Bos First Travel Tak Hadir, Sidang Ditunda Jamaah Kecewa

In Utama

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Puluhan jamaah korban First Travel kecewa, setelah Pengadilan Negeri (PN) Depok menunda sidang gugatan jamaah First Travel, dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan terdakwa Andika Surachman, Annisa Hasibuan, dan Siti Nuraida alias Kiki, yang seharusnya digelar kemarin (20/3).

Para korban yang mayoritas ibu rumah tangga ini sudah tiba di PN Depok sejak pagi. Salah satunya, Ayu (48). Ia bersama korban yang lain mengaku kecewa karena ketidakhadiran terdakwa utama kasus First Travel, Andika Surachman. Ayu mengatakan, sudah dua tahun lebih mereka memperjuangkan haknya hingga sampai ke tahap gugatan persidangan.

“Saya sampai merinding, sudah lama menunggu akhirnya hasilnya begini. Kami sejak pagi datang ke sini ada yang meninggalkan anak, bahkan salah satu teman saya memiliki anak autis di rumahnya terpaksa datang. Berjuang demi mendapatkan hasil dari First Travel,” kata Ayu kepada Radar Depok di Pengadilan Negeri, Kota Depok, Rabu (20/3).

Ayu menuturkan, uang yang disetorkan ke First Travel merupakan hasil jerih payah dari usaha mereka, agar bisa berangkat menunaikan ibadah haji di Mekkah. Namun, malahan kenyataan pahit yang diterima menjadi korban penipuan.

“Duit yang kami berikan itu bukan hasil korupsi atau kejahatan, bukan uang pahit dan secara tegas kami katakan ingin berangkat Haji. Kembalikan uang kami,” katanya.

Sekitar pukul 12.00, Ketua Majelis Hakim Soebandi menyebutkan sidang gugatan diundur dan akan dilanjutkan Rabu, (27/3) mendatang.

“Saya minta kepada pihak kejaksaan agar melengkapi berkas perkara gugatan ini,” ucap Soebandi di Ruangan Sidang, PN Kota Depok.

Menurutnya, terdakwa belum bisa dihadirkan dalam persidangan kali ini. Dia berjanji akan menghadirkan ketiga Bos First Travel tersebut pada sidang selanjutnya.

“Tergugat nanti akan kami hadirkan, sebetulnya hari ini juga sudah kami panggil, namun belum bisa datang,” katanya.

Kuasa hukum Jamaah First Travel, Rizqie Rahmadiansyah memohon ke majelis hakim agar tiga terdakwa dihadirkan. Pihaknya sempat bertanya ke Kejaksaan Negeri Kota Depok, namun belum mendapatkan jawaban pasti.

“Belum ada keputusannya, oleh sebab itu saya meminta bantuannya untuk mengurus hal ini yang mulia,” tandasnya.

Ribuan pengguna jasa First Travel mendaftarkan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap tiga terdakwa Bos First Travel pada 4 Maret 2019 lalu. Calon jamaah umrah menilai banyak kejanggalan yang terjadi pascaputusan pengadilan terhadap ketiga terdakwa.

Ia melanjutkan, tujuan mendaftarkan gugatan perbuatan melawan hukum ini, dasarnya adalah putusan Kasasi nomor 3095 dan 3096, di mana dalam kasasi tersebut diketahui bahwa seluruh aset terdakwa dirampas negara.

Dalam perintah KUHAP, kata dia, barang yang sudah dirampas negara masuk kas negara. Uang penjualan barang sitaan juga masuk ke kas negara.

“Kan ini makin aneh, korbannya rakyat, yang ngumpulin uang rakyat, tapi masuk ke kas negara. posisinya negara merugikan jemaah,” tandasnya.

Korban Berharap Bantuan Presiden

Para korban kasus First Travel berharap Presiden Joko Widodo turun tangan membantu mencarikan solusi agar ganti rugi segera mereka dapatkan.

“Kami minta pak Presiden membantu kami, memberangkatkan kami, kembalikan uang kami,” ujar Kartinah dihadapan jamaah lainnya.

Sebanyak 3.200 korban First Travel yang gagal berangkat umrah menggugat negara atas perkara perbuatan melawan hukum ke Pengadilan Negeri Depok. Jamaah mendesak agar tidak mengeksekusi aset pendiri perusahaan travel umrah itu untuk negara, melainkan mengembalikannya kepada para korban.

Beberapa pihak yang digugat, antara lain terpidana kasus First Travel, Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, dan Kejaksaan Negeri Depok. Khusus untuk ketiga terpidana Firs Travel, yakni Andika, Annisa dan Kiki, sedang menjalani masa hukuman di Rumah Tahanan Kelas II B Depok. (rub)

You may also read!

SMK Arrahman Lepas 323 Siswa

PELEPASAN DAN PERPISAHAN: Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Arrahmaniyah menggelar pelepasan dan perpisahan Peserta Didik Kelas Akhir Tahun Pelajaran 2018/2019,

Read More...

Awas Kabel Listrik Menjuntai

WASPADA : Kabel PLN lunglai di Jalan Naman Iskandar Cakra Limo Kelurahan/Kecamatan Limo, kemarin. Foto : SANI/RADAR DEPOK RADARDEPOK.COM, DEPOK-Petugas

Read More...

Giant Express Cinere Ludes

RAMAI: Warga berbondong-bondong berburu diskon di Giant Express Cinere mall, kemarin. Foto : RUBIAKTO/RADAR DEPOK RADARDEPOK.COM, DEPOK-Memanfaatkan Giant yang akan

Read More...

Mobile Sliding Menu