Sebelum Diberlakukan, Disnaker Sosialisasi UMK

In Metropolis
SOSIALISASI : Disnaker Kota Depok selepas menggelar sosialisasi UMSK Kota Depok. Foto: SANI/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Terkait kenaikan upah minimum kota (UMK) Depok 2019 yang mengalami kenaikan menjadi Rp 3.872.551,72 dari sebelumnya pada tahun 2018 UMK di Depok Rp3.584.700,29. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok menyatakan penyampaian (sosialisasi) perlu dilakukan agar perusahaan dapat segera menerapkan kebijakan baru tersebut.

Kepala Disnaker Kota Depok, Manto Djorghi mengatakan, pihaknya telah selesai menggelar Sosialisasi Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Tahun 2019, yang ditujukan ke perusahaan di bawah Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Supaya terjalin kesamaan persepsi antara pemerintah kota dengan perusahaan.

“Kegiatan ini sebagai upaya menyamakan persepsi dan memberikan pemahaman terhadap perusahaan terkait kebijakan upah minimum, yang sudah tertuang dalam keputusan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Nomor 561/Kep.159-Yanbangsos/2019 tentang Upah Minimum Sektoral Kota Depok Tahun 2019,” katanya kepada Radar Depok, kemarin (18/3).

Dia menjelaskan, besaran upah yang diterima para pekerja tidak semuanya sama. Tergantung dari kajian sektor unggulannya. Seperti 19 industri sektoral di Kota Depok, meliputi industri makanan, minuman, kosmetik, kimia dasar, dan logam yang sudah jelas memiliki pemasukan serta pengeluaran yang berbeda.

“Selain itu, kenaikan juga tergantung negosiasi pekerja, penghitungan ekonomi makro dan lainnya. Kenaikannya berbeda-beda, ada yang maksimal delapan persen, ada yang di bawah itu. Beragam,” jelasnya.

Penetapan UMSK di Kota Depok sudah melalui beberapa proses kajian. Setelah itu, baru ada kesepakatan antara asosiasi pengusaha dengan serikat pekerja buruh dari sektor terkait.

“Menurut informasi, baru ada empat kota/kabupaten di Jabar yang sudah menetapkan UMSK, salah satunya Kota Depok. Empat wilayah ini benar-benar mendorong ke Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) kabupaten kota masing-masing. Kemudian, pihak Apindo bernegosiasi dengan pekerja dan buruh. Ini dua poin penting yang mendasari gubernur menetapkan UMSK,” paparnya.

Disnaker Depok berharap, melalui kegiatan sosialisasi masing-masing perusahaan mengetahui besaran UMSK yang harus diberikan kepada pekerja. Sehingga kesejahteraan pekerja dapat terjamin.

“Mudah-mudahan semua perusahaan, bisa menerapkan apa yang sudah disepakati bersama,” terang Manto. (san)

You may also read!

Depok Cekal Kucumbu Tubuh Indahku

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Sebelum beras menjadi bubur. Rabu (24/4), Pemkot Depok melayangkan surat keberatan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Keladinya, film

Read More...

Walikota Ajak 2.000 Anak Gerimis Telur

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Kota Depok berinisiasi meningkatkan pola pangan dan kecerdasaan tumbuh kembang anak. Caranya, dengan menggaungkan Gerakan Intensif Minum Susu

Read More...

CPNS Dapat Dispensasi

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Pendidikan Kota Depok mengeluarkan kebijakan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) honorer K2 guna menuntaskan

Read More...

Mobile Sliding Menu