Pelatih Basket Pelajar Galau

In Depok Sport
KOMPAK: Pelatih tim basket putra Kota Depok untuk Popwilda 2019, Reffvin Erdiham berfoto bersama atlet-atletnya usai menjalani sesi latihan, beberapa waktu lalu. Foto: IMMAWAN/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pelatih tim basket pelajar Kota Depok sedang galau.

Rupanya, rangkaian ujian akhir sekolah berhasil membuat mereka ikut pusing, bersama para atlet yang tengah menjalani rangkaiannya.

Pelatih tim pelajar putra Kota Depok untuk Pekan Olahraga Pelajar Wilayah Daerah (Popwilda) 2019, Reffvin Erdiham khawatir, para atlet kesulitan mengatur waktu. Sehingga, mengurangi capaian mereka di latihan, maupun di ujian.

”Harusnya tanggung jawab di sekolah dan latihan bisa jalan beriringan. Tapi sayangnya, ada pemain yang bisa mengatur waktu, dan ada yang tidak,” terang Reffvin kepada Harian Radar Depok, Selasa (19/3).

Tim basket pelajar Kota Depok untuk Popwilda 2019, terdiri dari 15 atlet putra dan 15 atlet putri kelahiran 2003 dan sesudahnya.

Alhasil, banyak atlet yang masih duduk di kelas 9 SMP dan sedang mengikuti rangkaian ujian akhir sekolah. Mulai dari pendalaman materi, ujian-ujian praktek, ujian sekolah, sampai Ujian Nasional (UN) di akhir April.

Reffvin menjelaskan, akibat rangkaian ujian ini, banyak atlet yang absen latihan.

”Kalau begini terus, latihan bisa tidak maksimal dan menyimpang jauh dari program yang sudah disusun,” kata Reffvin.

Demi mencegah yang dihawatirkan terjadi, Reffvin berniat mengumpulkan para orang tua atlet. Dia ingin berdiskusi dan bersama-sama mencari solusi dari persoalan ini.

Sementara ini, Reffvin mengaku hanya bisa memotifasi atlet untuk terus giat berlatih. Dan mulai membagi waktu.

”Saya sampaikan ke mereka, bahwa ini adalah salah satu tantangan bagi mereka yang ingin menjadi student-atlet,” imbuhnya.

Menurut Reffvin, kendala waktu ini ikut mempengaruhi rencana pembentukan tim utama. Mengingat status pemain sementara ini masih dalam tahap seleksi berjalan.

“Karena situasi ini, cukup sulit menentukan pemain mana yang sebenarnya memiliki komitmen tinggi, sekaligus dibutuhkan oleh tim.  Karena ada pemain yang cukup berpotensi, tapi orang tuanya mau anaknya begini dan begitu,” paparnya.

Reffvin berharap, para pemain cukup menyikapi situasi ini sebagai tantangan.

”Untuk para orang tua, ayo support anak-anak agar mereka bisa mendulang prestasi di bidang akademik, serta non akademik,” pungkasnya. (mg2)

You may also read!

Depok Cekal Kucumbu Tubuh Indahku

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Sebelum beras menjadi bubur. Rabu (24/4), Pemkot Depok melayangkan surat keberatan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Keladinya, film

Read More...

Walikota Ajak 2.000 Anak Gerimis Telur

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Kota Depok berinisiasi meningkatkan pola pangan dan kecerdasaan tumbuh kembang anak. Caranya, dengan menggaungkan Gerakan Intensif Minum Susu

Read More...

CPNS Dapat Dispensasi

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Pendidikan Kota Depok mengeluarkan kebijakan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) honorer K2 guna menuntaskan

Read More...

Mobile Sliding Menu