1,5 Jam di Rumah Sakit Bapak Sudah Gak Ada

In Utama
BANGGA: Keluarga Niman yang tinggal di Jalan Rivaria Dalam RT 04/01, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan pasrah melepasnya sebagai pahlawan demokrasi. Foto: RUBIAKTO/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM – Berita duka kembali datang dari proses pemilu serentak di Indonesia. Kali ini petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 15 Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok. Niman Muslim namanya. Pria berusia 64 tahun itu meninggal pasca bertugas Senin (22/4), di Rumah Sakit Permata Depok.
Keluarga Niman yang ditemui di kediamannya di Jalan Rivaria Dalam, masih tampak syok atas kepergian Niman yang begitu mendadak. Karena, Niman tidak memiliki riwayat sakit. Manih, sang istri harus pasrah, menerima kepergian suaminya. Sejak 17 April Niman harus berangkat pagi, pulang malam untuk melayani kebutuhan demokrasi.

Karena, sebagai anggota KPPS menuntutnya untuk bekerja keras terutama saat hari pencoblosan. Niman pun baru bisa pulang ke rumah pukul empat dini hari saat kotak suara sudah dibawa ke kelurahan.

“Besoknya dia ngeluh pegel–pegel, badannya sakit. Saya panggilin tukang pijit urut, dia minta beliin madu, udah saya kasih. Saya ajak ke dokter dia gak mau, kata dia ntar juga ilang pegelnya. Senin itu kondisinya sangat payah, makanya langsung saya bawa ke dokter. Tapi 1,5 jam di rumah sakit, bapak udah gak ada,” kata Marni, kemarin.

Marni menjelaskan suaminya tidak memiliki riwayat sakit. “Gak ada (riwayat sakit, red), gak punya kolesterol, gula darah atau jantung, dia sehat – sehat aja. Kemarin juga pas dibawa dia kayak tidur gitu abis dari kebon, cuma emang kondisinya udah drop banget,” bebernya.

Di mata keluarga, Niman merupakan sosok yang baik. Karena tidak pernah marah. Ia pun orang yang aktif dalam lingkungan serta sering menyemangati tetangga, serta pengurus lingkungan. Sehingga warga sekitar turut merasa kehilangan atas kepergian Niman.

“Bapak pendiam, gak pernah marah, aktif juga dia ikut pengajian. Pokonya kegiatan lingkungan apapun dia ikut terus, makanya dia diminta pak RT untuk jadi anggota KPPS melihat keaktifan bapak. Terakhir aja kata pak RT, dia minta agar jalan setapak di sini dilebarin,” jelasnya.

Sementara Lurah Bedahan, Dadih Rusmiadi membenarkan korban meninggal lantaran kelelahan. “Iya pak Niman meninggal dunia, faktor meninggal dunia lantaran kelelahan saat menjalankan tugasnya di pemilu 2019,” kata Dadih.

Dia mengaku, kaget dan akan mendatangi ke rumah duka. Berdasarkan informasi Niman tidak memiliki riwayat sakit semasa hidupnya. “Dia (almarhum, red) kelelahan dua hari dua malam belum tidur sehingga kondisi tubuhnya drop,” ujarnya.

Keluarganya hingga saat ini masih syok dan berduka atas meninggalnya Niman. “Keluarga masih syok makanya baru diinformasikan sekarang ke kami,” tuturnya.

Sementara, Ketua PPS Kelurahan Bedahan, Zainudin menuturkan, almarhum sudah dimakamkan. Almarhum kata dia, sosok yang bertangung jawab atas pekerjaanya. “Orangnya rajin dan tanggung jawab. Semua surat undangan dia (almarhum) bagikan sampai selesai. Saya baru tahu tadi pagi dikabarkan ketua KPPS TPS 15,” singkat Zainudin.

Tingginya angka kematian akibat kelehan dinilai Ketua IDI Kota Depok, Sukwanto Gamalyono kedepan sebaiknya petugas terlebih dahulu sebelum menjalankan tugas dilakukan medical check up (MCU). Sehingga bisa terpantau kondisi fisik yang sehat atau tidaknya. Faktor kelelahan serta tingkat stress yang tinggi karena waktu kerja yang panjang serta tekanan membuat fisik tidak kuat.

“Sebaiknya dilakukan MCU supaya terlihat kondisi fisiknya,” ujar Gamal -sapaanya.

Gamal menambahkan, di bidang kesehatan MCU sendiri seharusnya menjadi standar pemeriksaan para petugas KPSS, sehingga bisa lebih selektif. Penanganan yang optimal ketik terjadi kelelahan, karena beban kerja berat harus optimal. Salah satunya dengan membuat shift kerja maksimal delapan jam perorang. “Kalau memang jam kerjanya panjang, dibuat shift,” ungkapnya.(rub/ina)

You may also read!

Terima Kasih Masih Setia

RADARDEPOK.COM – Hari ini Harian Radar Depok berusia 9 tahun. Lahir 15 Juli 2010, di Jalan Raya Kartini No13,

Read More...

Ramai-ramai Sedot Air Tanah

RADARDEPOK.COM – Margonda amblas tinggal menunggu waktu. Hiruk pikuk padatnya jantung Kota Depok itu ternyata di dalam permukaan tanahnya,

Read More...

Agustus Pajak Air Tanah Naik

RADARDEPOK.COM – Tingginya penggunaan air tanah membuat Kota Depok berputar otak. 139  badan usaha wajib pajak pengguna air tanah

Read More...

Mobile Sliding Menu