603 Siswa SMK Numpang UNBK

In Utama
PELAKSANAAN UNBK : Sejumlah siswa saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 3 Kota Depok, Kecamatan Sukmajaya, Senin (25/3). Sebanyak 363 siswa kelas XII SMK tersebut mengikuti UNBK yang akan berlangsung sampai28 Maret 2019. Foto: AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Seluruh siswa kelas XII SMK Negeri dan Swasta di Indonesia menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin-Kamis (25-28/3). Termasuk di Kota Depok, sebanyak 12.398 peserta mengikuti ujian nasional.

Tapi sayangnya, sebagai salah satu kota penyangga Ibukota DKI Jakarta. Ternyata masih ada dua SMK Negeri yang belum memiliki gedung sekolah, yakni SMK Negeri 3 Depok dan SMK Negeri 4 Depok.

Kedua sekolah itu sangat miris, sudah bertahun-tahun berdiri dan memiliki siswa yang tidak sedikit. Tapi belum punya gedung untuk kegiatan belajar mengajar. Sehingga, setiap hari harus menumpang hingga menyewa gedung sekolah milik orang lain.

Pelaksanaan UNBK di SMKN 3 Depok yang berada di lahan milik SMK Ganesha Satria 2, Jalan Raya Merdeka, Kelurahan Abadijaya, Sukmajaya. Disana, demi mengikuti ujian nasional siswanya harus berbagi ruang dengan sekolah tempat mereka menyewa.

Sebanyak 363 peserta ujian di SMKN 3 Depok terdiri dari enam kompetensi keahlian. Selama tujuh tahun berdiri, ternyata sudah beberapa kali berpindah-pindah sekolah. Dari numpang di SMP Negeri 8 Depok, SDN Sugutamu, SMP Budi Bakti, hingga ke SMK Ganesha Satri 2.

“Tahun ini yang mengikuti UNBK ada 363 siswa ada enam kompetensi keahlian, dibagi menjadi tiga sesi pelaksanaannya masih sama seperti tahun sebelumnya,” kata Ketua Pelaksana UNBK SMK Negeri 3 Depok, Mega Perbawati kepada Harian Radar Depok, kemarin (25/3).

Walaupun harus berbagi ruangan dengan SMK Ganesha Satria 2, beruntung tidak terjadi kendala apapun. Sebab, jumlah peserta ujian nasional di sekolah tempat mereka bernaung, hanya menggunakan satu laboratorium komputer. Dan pesertanya jauh berbanding terbalik, sekitar 34 siswa.

Mega menuturkan, bahwa sejak 2012 sekolah ini berdiri hingga kini statusnya masih numpang di sekolah lain. Sehingga mengakibatkan kurangnya efektifitas dalam KBM, yang mengharuskan mereka untuk membagi waktu belajar antara pagi dan siang.

“Kalau yang masuk pagi diutamakan kelas XII dan sebagaian kelas XI dari pukul 07:00 hingga 13:00. Jam siangnya dimulai pukul 13:00-18:00, sehingga membuat guru kelelahan harus berada satu hari penuh di sekolah,” tuturnya.

Keberadaan mereka yang menumpang di SMK Ganesha Satria 2 pun mobilitasnya terbatas. Sebelum beralih fungsi kelola dari Pemerintah Kota Depok ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Lahan bangunan di SMK Negeri 3 sudah tersedia dan siap bangun.

Namun, naasnya dipertengahan negosiasi, harapan itu kembali pupus. Dari informasi yang diterima, dalam waktu dekat SMK Negeri 3 Depok akan segera memiliki gedung di wilayah Cilodong.

“Lahannya sudah ada dan Provinsi Jabar juga sudah memantau kesana. Mudah-mudahan tahun ini terealisasi rencana pembangunan sekolah kami,” harap Kepala SMK Negeri 3 Depok, Lusi Triana saat ditemui usai pelaksanaan UNBK sesi 1.

