BPJS Beberkan Masalahnya di Forum Diskusi

In Satelit Depok

 

PAPARAN : Kepala BPJS Depok, Irfan Qadarusma saat memberikan paparan terkait kesehatan di Kota Depok, dalam acara Ngopi Bareng Sekber Wartawan ARNET/RADARDEPOK

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Dalam menjaga serta meningkatkan pelayanan, BPJS Kota Depok membeberkan beberapa hal agar semua berjalan efektif serta meminimalisir kendala. Hal tersebut dikatakan Kepala BPJS Kota Depok, Irfan Qadarusman saat Acara Ngopi Bareng Sekber di Ruko Arcade, kawasan GDC, Kecamatan Sukmajaya.

Irfan mengatakan, terkait masalah pelayanan kesehatan harus dilihat dua hal. BPJS sebagai pelaksana administratif, seperti keanggotaan, perubahan kelas, juga pendaftaran. Sedangkan pelayanan keduanya adalah kemitraan, dan itu terkait fasilitas kesehatan pelayanan BPJS.

Permasalahan BPJS lanjut Irfan, lebih kepada administratif, terkait data, ganti kelas dan peserta baru. Banyak masyarakat belum tahu bahwa itu bisa dilakukan lewat aplikasi Mobile JKN.

“Jadi, mereka datang pagi ke kantor BPJS dan menunggu antrian panjang untuk hal itu. Itu (keluhan administratif-red) jadi masalah yang sebenarnya bisa dilakukan lewat mobile JKN” ungkap Irfan.

Untuk memenuhi tuntutan layanan publik yang lebih berkualitas, tambah Irfan, pihaknya ada layanan Pemberian Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) di rumah sakit. Pihaknya selalu bekerjasama dengan baik untuk pelayanan yang maksimal.

“PIPP merupakan integrasi layanan rumah sakit dan BPJS Kesehatan. Dimana PIPP khusus memberikan penanganan terhadap kebutuhan akan informasi peserta JKN dan penanganan pengaduan peserta JKN-KIS di rumah sakit” jelas Irfan.

Irfan juga menyinggung soal tunggakan pembayaran iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) warga Kota Depok pada BPJS Kesehatan Cabang Kota Depok yang mencapai sekitar Rp94 Miliar dari sekitar 204.000 orang yang menunggak pembayaran iuran.

“Kebanyakan dari mereka yang menunggak adalah peserta yang membayar iuran tersebut secara mandiri. Tunggakan terbanyak pada kelas 3, sekitar 102 ribu orang dengan nilai tunggakan Rp 26 M lebih.” kata Irfan. (cr2)

You may also read!

CPNS Depok Digembleng di Puncak

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Setelah tiga bulan bekerja di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mendapatkan Surat Keputusan pengangkatan Calon

Read More...

Haji Gelombang Dua Setorkan Koper

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kamis (25/7) sore, rombongan jamaah calon haji asal Kota Depok gelombang ke-2 akan segera dilepas di

Read More...

PDAM Sebut Gundar Bohong

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Universitas Gunadarma atau nama tenarnya Gundar, membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta berang. Biang keladinya, pengajuan

Read More...

Mobile Sliding Menu