Sidang Pasar Kemirimuka Berlarut-larut

In Metropolis
BERLARUT-LARUT: Kepastian pengelolaan Pasar Kemirimuka yang berada di kawasan Kecamatan Beji, belum tetap. Foto: FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sidang lanjutan gugatan Pemkot Depok terhadap PT Petamburan Jaya Raya (PT PJR) terkait kepemilikan lahan Pasar Kemirimuka kembali dilanjutkan, Selasa (2/4), setelah sebelumnya pedagang kalah, kali ini Pemkot Depok mencoba kembali melawan PT PJR.

Menurut Humas PN Depok, Nanang Herjunanto, telah dilakukan lanjutan sidang terkait gugatan yang dilakukan Pemkot Depok terhadap kepemilikan lahan Pasar Kemirimuka. “Kemarin dilakukan sidang dengan agenda replik duplik,” kata Nanang.

Sidang akan dilanjutkan Selasa (2/4) dengan agenda pembacaan duplik. “Setelah gagal mediasi, keduanya melanjutkan dengan menggelar persidangan,” kata Nanang.

Sementara itu, Kabid Hukum Pemkot Depok, Selviadona mengatakan, PT PJR telah melakukan perlawanan terhadap hukum, karena tidak pernah melaksanakan kewajibannya menyerahkan tanah seluas 2.6 hektar yang sekarang berdiri Pasar Kemirimuka. “Kami tidak akan menyerah karena mereka melanggar hukum,” tukas Selviadona.

Di persidangan, pedagang pasar akan menyiapkan riwayat tanah, sebagai senjata baru dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Kuasa hukum pedagang Pasar Kemirimuka, Leo Prihardiansyah mengaku serius membantu Pemerintah Kota Depok untuk melawan PT Petamburan Jaya Raya dalam sidang gugatan Pemkot Depok.

Menurut Leo, pedagang dan Pemkot Depok sama-sama ingin berjuang mempertahankan lahan pasar yang telah lama bersengketa tersebut.

Dia mengatakan, akan membawa bukti baru berupa Kohir dan sejarah awal tanah yang menjadi sengketa. Dari bukti tersebut akan terlihat siapa sebenarnya yang paling berhak, untuk memiliki dan mengelola lahan pasar kemirimuka.

“Kita akan bawa Kohir dan sejarah awal terbentuknya Pasar Kemirimuka,” kata Leo.

Dia berharap, dalam persidangan yang akan dilaksanakan Pemkot Depok dapat memenangkan sengketa tersebut. Karena akan mempengaruhi nasib pedagang pasar yang sudah berdagang disitu.

“Kami berharap majelis hakim bisa lebih adil dalam memutuskan perkara tersebut. Sidang selanjutnya Selasa (2/4),” tegas Leo.

Sementara itu, Koordinator Pedagang Pasar Kemirimuka, Karno mengatakan akan tetap bertahan di Pasar Kemirimuka. Menurutnya sejak awal pedagang sudah berjualan di Pasar Kemirimuka dengan dilindungi pemerintah, terbukti dengan ditempatkan UPT Pasar Kemirimuka.

“Kami akan tetap bertahan karena kami yakin itu merupakan lahan milik pemkot Depok,” katanya. (rub)

You may also read!

Terima Kasih Masih Setia

RADARDEPOK.COM – Hari ini Harian Radar Depok berusia 9 tahun. Lahir 15 Juli 2010, di Jalan Raya Kartini No13,

Read More...

Ramai-ramai Sedot Air Tanah

RADARDEPOK.COM – Margonda amblas tinggal menunggu waktu. Hiruk pikuk padatnya jantung Kota Depok itu ternyata di dalam permukaan tanahnya,

Read More...

Agustus Pajak Air Tanah Naik

RADARDEPOK.COM – Tingginya penggunaan air tanah membuat Kota Depok berputar otak. 139  badan usaha wajib pajak pengguna air tanah

Read More...

Mobile Sliding Menu