Warga DDN Usir Paksa Preman

In Satelit Depok
BERSITEGANG : Suasana pengusiran pereman yang menduduki lahan DDN.Foto: INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, CIMANGGIS – Ratusan warga beserta karang taruna (Katar) perumahan DDN Cimanggis nekad mengusir sejumlah preman yang menyerobot area tanah milik warga, di kavling DDN Danau Cibubur Asri, RT5/9, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Senin (25/03).

Warga merasa telah memiliki area seluas 18 hektar berdasarkan sertifikat hak milik berdasarkan Surat Keputusan Kepala Daerah Tingkat 1 Jawa Barat tgl 3-1-1978 No.SK.6/Dit.P3HT/HM/1978 kepada pejabat dilingkungan Departemen Dalam Negeri sebanyak 260 Sertifikat Hak Milik oleh Badan Pertanahan Nasional (BPH) RI.

“Ini jelas penyerobotan. Karena itu, kami para pemilik lahan punya hak untuk mengusir para preman itu,” kata Ketua Paguyuban Warga kavling DDN Danau Cibubur Asri RT 05 RW 09 Harjamukti Cimanggis Depok, Annie Koeswoyo, saat dihubungi, Senin(25/03).

Dia menuturkan, warga sudah cukup sabar menerima sikap para preman tersebut. Namun, ketika dibiarkan ulah preman semakin menjadi-jadi.

“Mereka melakukan intimidasi fisik terhadap warga kavling DDN Danau Cibubur Asri RT5/9, Kelurahan Harjamukti, ” tuturnya.

Semenjak kedatangan para preman, kawasan yang terletak persis di sebelah Bumi Perkemahan Jambore Cibubur dan di belakang lokasi proyek Transpark Cibubur ini menjadi mencekam. Beberapa tahun ini, sekelompok preman tersebut melakukan penyerobotan dan penguasaan beberapa kavling di perumahan tersebut.

“Mereka mengklaim mewakili ahli waris Pangeran Ahmad Bolonson. Klaim yang tidak bisa dibuktikan. Karena telah diterbitkan sertifikat hak milik berdasarkan Surat Keputusan Kepala Daerah Tingkat 1 Jawa Barat tgl 3-1-1978 No.SK.6/Dit.P3HT/HM/1978 kepada pejabat dilingkungan Departemen Dalam Negeri sebanyak 260 Sertifikat Hak Milik oleh Badan Pertanahan Nasional (BPH) RI, ” tegasnya.

Saat warga hendak membuat pagar, para preman juga tanpa takut menghalang-halangi  pemilik. Melalui gabungan masyarakat dan para pemuda karang taruna warga berniat mengusir paksa preman suruhan tersebut.

“Kami tunggu sikap tegas aparat hukum yang belum ada gerakannya. Jadi biar kami yang bergerak, “ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, warga dan karang taruna masih bersitegang dengan  para preman yang enggan meninggalkan area milik warga. (dra)

You may also read!

Tidak Bergarasi Denda Rp20 Juta 

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pemkot Depok tidak main-main, dengan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Bidang Perhubungan. Aturan

Read More...

Masuk UI Mengular

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Gejolak rencana penerapan Secure Parking di kawasan Kampus Universitas Indonesia (UI) masih terus berlanjut. Kemarin, tak hanya mahasiswa

Read More...

Serba “Paket Khusus” di Tewink Salon

RADARDEPOK.COM, DEPOK –  Tewink Salon Muslimah cabang Margonda terus berikan kenyamanan bagi para pelanggan setia. Bagi para karyawan kini

Read More...

Mobile Sliding Menu