Nuroji : Depok Kota Bertoleransi Tinggi

In Politika
RICKY/RADAR DEPOK
PERAYAAN : Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Nuroji melebur bersama warga keturunan Tionghoa saat merayakan Imlek 2570 di Kampung Pulo Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Jumat (8/2) malam.

 

DEPOK – Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi Gerindra, Nuroji menyatakan Kota Depok merupakan salah satu kota yang bertoleransi tinggi, dimana warganya satu sama lain saling menghargai, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam perayaan keagamaan masing-masing.

“Di sini kami semua membaur,” kata Nuroji kepada Radar Depok saat menghadiri perayaan Imlek 2570 di Kampung Pulo Mangga, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Jumat (8/2) malam.

Ketua Dewan Pembina DPC Partai Gerindra Kota Depok ini mengungkapkan, seperti di wilayah Kampung Pulo Mangga, Kelurahan Grogol, Limo, dimana terdapat warga keturunan Tionghoa yang sudah turun temurun hidup berbaur satu sama lain. Bahkan, masyarakat di kampung tersebut sebagian besar keturunan Tionghoa.

Namun, uniknya wajah mereka tidak lagi seperti kebanyakan orang Tionghoa, yaitu mata sipit dan berkulit kuning langsat. Mereka yang ada di Kampung Pulo Mangga berkulit sawo matang.

“Bila kita bertemu dengan mereka, kita pasti tidak menyangka kalau mereka keturunan Tionghoa sebab wajah mereka layaknya wajah masyarakat pribumi,” ujar Nuroji.

Lebih lanjut, Caleg DPR RI Dapil Jabar VI (Kota Depok-Kota Bekasi) nomor urut 1 ini melanjutkan, meski tidak terlihat sebagai daerah pecinan, tetapi masyarakatnya (Kampung Pulo Mangga) masih memegang kuat tradisi leluhur.

“Di pintu bagian depan rumah mereka masih kita temukan dupa yang berisi hio berwarna merah dan di dalam rumah juga kita temui adanya meja persembahan (meja altar),” pungkasnya.

Sementara, salah satu tokoh masyarakat Tionghoa di Kampung Mangga,  Zaina Arifin, di kampung ini tercatat ada puluhan keluarga keturunan Tionghoa, yang membaur dengan masyarakat sekitar, bahkan mengawini penduduk asli. “Jadi ada yang memeluk agama Kristen dan Islam, tetapi ada pula yang menganut Kong Hu,” kata pria yang biasa disapa Cenglu itu.

Dia menambahkan, asal usul perayaan Tahun Baru Imlek sesungguhnya adalah untuk merayakan datangnya musim semi di daratan Tiongkok. “Kami ucapkan terima kasih dengan Pak Nuroji yang sudah datang dan berbaur dengan warga kami pada gelar budaya Imlek 2570,” tandas Cenglu. (cky)

 

 

You may also read!

Depok Cekal Kucumbu Tubuh Indahku

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Sebelum beras menjadi bubur. Rabu (24/4), Pemkot Depok melayangkan surat keberatan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Keladinya, film

Read More...

Walikota Ajak 2.000 Anak Gerimis Telur

RADARDEPOK.COM, DEPOK-Kota Depok berinisiasi meningkatkan pola pangan dan kecerdasaan tumbuh kembang anak. Caranya, dengan menggaungkan Gerakan Intensif Minum Susu

Read More...

CPNS Dapat Dispensasi

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Pendidikan Kota Depok mengeluarkan kebijakan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) honorer K2 guna menuntaskan

Read More...

Mobile Sliding Menu