Senasib dengan SMK Negeri 3 Depok, ternyata SMK Negeri 4 Depok yang terkenal dengan sekolah penerbangan belum memiliki gedung milik sendiri. Sekolah yang berlokasi di Jalan Kramat, Kelurahan Sukatani, Tapos ini, menjalankan KBM di atas lahan bekas SDN Ciherang.

Kepala SMK Negeri 4 Depok, Samsuri Asnan menuturkan, bahwa peserta UNBK di sekolahnya sebanyak 240 siswa dari tiga kompetensi keahlian. Sedihnya dari sekolah ini, belum memiliki gedung padahal pencetak teknisi handal spesialis pesawat terbang.

“Insyaallah kami juga akan segera miliki gedung sendiri yang akan dibangun dengan anggaran di 2019 ini,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Kantor Cabang  Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah 2, Dadang Ruhyat membenarkan, SMKN 3 dan 4 Depok sejak pertama berdiri belum memiliki gedung untuk KBM. Sehingga sejak pengalihan kelola dari kota ke provinsi, mengharuskan provinsi membeli lahan untuk kedua sekolah tersebut.

“Kondisi ini bukan hanya UNBK saja, tapi kegiatan belajar dan mengajar juga menumpang,” bebernya.

Dia mengaku, beberapa sekolah tersebut sudah memiliki lahan namun belum memasuki tahap pembangunan, dengan alasan kebijakan dan anggaran. Menurutnya, pembangunan sekolah di Depok membutuhkan biaya yang cukup tinggi.

“Baru satu yang sudah dibangun yaitu, SMAN 11 tetapi belum rapih sehingga masih menunggu waktu agar bisa dipindahkan. Kemudian SMAN 12 masih tahap pembangunan, sedangkan beberapa SMA Dan SMKN tanahnya sudah dibeli,” ungkapnya.

Permasalahan ini menurut Dadang, merupakan pekerjaan rumah tersendiri bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Karena siswa di sekolah itu harus memiliki lokasi belajar tersendiri tidak bisa menumpang terus menerus. Meskipun, dalam membangun sekolah di Kota Depok membutuhkan dana yang cukup tinggi.

“Membangun di Kota Depok, cukup mahal tapi mau tidak mau harus dilakukan karena siswa butuh sekolah,” tegasnya.

Selanjutnya, Dadang memaparkan pantauan pihaknya proses UNBK di Kota Depok dipastikan berjalan lancar. Seluruh server komputer sebagai perangkat dan perlengkapan ujian nasional tercukupi ketersediaannya. Begitu pula dengan pengawas yang telah mengikuti briefing seputar tata cara pengawasan agar peserta tidak berbuat curang.

“Khusus wilayah Kota Depok, seluruh SMK-nya melaksanakan UN, karena kita kan sudah komitmen. Untuk di Depok tidak ada kendala, semuanya lancar. Untuk petugas pengawas semua sudah dikoordinasikan dengan baik. Minimal satu ruangan itu ada dua orang pengawas,” timpalnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 12.398 siswa SMK yang mengikuti UNBK di Kota Depok, dengan masing-masing terdiri dari 6.396 laki-laki dan 6.002 perempuan. (san)

You may also read!

Tidak Bergarasi Denda Rp20 Juta 

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Pemkot Depok tidak main-main, dengan revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Bidang Perhubungan. Aturan

Read More...

Masuk UI Mengular

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Gejolak rencana penerapan Secure Parking di kawasan Kampus Universitas Indonesia (UI) masih terus berlanjut. Kemarin, tak hanya mahasiswa

Read More...

Serba “Paket Khusus” di Tewink Salon

RADARDEPOK.COM, DEPOK –  Tewink Salon Muslimah cabang Margonda terus berikan kenyamanan bagi para pelanggan setia. Bagi para karyawan kini

Read More...

Mobile Sliding Menu