhir pendaftaran.

Read More...

Mobile Sliding Menu