Ojol Stasiun Depok Pindah ke Shelter

In Metropolis
TELAH TERSEDIA : Tampak terlihat shelter penjemputan ojek online yang sudah tersedia di Jalan Anggrek, Kecamatan Pancoranmas, Senin (18/3). Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kemacetan panjang yang setiap hari terjadi di sepanjang Jalan Raya Kartini, sebagian besar disebabkan keberadaan ojek daring (ojol) yang kerap ngetem dan mengambil penumpang di bahu jalan.

Kemarin (18/3) suasana di jalan tersebut cukup lancar. Hal itu karena ojol kini sudah memiliki selter, yang digunakan sebagai titik poin untuk menjemput penumpang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, selter yang berdiri tepat di samping restoran siap saji Steak Moen-moen itu sebagai wadah untuk pengendara ojek daring saat menunggu penumpang. Sekaligus suatu cara mengurai kemacetan yang terjadi di depan Stasiun Depok.

“Kita sedang tata kawasan Stasiun Depok, ada manajemen rekayasa lalu lintas dan hari ini (kemarin) lagi uji coba memasukkan ojol ke selter yang dirumuskan bersama-sama antara pihak yang terkait,” kata Dadang kepada Radar Depok di Balaikota, kemarin (18/3).

Dia menuturkan, uji coba rekayasa lalu lintas dengan fasilitas selter ini berlangsung hingga seminggu ke depan. Dishub Depok bersama Karang Taruna Kelurahan Depok dan satgas ojek daring pun akan berjibaku menata arus lalu lintas, supaya tertib dan teratur.

“Untuk seminggu ini kami akan informasi ke seluruh pengendara ojol yang beraktivitas di Stasiun Depok untuk segera masuk ke selter, mudah-mudahan berjalan dengan sesuai rencana yang diharapkan,” tuturnya.

Supaya memudahkan pengguna ojek daring menemukan driver (pengendara). Dadang sudah berkomunikasi dengan aplikator grab dan gojek, untuk merelokasi sinyal masuk ke dalam selter.

“Sekarang kami baru imbauan selama seminggu kedepan, selesai seminggu ini kami akan tertibkan ojol yang masih nongkrong di trotoar,” papar Dadang.

Terpisah, Pengurus Selter Depok, Ardi Tosan menerangkan, setiap harinya ojek daring di kawasan Stasiun Depok mencapai 1.200 pengendara. Namun jumlah itu fluktuatif, dengan waktu terparah pada jam sibuk (pagi dan sore).

Berdirnya selter ini, lanjutnya, berkat swadaya dari pengendara, masyarakat, dan karang taruna setempat. Sehingga fasilitas yang berada disana pun masih belum memadai, seperti tidak tersedianya Musala, toilet, dan terminal (colokan) listrik, dan bangku untuk penumpang dan pengendara ojek daring.

“Nantinya selter ini akan sama dengan yang ada di Stasiun Depok Baru, dan hadirnya selter ini berangkat dari keluhan masyarakat yang sudah jenuh dengan kemacetan di Jalan Kartini ini,” terangnya.

Selain sosialisasi kepada pengendara dan pengguna ojek daring. Pihak selter juga melakukan pendekatan dengan masyarakat setempat. Supaya memperbolehkan para penumpang melintasi jalan lingkungan untuk menuju ke selter.

“Pengendara ojol sudah tidak diperbolehkan lagi menunggu penumpang di depan loket stasiun, tapi menyarankan penumpang kesini (selter). Sekitar 100 meteran lah untuk sampai di selter dengan menggunkan marka (rambu) jalan supaya tidak tersesat,” bebernya.

Karena pengelola selter ini sama dengan di Stasiun Depok Baru, sehingga juga diterapkan karcis masuk yang dibayarkan sebesar Rp2 ribu oleh pengendara ojek daring. “Itu untuk selama satu hari, bukan setiap masuk sini. Nanti uangnya dipakai untuk fasilitas dan bayar sewa tanah ini,” pungkas Ardi. (san)

You may also read!

12 Jamaah Umrah Meninggal

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Ini sungguh tragis dan menyesakan hati. Niat tulus ingin beribadah ke tanah suci. 12 korban jamaah korban biro

Read More...

Kapolda Pantau Penghitungan Suara

RADARDEPOK.COM, DEPOK– Kapolda Metro Jaya, Irjen Gatot Eddy Pramono, melihat langsung proses penghitungan suara Pemilu serentak 2019 di Kota

Read More...

Calon Pemudik Masih Sepi

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang musim mudik Lebaran 2019, aktivitas di Terminal Jatijajar masih tampak sepi, kemarin (23/4). Hanya ada

Read More...

Mobile Sliding Menu