GSN Pindah Sekolah ke Depok

In Satelit Depok
FOTO: Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna

 

 DEPOK Anak asal Depok, GSN (10), yang diduga mendapat hukuman push up dari sekolahnya di Kabupaten Bogor, mendapat secercah harapan untuk kembali bersekolah. Diketahui sebelumnya, akibat hukuman tersebut dirinya trauma bersekolah.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, GSN sudah siap kembali bersekolah. Pindah sekolah ke Depok. Pihak keluarga pun siap untuk memindahkan anaknya untuk bersekolah di Kota Depok. Namun, dirinya masih enggan mengungkapkan sekolah yang menjadi tujuan GSN.

“Kami memberikan peluang untuk bisa sekolah di Kota Depok. Informasi terakhir, GSN siap dipindah sekolah ke daerah Cilangkap,” katanya kepada Radar Depok, Jumat (1/2).

Pradi menjelaskan, keputusan pemindahan GNS ke Depok merupakan hasil koordinasi Dinas Pendidikan Kota Depok dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Karena, diketahui GSN merupakan anak dari warga yang bermukim Kecamatan Cilodong.

“Terkait dengan anak yang kemarin, kejadiannya kan tidak di kita. Kejadiannya di wilayah Bogor. Makanya kami koordinasi melalui dinas terkait kepada pemerintah kota Bogor dan alhamdulillah itu sudah dilakukan,” ujarnya.

Seperti diberitakan, GSN merupakan siswa dari salah satu sekolah swasta di Kabupaten Bogor. Disinyalir ia mendapat hukuman melakukan push up sebanyak 100 kali karena menunggak uang SPP selama 10 bulan.

Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, pihaknya tengah memberikan pendampingan psikologi melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

“Kami sudah lakukan penanganan sejak mendapat informasi. Orangtuanya cukup kooperatif dan komunikatif sehingga memudahkan tim kami untuk melakukan proses pendampingan dari anak mereka,” terangnya.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Kota Depok, Elly Farida menuturkan, P2TP2A langsung memberikan pendampingan psikologis terhadap korban anak tersebut. Diharapkan dengan pendampingan psikologi dapat menghilangkan trauma siswa, sehingga pulih dan bisa kembali bersekolah.

“Terkait dengan sekolah, kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan P2TP2A Kabupaten Bogor. Kemudian, untuk pemulihan psikologi anak maupun hak mendapatkan pendidikan adalah menjadi perhatian utama yang dilakukan Pemkot Depok lewat DPAPMK, P2TP2A, dan Disdik,” tandasnya. (san)

You may also read!

Berpikir Cerdas Sebelum Berujar

Pengamat Pendidikan nasional dan Sosial Oleh Drs. Supartono, M.Pd. Kendati Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) telah memakan

Read More...

BPJS Kesehatan Gencar Sosialisasi

  Terjun Langsung ke Masyarakat DEPOK – Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat

Read More...

Sukma Food Launching Lima Gerai

  DEPOK – Sukma Food yang berada di wilayah Kecamatan Sukmajaya kemarin (14/2) secara serentak meresmikan lima gerai. Adapun

Read More...

Mobile Sliding Menu