Bawaslu TOT Panwascam se-Depok

In Politika
PELATIHAN : Jajaran Komisioner Bawaslu Kota Depok didampingi Kasek Bawaslu Kota Depok saat mengadakan TOT bagi Panwaslu Kecamatan se-Depok di Hotel Santika, Jalan Margonda Raya, Kecamatan Beji, Depok, Jumat (22/3). Foto: Ricky / Radar Depok

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemilu serentak 2019 tinggal hitungan hari lagi,karenanya Bawaslu Kota Depok terus melakukan pemantapan untuk jajarannya.

Salah satunya dengan mengadakan Training Of Trainer bagi Panwaslu Kecamatan se-Depok dalam rangka Bimbingan Teknis bagi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan saksi peserta Pemilu di Hotel Santika, Jalan Margonda Raya, Kecamatan Beji, Depok, Jumat (22/3).

Koordinator Divisi Pencegahan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kota Depok, Dede Selamet Permana mengatakan, pihaknya mengatakan Bimtek ini untuk Panwaslu se-Depok, dimana tujuannya nanti mereka akan dilatih untuk melatih para pengawas TPS dan saksi peserta Pemilu.

“Jadi setelah Bimtek ini, mereka akan menularkan ilmu dan materi yang disampaikan kembali kepada Pengawas TPS dan saksi Pemilu di tiap kecamatan,” kata Dede kepada Radar Depok.

Dia sendiri yang menjadi salah satu narasumber sebelum memulai memaparkan materilanya lebih dulu melakukan ice breaking untuk  membuat suasana dan pikiran peserta menjadi rileks dan fokus.

“Biasa lah mengawali training harus pengkondisian dulu, agar peserta lebih santai. Tadi juga Ketua Bawaslu Jabar, Pak Abdullah turut hadir dan mengisi materi,” papar Dede.

Pada sesi pertama, Dede mengungkapkan, pihaknya menyampaikan materi tentang tugas, wewenang dan kewajiban pengawas TPS. Namun, lanjut dia, TOT tersebut lebih kepada diskusi kelompok,  agar Panwascam bisa menyampaikan Tupoksi Pengawas TPS secara sistematis.

“Ada juga peayangan video tutorial bagi pengawas TPS,” katanya.

Pada TOT tersebut, sambung Dede, Bawaslu Kota Depok menekankan terkait Panwascam menjadi trainer bagi pengawas TPS dan Saksi Pemilu agar menyampaikan materi dengan sistematis dan pemecahan masalah-masalah di TPS yang bersifat teknis.

Ia mencontohkan, dalam kasus suara sah atau tidak sah, pemilih kategori DPK yang datang sebeum jam 12, kemudian kaitan dengan DPTb dengan form A5 agar memastikan benar surat suara yang didapat.

“Jadi yang tertulis di A5 dan Pengawas TPS harus memastikan juga yang membawa A5 dapat susu sesuai peruntukannya,” ucap Dede. (cky)

You may also read!

Tidak Bergarasi Denda Rp20 Juta 

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pemkot Depok tidak main-main, dengan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Bidang Perhubungan. Aturan

Read More...

Masuk UI Mengular

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Gejolak rencana penerapan Secure Parking di kawasan Kampus Universitas Indonesia (UI) masih terus berlanjut. Kemarin, tak hanya mahasiswa

Read More...

Serba “Paket Khusus” di Tewink Salon

RADARDEPOK.COM, DEPOK –  Tewink Salon Muslimah cabang Margonda terus berikan kenyamanan bagi para pelanggan setia. Bagi para karyawan kini

Read More...

Mobile Sliding Menu