2020 Depok Fokus Bangun Fasilitas

In Utama
BERI PEMAPARAN : Walikota Depok, Mohammad Idris saat memberikan pemaparan dalam acara Pembukaan Musrenbang Tingkat Kota Depok Tahun 2020 di Hotel Bumi Wiyata, Rabu (13/3). Foto: Ahmad Fachry / Radar Depok

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Pemerintah Kota Depok di 2020 tetap fokus pada pembangunan infrastruktur publik, untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Hanya saja, lebih memprioritaskan kepada fasilitas yang digunakan untuk pemuda di Kota Depok. Ini demi menyalurkan bakat dan kemampuan yang dimiliki pemuda.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, telah menetapkan pembangun fasilitas publik tetap menjadi prioritas utama di 2020. Sebab, dari 2,3 juta penduduk Depok hampir 70 persennya merupakan remaja yang belum memiliki ruang bebas bereskpresi.

“Kita ingin 2020 masih pembangunan yang menonjol jelas ada fisiknya. Seperti gedung wanita dan youth center, karena bonus demografi Depok hampir 70 persen anak muda, mereka perlu tempat berekspresi dan berinovasi di 11 kecamatan,” kata Idris selepas membuka Musrenbang Kota, di Hotel Bumi Wiyata, Rabu (13/3).

Hal itu, kata walikota senada dengan tema besar dalam Musrenbang Kota Tahun 2020. Yakni pemantapan infrastruktur dalam upaya peningkatan daya saing ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan dibangunnya fasilitas publik selaras dengan meningkatnya ekonomi di Kota Depok. Fasilitas untuk anak-anak dan remaja sendiri sedang pembangunan alun-alun kota dan menambah taman terpadu di beberapa kelurahan,” ujarnya.

Idris menyebut, semula penganggaran dana untuk 2020 ditujukan untuk penambahan fungsi kota. Namun karena masih kurangnya fasilitas publik, kemudian beralih dana itu untuk program yang diprioritaskan bagi masyarakat.

“Selain taman dan alun-alun juga prioritas pada faktor kemacetan yang disebabkan oleh pertumbuhan kendaraan roda dua dan emapat yang tidak seimbang pembangunan jalan termasuk jalan eksisting,” jelasnya kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Sementara, Kepala Bappeda Kota Depok, Widyati Riyandani mengungkapkan, target indikator makro pada tahun 2020 diantaranya IPM sebesar 81,63 naik 1,8 poin dibandingkan IPM tahun 2017. Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) sebesar 3,22% turun 0,26 poin dibanding tahun 2017. Angka kemiskinan sebesar 2,12-2,14 turun dibanding angka kemiskinan tahun 2017. “Selanjutnya tingkat pengangguran terbuka sebesar 6,5%-6,6% turun dibanding tahun 2017, Gini Ratio ditargetkan sebesar 0,35-0,36 dibandingkan realisasi tahun 2017 dan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) 6,6%-6,8% naik sebesar 0,1% disbanding tahun 2017,” ungkapnya.

Menurutnya, kebijakan belanja tahun 2020 diantaranya pencapaian prioritas pembangunan, dengan fokus pada pembangunan prioritas daerah. Serta dalam rangka pemenuhan janji kepala daerah dan pelayanan publik lainnya. “Selain itu juga membiayai rencana kegiatan prioritas dari hasil proses Musrenbang Kecamatan dan Kelurahan, serta pokok-pokok pikiran DPRD dan aspirasi masyarakat lainnya,” terang Wid.(san)

You may also read!

Ragam Kompetisi dan Aksi di Glabs Expo 2019

PEMBUKAAN : Global Islamic Labschool (Glabs) Expo 2019 telah dimulai dengan dibuka secara resmi oleh

Read More...

Kecamatan Sawangan Ingatkan Bahaya HIV dan Narkoba Kepada Siswa

INGATKAN : Susana sosialisasi P4GN terkait HIV kepada siswa SMP Islam Darul Irfan, Kecamatan Sawangan,

Read More...

90 Masyarakat Serua Diperiksa Kesehatan

PEDULI : Katar Kelurahan Serua bersama Fakultas Kesehatan UPN Jakarta, usai melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat

Read More...

Mobile Sliding Menu