Berdiri Sejak Juli 2017, Bakso Selimut Salju Sampai Malaysia

In Wisata dan Kuliner
DICKY/RADARDEPOK
MENIKMATI: Pelaku UMKM, Yemi Puji Astuti saat memberikan hidangan bakso kepada konsumen di warung baksonya Jalan Duren Seribu, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, kemarin.

Melihat UMKM Bakso Puji di Duren Seribu

Tidak dapat dipungkiri Kelurahan Duren Seribu pertumbuhan Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM)-nya terus meningkat, terutama kuliner salah satunya bakso milik Yemi Puji Astuti. Berdiri sejak 2017, bakso tersebut mendapatkan pesanan hingga Malaysia.

 

Laporan : Dicky Agung Prihanto

 

Sebuah warung bakso yang berada di Jalan Duren Seribu, RW1, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, menggelitik hati untuk singgah dan mencoba kelezatan bakso yang tertulis di spanduk “Bakso Bu Puji”. Terlihat dua perempuan sedang membuat bakso yang dipesan sejumlah kaum perempuan yang berada di lantai dua kios tersebut.

 

Pemilik bakso, Yemi Puji Astuti sudah menggeluti usaha UMKM dengan berjualan bakso sejak Juli 2017. Sasarannya adalah masyarakat yang memiliki kegemaran memakan bakso, sehingga dirinya memutuskan untuk berjualan bakso dan mie ayam.

 

“Sebelumnya saya berjualan nasi bakar diwilayah Jakarta,” ujar perempuan yang kerap disapa Puji.

 

Perempuan yang memiliki tiga anak tersebut mengungkapkan, untuk memberikan kesan berbeda dengan yang lainnya, Puji menyajikan bakso selimut kabut dan bakso ranjau. Inspirasi bakso selimut kabut berawal dari dirinya melihat hujan dan mengeluarkan hawa dingin sehingga mausia membutuhkan selimut. Lalu dia mencoba bereksperimen dengan membuat bakso selimut kabut, sehingga menjadi kegemaran konsumen diwarung baksonya.

 

Sambil sesekali melayani konsumen, Puji menuturkan, konsumen berdatangan dari wilayah Kecamatan Bojogsari, daerah Bogor, Bekasi, Jakarta, Tangerang, hingga Bandung untuk mencicipi bakso buatannya. Bahkan, bakso racikan perempuan asal Jawa Tengah tersebut mendapatkan pesanan hingga Malaysia. Dia menargetkan, dalam sehari bakso miliknya mampu menghabiskan 50 hingga 70 kilogram bakso.

 

“Kami berencana ingin membuat bakso kuah rawon,” tutup Puji. (*)

You may also read!

renovasi rumah cagar budaya KOOD Tapos

KOOD Tapos Akan Renovasi Situs Budaya

AGENDA : Rumah yang akan direnovasi oleh KOOD Kecamatan Tapos dan akan menjadikannya sebagai cagar

Read More...
artikel FKM UI pengmas

Pengembangan Sistem Database Online Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pekerja UMKM di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup

  Oleh : Mahasiswa Departemen K3 FKM UI Research Assistant  Department Occupational Health and Safety Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SESUAI dengan renstra Universitas

Read More...
Artikel desa tarikolot pengmas ui

Mahasiswa FKM UI Kembangkan SiUMKM Berbasis Data untuk UMKM di Kecamatan Citeureup

  Oleh : Muhammad Fitrah Habibullah Undergraduate Student of Occupational Health and Safety Major Faculty of Public Health Universitas Indonesia   SEBAGAI salah satu perwujudan

Read More...

Mobile Sliding Menu