Hari Ini Sidang Gugatan Aset FT

In Utama
Risqie Rahmadiansyah, Kuasa Hukum Jamaah

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Sidang gugatan korban calon jamaah umrah First Travel mulai disidangkan perdana pada Rabu (20/3). Tim pengacara mengaku, sudah siap menghadapi sidang gugatan perdata di Pengadilan Negeri Depok.

Perlu diketahui, pascaputusan kasasi oleh Mahkamah Agung dengan Nomor Perkara 3095 K/PID.SUS/2018 dan 3096 K/PID.SUS/2018, yang menyatakan bahwa Kasasi Jaksa Penuntut Umum dan Terdakwa Pemilik First Travel, Andika Surachman dan Annies Desvitasari Hasibuan dengan Nomor Perkara 3096 K/PID.SUS/2018 serta Direktur Keuangan mereka Siti Nuraida Hasibuan dinyatakan di Tolak. Sehingga putusan tersebut mengembalikan pada Putusan Pengadilan Negeri Depok, yang menyatakan Menvonis masing-masing 20 Tahun, 18 Tahun dan 15 Tahun Penjara, serta Merampas Semua Aset untuk Negara.

Terkait hal tersebut kuasa hukum korban First Travel yang tergabung dalam Advokat Pro Rakyat menyatakan bahwa hal tersebut memupus harapan jamaah untuk berangkat ke tanah suci atau umrah.

“Jamaah merasa dizalimi, karena haknya untuk berangkat umrah gagal,” ungkap kuasa hukum jamaah First Travel, Risqie Rahmadiansyah kepada Radar Depok, kemarin (19/3).

Dengan demikian, ribuan Jamaah yang tergabung dalam Perkumpulan agen jamaah korban First Travel (PAJAK FT) menggugat pemilik First Travel dan juga Kejaksaan Negeri Depok terkait aset yang ada di kejaksaan.

Para jamaah masih berkeyakanin bahwa jalur ini akan mampu memberangkatkan jamaah. “Jamaah masih berharap banyak, dapat berangkat umrah. Karena sebagian besar dari mereka sudah melunasi biaya keberangkatan umrah,” kata Risqie.

Dia juga mengatakan sudah melengkapi persiapan sidang yang bakal dihadapinya, dengan mendatangkan para korban jamaah umrah First Travel.

Sebelumnya, Risqie menyebutkan, gugatan ini dinilai sebagai upaya hukum setelah putusan kasasi Mahkamah Agung RI menolak keberatan pemilik First Travel Andika Surachman dan Anniesa Desvitasari terkait aset First Travel dari sita negara menjadi sita umum. Pihaknya meminta supaya aset yang awalnya sebagai sita negara menjadi sita umum agar bisa dilelang atau dijual sebagai ganti rugi jamaah.

“Upaya hukum menuntut negara tersebut agar aset-aset First Travel berstatus quo dan tidak boleh dieksekusi menjadi sita negara dan menghindari pihak lain yang ingin mengambil alih kepemilikan aset Andika dan Anniesa,” ujar Risqie, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, pengadilan dapat memerintahkan Kejaksaan Agung untuk menunda putusan. Ia mengatakan, sita negara harus memperhatikan faktor kepentingan banyak pihak. Dalam kasus ini, kepentingan utama adalah ribuan calon jamaah First Travel yang gagal berangkat umrah akibat tindak kejahatan pendiri perusahaan tersebut.

“Lebih baik dipailitkan saja First Travel supaya dibuka semuanya. Siapa kreditur separatis, konkuren, preferen. Kami mau melihat siapa yang memegang hak tanggungan aset First Travel,” katanya.

Sengkarut status aset First Travel bermula ketika Kejaksaan Agung menuntut Andika dan Anniesa dalam perkara pidana karena melakukan Tindakan Pencucian dan Penggelapan Uang (TPPU) dengan perkara Nomor 3095 K/PID.SUS/2018 dan 3096 K/PID.SUS/2018. Dalam tuntutan, Kejaksaan Negeri Depok meminta pengadilan untuk menghukum penjara Andika dan Anniesa. Kemudian, aset keduanya menjadi dirampas untuk negara. Gugatan itu diterima PN Depok.

Kemudian, Andika dan Anniesa mengajukan memori kasasi Nomor 83/Pid.B/2018/PN.Dpk meminta supaya aset-asetnya menjadi sita umum agar bisa mengembalikan ganti rugi uang kepada jamaah. Namun, keberatan Andika dan Anniesa ditolak MA dan aset mereka tetap menjadi sita negara. Putusan MA juga memvonis Andika dan Anniesa masing-masing dihukum penjara selama 20 tahun dan 18 tahun. Vonis kedua adalah aset pendiri First Travel dirampas untuk negara dan vonis terakhir yakni, keduanya harus membayar denda Rp10 miliar subsider 8 bulan penjara. (rub/**)

You may also read!

Warga Depok di Sekitaran UIII, Siap Melawan

MEDIASI : Sejumlah warga yang terdampak pembangunan UIII melakukan mediasi dengan pihak Kementerian Agama RI,

Read More...

Berziarah ke Makam Ibnu Abbas

  Laporan: HM. Badruddin Ali (TPIHI Kloter 63 JKS)   Melanjutkan rangkaian ziarah di Kota Makkah, Jamaah Kloter 63 JKS Kota Depok, pada

Read More...

SDN Cipayung 4 Dijarah Maling, Alat Elektronik Raib

BERANTAKAN : Suasana ruangan guru di SDN Cipayung 4 yang berantakan karena disatroni maling, Minggu

Read More...

Mobile Sliding Menu