Golok Depok Milad ke-2

In Depok Sport
SOLID : Ketua Golok Depok, Ahmad Tamami Husein, Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna dan pengurus Golok Depok berfoto bersama pada perayaan Milad Golok Depok, Minggu (17/3). Foto: GOLOK DEPOK FOR RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Komunitas Golok Depok merayakan milad ke-2, Minggu (17/3). Perayaan milad berlangsung meriah di Kampung 99 Pepohonan, Meruyung, Kecamatan Limo.

Dihadiri Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna, perayaan Milad dimeriahkan oleh beragam pertunjukan seni budaya dari anggota Golok Depok, dan perguruan-perguruan pencak silat yang hadir.

Ketua Golok Depok, Ahmad Tamami Husein menyebutkan, perayaan dimulai dengan seminar sejarah Golok Depok. Dilanjutkan dengan pembagian doorprize bilah golok dan perangkatnya.

“Sebagai acara pamungkas, tentu saja kami menampilkan pameran dan uji kemampuan golok tradisional,” terang Tamami kepada Harian Radar Depok di lokasi kegiatan.

Tamami menjelaskan, Golok Depok adalah komunitas yang mewadahi pecinta golok se-Kota Depok. Mulai dari praktisi bela diri, kolektor, tukang jagal, sampai pandai besi pembuat golok.

”Tujuan utama kami adalah melakukan dakwah lewat seni dan budaya. Sederhananya, kami organisasi dakwah komunitas,” papar Tamami.

Di usia keduanya ini, Tamami berharap Golok Depok semakin solid dan terdepan.

Menurut Dia, Golok Depok adalah organisasi yang mengedepankan nalar kritis dan pola pikir objektif. Sesekali, kata dia, biasa terjadi gesekan arumentasi.

Dia berharap, nalar kritis dan pola pikir objektif selalu lestari di tengah Golok Depok.

”Mungkin sesekali bersinggungan dan terjadi gesekan, tapi harus tetap kembali cair,” tegasnya.

Tamami menganalogikan Golok Depok dengan filsafat besi. Yaitu, besi sebagai material yang tidak sembarang orang bisa mengolah. Serta tidak bisa sembarangan mengolahnya.

”Golok Depok ini menjadi wadah yang, insyaallah, bisa mengolah sekligus terolah,” paparnya.

Harapan Tamami diamini oleh Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna. Pradi mengapresiasi kehadiran Golok Depok.

Menurut Pradi, Golok Depok berkontribusi melestarikan golok sebagai salah satu nilai budaya yang ada di Kota Depok.

”Depok termasuk kota yang majemuk. Karena itu, nilai budaya seperti golok sangat perlu dimasyarakatkan,” tegasnya.

Dia berharap, Pemkot dan Golok Depok bisa menginisiasi pertemuan lanjutan untuk mengkaji kemungkinan golok menjadi ikon Kota Depok.

“Semoga kita bisa segera mengumpulkan para ahli sejarah dan pakar sosial-budaya untuk bersama-sama mengkaji gagasan ini,” pungkasnya. (mg2)

You may also read!

Tidak Bergarasi Denda Rp20 Juta 

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pemkot Depok tidak main-main, dengan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Bidang Perhubungan. Aturan

Read More...

Masuk UI Mengular

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Gejolak rencana penerapan Secure Parking di kawasan Kampus Universitas Indonesia (UI) masih terus berlanjut. Kemarin, tak hanya mahasiswa

Read More...

Serba “Paket Khusus” di Tewink Salon

RADARDEPOK.COM, DEPOK –  Tewink Salon Muslimah cabang Margonda terus berikan kenyamanan bagi para pelanggan setia. Bagi para karyawan kini

Read More...

Mobile Sliding Menu