SMA Lazuardi Sajikan Drama 3 Negara

In Pendidikan

TAMPIL: Siswa-siswa SMA Lazuardi sedang menampilkan drama dalam kegaitan Festival Dussehra yang ada di sekolahnya. Foto:IST

PANCORANMAS – Sebanyak tiga drama yang diadaptasi dari cerita di tiga negara, disajikan siswa-siswa SMA Lazuardi di Festival Dussehra. Ada cerita “Diaz Dioz Moletoz” atau “The Death Festival” dari Meksiko, “Festival Holi” dari India, dan “Alladin” dari Timur Tengah.

Ketua Panitia, Prita Elriza Putri dalam keterangan rilisnya menjelaskan, pertama adalah The Death Festival. Drama yang ditampilkan di sesi pertama ini diadaptasi dari Cerita Rakyat Meksiko. Marco, tokoh utama dalam drama itu sangat sedih setelah kematian ibunya yang  membuatnya menderita depresi yang berkepanjangan. Depresi bertambah buruk yang membuatnya kehilangan kesadaran. Dia benar-benar telah kehilangan kesadarannya. Keluarga dan kerabatnya menunjukkan empati mereka dan terus memberi semangat supaya ia tidak terlalu larut dalam nestapa. Mereka melakukan yang terbaik untuk menyembuhkan luka di hatinya meskipun gagal. Marco bertemu dengan takdirnya.

“Dia meninggal. Diriwayatkan bahwa di akhirat, Marco bertemu dengan almarhum ibunya. Kasihnya yang dalam kepada ibunya menghasilkan luka yang teramat  dalam, jelasnya.

Selanjutnya, di drama kedua ada Festival Holi. Diriwayatkan dalam adegan ini, bahwa keserakahan dan keinginan jahat lainnya, seperti yang diwakili  dari karakter Raja di cerita ini akan dikalahkan oleh perbuatan baik. Dan pertunjukan drama terakhir adalah Aladdin yang merupakan dongeng terkenal dari 1001 malam. Para aktor dan aktris, penari, penulis layar, kru melakukan upaya terbaik mereka untuk mewujudkannya.

Setelah dimanjakan dengan drama, kegembiraan lain diberikan untuk menandai puncak keseluruhan acara, yakni ada tarian etnis dan India serta pertunjukan musik. Para penari dengan pakaian tradisional yang indah dan berwarna-warni menari dengan anggun bersama dengan musik yang serasi membawa nuansa ceria.

“Selain itu, pertunjukan Jimbe dan perkusi serta musik kontemporer ditampilkan dalam harmoni yang luar biasa. Mereka telah membuktikan bahwa itu benar untuk membuat semua pendengar terkesan,” terangnya. (peb)

You may also read!

Terduga Teroris Ditangkap di Pancoranmas

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Setelah membekuk terduga teroris di Kelurahan Nanggewer, Cibinong Bogor beberpa hari lalu. Densus 88 anti teror kemarin menyasar

Read More...

5.000 FPI Depok ke KPU

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok, ikut berpartisipasi dalam unjuk rasa di hari pengumuman rekapitulasi Pemilihan Umum (Pemilu)

Read More...

Ada Pungli, Laporkan!

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemkot Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menjamin masyarakatnya dapat bermain tanpa

Read More...

Mobile Sliding Menu