Inayah Wahid : Kondisi Politik Indonesia Jauh dari Harapan

In Politika
IST
Putri presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid

 

DEPOK – Putri presiden keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid, menilai politik saat ini masih fokus pada isu sektarian, politik identitas dan perpecahan, sehingga kondisi politik di Indonesia masih jauh dari harapan.

 

“Paling tidak, itu masih jauh dari yang saya harapkan. Bagaimana kemudian, kita masih terfokus kepada isu sektarian, politik identitas, perpecahan dan masyarakat disuguhi dengan sangat banal, bagaimana aktor-aktor demokrasinya dan menunjukan attitude yang jauh dari apa yang kita harapkan dari etika demokrasi,” kata Inayah saat diwawancara wartawan, Rabu (20/2).

 

Menurut dia, aktor demokrasi saat ini lebih memilih untuk mendapatkan suara dan kekuasaan dengan cara apapun, ketimbang mendidik masyarakat sendiri dengan menggunakan moral dan etika. Untuk itu ia berharap dan cenderung menekan aktor-aktor politik Indonesia saat ini untuk bertanggungjawab terhadap tindakan mereka.

 

“Mereka juga jadi bagian yang menyebarkan sikap-sikap yang jauh sekali dari etika politik yang baik, jadi sudah lah, sudah saatnya semua orang saat ini benar-benar menunjukan bagaimana seharusnya negara demokrasi melakukan dan memiliki demokrasinya, ya sudah memilih dengan Pemilu yang baik,” paparnya.

 

Untuk itu, ia mengharapkan agar tidak ada upaya untuk menjatuhkan orang lain, tidak perlu menghabisi lawannya atau fokus menyebarkan hoax dan melakukan manipulasi untuk mendapatkan suara.

 

“Kalau mau berfikir ini bukan persoalan lima tahun, tapi ini persoalan untuk bangsa Indonesia kedepannya, saya yakin dan kita semua yakin tidak akan seperti kondisi yang sekarang. Semua harus bertanggungjawab, terutama aktor-aktor politik,” ucap Inayah.

 

Ia menambahkan, sebenarnya seluruh aktor demokrasi memiliki kemampuan, tapi belum memiliki kemauan untuk

 

“Apa iya kalian tidak bisa mendapatkan suara dengan prestasnya, sampai harus menghabisi musuhnya setiap hari tanpa peduli jika itu dapat membuat perpecahan. Karena jauh lebih mudah, ini bukan soal kemampuan, semuanya mampu,” imbuhnya.

 

Inayah menilai, hal ini memerlukan biaya yang mahal dan pasca 17 April nanti belum tentu akan kembali seperti sedia kala.

 

“Mau cost seberapa besar sih untuk kepentingan kekuasaan, segelintir orang begitu. Kita punya kok contoh-contoh politik tidak sebanal sekarang,” tegas Inayah. (cky)

You may also read!

Korban 21 Mei Tembus Dada-Leher

DEPOKRADARDEPOK.COM, DEPOK–Awan kelabu menyelimuti rumah dengan No51 RT2/7, Kelurahan Grogol, Limo. Isak tangis keluarga pecah sejadinya ketika jenazah Farhan

Read More...

Habis Magrib Langsung Pecah

RADARDEPOK.COM, DEPOK- Jakarta Siaga Satu, kondisi Jakarta lebih mencekam dari hari sebelumnya, Selasa (21/5). Sejumlah ruas jalan yang menuju

Read More...

Korban 21 Mei Tembus Dada-Leher

RADARDEPOK.COM, DEPOK–Awan kelabu menyelimuti rumah dengan No51 RT2/7, Kelurahan Grogol, Limo. Isak tangis keluarga pecah sejadinya ketika jenazah Farhan

Read More...

Mobile Sliding Menu