Sabu Rp30 Miliar Simpan di Ember

In Utama
DISEGEL : TKP penggerebakan peredaran narkotika jenis sabu-sabu pada salah satu warung di kawasan Jalan Baru Plenongan, RT 01 RW 19, Kecamatan Pancoranmas, Minggu (24/3). Insert : Pelaku Yusuf sedang membawa barang bukti sabu yang di simpan dalam ember. Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Entah apakah terungkapnya kasus ini yang disebut-sebut pembuktian Kota Depok, ada 9 kampung narkoba. Sabtu (23/3), Badan Narkotika Nasional (BNN), menggerebek sebuah toko kelontong di Jalan Baru Plenongan, RT1/19, Kecamatan Pancoranmas milik Yusuf. Dalam warung tersebut BNN mendapati sabu siap edar seberat 10 kilogram (Kg). Pengembangan tak berhenti, Zaky yang sedang mengendarai kendaraannya dihentikan BNN di Jalan Baru Plenongan, membawa barang bukti sebuah tas berwarna hitam berisi sabu sebanyak 10 bungkus atau 10 Kg.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, penangkapan terhadap jaringan narkotika Malaysia-Aceh-Medan-Jakarta-Depok ini dilakukan, Sabtu (23/3). Penangkapan dilakukan di dua lokasi yang berbeda. “Kami berhasil mengamankan dua tersangka yakni Yusuf dan Zaky,” kata Jenderal Bintang Dua ini, kepada Harian Radar Depok melalui keterangan persnya.

Menurut dia, pengungkapan kasus tersebut dilakukan di dua lokasi. Yakni, di Jalan Baru Plenongan RT1/19 Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoranmas, sekra pukul 15:30 WIB. Dari seorang tersangka bernama Zaky BNN mengamankan barang bukti, sebuah tas berwarna hitam berisi sabu-sabu sebanyak 10 bungkus.

Kemudian, berdasarkan pengembangan yang dilakukan BNN menemukan Yusuf sebagai pengendali, yang berhasil ditangkap di Jalan Serua Raya Bojongsari, Kota Depok, sekitar pukul 16:00 WIB. Ditempat Yusuf, BNN juga mengamankan 10 bungkus sabu siap edar, yang disimpan di atas loteng di dalam ember warungnya di Jalan Baru Plenongan. “Pengungkapan berhasil berdasarkan info yang diterima anggota BNN dari masyarakat, bahwa akan ada transaksi,” kata Arman Depari.

Dari keterangan tersangka, diketahui barang bukti narkoba tersebut berasal dari dari Malaysia diselundupkan melalui laut ke Aceh masuk Medan lalu dibawa ke Jakarta. Melalui jalur darat menggunakan bus umum, dan kemudian disimpan di Depok untuk diedarkan sesuai pesanan. Sehingga total sabu dari tangan Zaky dan Yusuf yang berhasil disita petugas kata Arman sebanyak 20 Kg senilai sekitar Rp 30 Miliar.

“Saat ini, para tersangka dan barang bukti sudah dibawa ke Gedung BNN, Cawang untuk pengembangan dan penyidikan,” tegasnya.

Sementara, Ketua RT RT1/19, Ismail menjelaskan, paket narkoba tersebut dibungkus dalam kemasan makanan dan diletakkan dalam sebuah ember. “Seperti bungkus mie instan pas dicek di dalamnya ada sabu,” katanya.

Ismail menuturkan, Yusuf sudah membuka toko kelontong sekitar lima tahun. Sehari-hari, kata dia, tidak ada aktivitas yang mencurigakan. “Sudah lama dia dagang di sini, tapi kalau tinggalnya di Beji,” kata dia.

Paska penggerebekan di warung kelontong di Jalan Baru Plenongan,  lingkungan di sekitar warung berjalan normal. Meski dipasang pembatas polisi, aktifitas berjalan normal. Seperti biasa, aktifitas di Jalan Baru Plenongan selalu ramai, karena dikawasan tersebut memang kerap dijadikan pangkalan bagi para pengemudi ojek daring. Begitupula warung milik Yusuf (40) yang kerap menjadi tempat mangkal ojek daring.

Salah satu pengendara ojek daring di kawasan Stasiun Depok Baru, Maulana mengatakan, suka beli rokok disitu. Dan tidak ada yang aneh, kaya warung pada umumnya. “Kalau beli rokok kan suka kesini, kan disebelah juga warung makan, beli rokoknya deket,” kata Maulana.

Dia mengaku, tidak menyangka, kalau Yusuf bisa berbuat demikian. “Ngga nyangka, suka ngobrol juga, dia orangnya baik. Atau memang semua pedagang baik?” tanya Maulana.

Demikian yang dialami penjual warung makan, yang dempet dengan warung Yusuf. Bude, sapaan akrap penjual warung makan mengaku juga tidak menyangka. Dia terkejut, saat polisi datang ke warung milik Yusuf. “Tiba-tiba kok ada ramai-ramai, ternyata dia kena kasus narkoba,” tutur Bude.(rub)

You may also read!

Tidak Bergarasi Denda Rp20 Juta 

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pemkot Depok tidak main-main, dengan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Bidang Perhubungan. Aturan

Read More...

Masuk UI Mengular

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Gejolak rencana penerapan Secure Parking di kawasan Kampus Universitas Indonesia (UI) masih terus berlanjut. Kemarin, tak hanya mahasiswa

Read More...

Serba “Paket Khusus” di Tewink Salon

RADARDEPOK.COM, DEPOK –  Tewink Salon Muslimah cabang Margonda terus berikan kenyamanan bagi para pelanggan setia. Bagi para karyawan kini

Read More...

Mobile Sliding Menu