Pelaku Eksploitasi Divonis 8 Tahun

In Metropolis

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Aida binti Arsyad warga Jalan Kipas Angin Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cimanggis divonis delapan tahun penjara lebih rendah dari tuntutan jaksa selama 10 tahun penjara. Karena telah mengeksploitasi warga negara Indonesia ke luar negeri, dalam persidangan yang dilakukan di Pengadilan Negeri Kota Depok, Selasa (26/3).

Hal tersebut terjadi sekitar bulan September 2015, berawal dari saksi Tuti Kurnia warga Kabupaten Bandung ditawari kerja di luar negeri oleh saksi Neneng Aning sebagai pembantu rumah tangga di Abu Dhabi dengan gaji sebesar Rp6 juta per bulan, dan mendapatkan uang fit Rp5 juta.

Karena tertarik dengan gaji yang besar, saksi Tuti menyerahkan paspor kepada saksi Neneng, sontak neneng langsung mengajak Tuti ke Jakarta untuk medical check up di daerah Condet Jakarta Timur. Setelah dinyatakan sehat, Tuti menerima uang fit sebesar Rp3 juta dan dibawa dan ditampung ke rumah terdakwa di Jalan Kipas Angin Mekarsari Depok selama satu bulan.

Tidak sendiri, selain Tuti juga ada Neneng Aisah yang ditampung di rumah terdakwa selama kurang lebih tiga bulan, tanpa pelatihan maupun asuransi tenaga kerja dan perjanjian kerja pada tanggal 14 Desember 2015, terdakwa mereka ke Irbil Iraq melalui Surabaya – Singapura – Doha – Irbil Iraq namun sesampainya di Irbil Iraq, mereka malah ditangkap polisi bandara selama kurang lebih tujuh hari karena tidak memiliki visa dan visa yang dimiliki palsu.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Depok, Rozi Julianto menyatakan, terdakwa terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana.

“Turut serta melakukan perbuatan membawa warga Negara Indonesia  keluar Wilayah Negara Republik Indonesia dengan maksud untuk di diekploitasi diluar wilayah Negara Republik Indonesia, sebagaimana dimaksud dalam dakwaan Kesatu melanggar Pasal 4 jo. Pasal 48 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang jo. Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP,” kata Rozi dalam persidangan.

Sehingga pihaknya meminta kepada Majelis hakim agar menjatuhkan hukum pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 10 (sepuluh) tahun dikurangi selama terdakwa dalam penahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan Dan Denda Sebesar Rp200 juta Subsidair tiga bulan kurungan.

Sementara itu, Hakim Sobandi memutuskan, dan menyatakan Terdakwa Aida Binti Arsad tersebut diatas telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Turut Serta mengeksploitasi secara ekonomi Warga Negara Indonesia,“ kata Sobandi di pengadilan.

dengan demikian pihaknya menjatuhkan hukuman pidana lebih rendah dari tuntutan Jaksa dua tahun, dengan pidana penjara selama 8 tahun dan denda Rp200 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan penjara.

”Pidana penjara selama 8 tahun, denda Rp200 juta, dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan penjara,” kata Sobandi memutuskan. (rub)

You may also read!

market day SDI G Labs

Market Day SD G-Labs untuk Budaya Antre

PROGRAM : SD Global Islamic Labschool mengadakan kegiatan Market Day. FOTO : SDI G-LABS FOR

Read More...
Ilustrasi cuaca ekstrem

Ternyata Ini Kronologis Cuaca Ekstrem di Indonesia

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM JAKARTA - Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) berpendapat, berdasarkan pantauannya sejak awal tahun 2020,

Read More...
pensiunan PNS

Tunggu Hal Ini, BKN Akan Terapkan Skema Pensiun Baru

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Skema pensiun Pay as you go jika berubah menjadi Fully Funded, menurut Badan

Read More...

Mobile Sliding Menu