Calhaj Depok Dibagi Lima Kloter

In Utama
Hasan Basri Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kota Depok

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pada musim haji tahun 2019, calon jamaah haji (Calhaj) asal Kota Depok dibagi ke dalam lima kelompok terbang (Kloter), dan dua gelombang pemberangkatan.

Kasi Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Depok, Hasan Basri menyebutkan, kloter Depok terdiri dari Kloter 11 ada 404 jamaah, Kloter 19 ada 404 jamaah, Kloter 63 ada 404 jamaah, Kloter 77 ada 404 jamaah, dan Kloter 96 ada 77 jamaah.

“Untuk pemberangkatan nantinya akan dibagi ke dalam dua gelombang. Sementara untuk pemeriksaan kesehatan para jamaah, saat ini masih terus berlangsung,” ungkap Hasan kepada Radar Depok, kemarin (21/3).

Selain itu lanjut Hasan, pemeriksaan kesehatan Meningitis ini tidak merupakan salah satu syarat pelunasan haji, tetapi jamaah tetap wajib melakukan. “Sebab salah satu syarat untuk melaksanakan ibadah haji adalah suntik meningitis. Kemudian ada regulasi visa progresif yang sudah diterapkan sejak tahun 2018,” tandasnya.

Hasan juga menyatakan, terdapat regulasi baru diberlakukan bagi para jamaah haji, salah satunya rekam biometrik. Ini merupakan satu kebijakan yang diberlakukan oleh pemerintah Saudi Arabia. Yang dimaksud dengan rekam biometrik, yaitu salah satu rekam jejak yang diberlakukan untuk para jamaah. Dan ini wajib dilakukan oleh individu yang bermaksud berkunjung ke Saudi Arabia, terutama berhaji.

“Rekam ini wajib dilakukan oleh para jamaah,” tandas Hasan.

Sementara hal-hal yang perlu dipenuhi jamaah pada rekam biometrik ini, yaitu paspor dan KTP. Itu merupakan syarat yang harus dibawa pada saat rekam biometrik. Dan di Depok jamaah yang akan diberangkatkan sekitar 1.700 lebih jamaah, mendapat jadwal dari rekam biomterik ditempatkan di Pasar Raya Jakarta.

“Dengan kapasitas empat kali pemberangkatan yang direncanakan pada tanggal 19, 22, 23, dan 24 April 2019,” ungkap Hasan.

Rekam biometrik haji kota Depok untuk hari pertama tanggal 19 April ini sudah mendapat porsi sebanyak 430 jamaah. Ini merupakan satu kewajiban bagi calon jamaah haji untuk melakukan rekam biometrik sebagai syarat pembuatan visa haji. Ia menilai, rekam biometrik perjamaah paling lama memakan waktu lima menit.

“Kami masih terkendala informasi yang perlu disampaikan kepada para jamaah. Semoga informasi ini baik KBIH maupun haji mandiri bisa langsung berkomunikasi dengan Kemenag untuk persiapan pemberangkatan tersebut,” pungkasnya. (gun) 

You may also read!

Tidak Bergarasi Denda Rp20 Juta 

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pemkot Depok tidak main-main, dengan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Bidang Perhubungan. Aturan

Read More...

Masuk UI Mengular

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Gejolak rencana penerapan Secure Parking di kawasan Kampus Universitas Indonesia (UI) masih terus berlanjut. Kemarin, tak hanya mahasiswa

Read More...

Serba “Paket Khusus” di Tewink Salon

RADARDEPOK.COM, DEPOK –  Tewink Salon Muslimah cabang Margonda terus berikan kenyamanan bagi para pelanggan setia. Bagi para karyawan kini

Read More...

Mobile Sliding Menu