Dewan : Tutup Toko Obat Melanggar

In Utama
Qonita Luthfiyah. Anggota Komisi D Kota Depok

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota Depok harus jeli dengan peredaran obat golongan G. Jangan sampai disalahgunakan. Bisa fatal nanti. Karena bisa ingin memperoleh obat jenis ini, mesti dulu memperoleh resep dokter.

Dilalahnya, di Kota Depok masih mudah mendapatkan obat tersebut. Tanpa resep dokter. Penjualan tidak hanya melalui apotek, namun juga merambah toko kosmetik. Aneh memang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Depok, Rani Martina mengatakan, pengawasan toko obat berdasarkan UU No23 Tahun 2104 merupakan kewenangan pusat. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) atau Balai POM.

Hanya saja, pihaknya tetap memantau toko obat ilegal dan menerima laporan dari masyarakat. Segala hasilnya dilaporkan kembali ke Balai POM Bandung dan Loka POM Bogor.

“Kami berusaha melakukan pengawasan apotek dan toko obat yang tidak memiliki izin,” ujar Rani kepada Radar Depok.

Rani mengungkapkan, dalam menanggulangi peredaran obat G dan toko obat yang tidak memiliki izin, Dinkes Kota Depok bekerjasama dengan Satpol PP pada 2017 melakukan sidak kesejumlah toko dan melakukan penyitaan obat.

Pada 2018, Permendagri No 41 menyatakan bahwa pemerintah daerah kabupaten atau kota diberikan kewenangan melakukan koordinasi pembinaan dan pengawasan obat.

Mengingat telah turunnya aturan Permendagri, lanjut Rani, Dinkes Kota Depok merencakanan pada 2020 akan mengintensifkan bersama Polresta Depok, Satpol PP, BPOM maupun POM Loka Bogor melakukan pengawasan terhadap peredaran obat golongan G maupun toko obat tidak berizin.

“Berbagai upaya telah kami lakukan sesuai prosedur yang berlaku,” ucap Rani.

Lebih lanjut, sambung Rani, sejak 2016 dinkes telah melakukan sweeping toko obat ilegal sebanyak tiga toko. 10 toko telah diberikan pembinaan, dan rekomendasi perizinan delapan toko.

Lalu di 2017, pembinaan dalam rangka tindak lanjut temuan Balai POM sebanyak empat toko, sidak bersama Satpol PP, Polres Depok, dan BNN Kota Depok sebanyak empat toko, rekomendasi perizinan enam toko, dan sidak bersama Polres, BNN, dan Satpol PP Kota Depok sebanyak dua toko.

“Pada 2018, dinkes memberikan pembinaan, menindaklanjuti Balai POM sebanyak tiga toko, dan rekomendasi perizinan sebanyak delapan toko,” bebernya.

Ia menambahkan, Dinkes Kota Depok akan menyambangi toko obat yang disinyalir terdapat obat daftar obat keras atau golongan G.

Pihaknya akan melakukan pengamanan ditempat atau obat disita oleh PPNS, apabila kunjungan tersebut dilakukan bersama Satpol PP maupun Loka atau Balai POM. “Dinkes akan memberikan surat peringatan untuk mengurus perizinan toko obat atau apotek apabila masih ingin berjualan obat-obatan,” tegasnya.

Anggota Komisi D Kota Depok, Qonita Luthfiyah mengatakan, penjualan obat di Kota Depok harus mengikuti mekanisme dan prosedur yang berlaku.

“Obat harus dijual di apotek maupun toko obat yang memiliki izin” ujar Qonita.

Qonita mengungkapkan, apabila ditemukan apotek yang tidak memiliki izin namun memperjual belikan masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Depok maupun Provinsi harus mengambil tindakan tegas. Dinkes harus melakukan sidak dan melakukan penutupan toko obat sampai memiliki izin dan memberikan pembinaan.

Ia melarang keras apabila ditemukan obat golongan G beredar ditengah masyarakat, yang kemudian disalahgunakan dalam pemakaiannya. Apalagi, obat tersebut dijual bukan toko obat.

“Sangat membahayakan apabil obat golongan G dibeli masyarakat tanpa menggunakan resep dokter,” terang Qonita.

Qonita menuturkan, apabila obat G dapat dibeli masyarakat bukan di apotek resmi, tentu dinkes harus bertindak tegas untuk melakukan pencegahan. Kalau perlu, menutup toko yang demikian.

“Membahayakan masyarakat apabila dikonsumsi kalangan remaja karena akan merusak masa depan bangsa maupun Kota Depok ke depan,” pungkasnya. (dic)

You may also read!

603 Siswa SMK Numpang UNBK

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Seluruh siswa kelas XII SMK Negeri dan Swasta di Indonesia menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin-Kamis (25-28/3).

Read More...

BTFA Tembus 16 Besar Piala RK

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Beji Timur Football Academy (BTFA) kembali membuktikan eksistensinya di kancah pembinaan pesepak bola usia dini Jawa

Read More...

Usai Fisik Kini Latihan Teknik

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Satu demi satu periodisasi program latihan dilalui tim pencak silat pelajar Kota Depok, demi hasil terbaik

Read More...

Mobile Sliding Menu