02 Unggul Tipis

In Politika

DEPOK–Suhu politik menjelang Pemilihan Presiden 17 April 2019 semakin memanas.

 Beragam cara dilakukan pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno demi menarik simpati rakyat. Untuk di Kota Depok, pasangan Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno unggul dibanding pasangan 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Fakta tersebut terungkap setelah Radar Depok melakukan simulasi Pemilihan Presiden, pemilihan DPR RI dan DPD Jabar. Dalam simulasi itu, Radar Depok menerjunkan sepuluh relawan  mahasiswa Bina Sarana Informatika (BSI) pada Kamis (31/1) dan Kamis (7/1) di lima lokasi yang tersebar di Kota Depok.

Ada 1000 spesimen surat suara Pilpres, DPR RI dan DPD yang disebar, penyebaran specimen dilakukan oleh lima tim relawan (satu tim 2 orang), yang masing-masing tim menyebarkan 200 spesimen surat suara di beberapa lokasi yang sudah ditentukan. Hasilnya, masyarakat Depok memilih pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebesar 45,14 persen atau mengumpulkan 330 suara , sedangkan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meraih 54,86 persen, atau mengumpulkan 401 suara dengan suara tidak sah sebesar 269.

Pemimpin Redaksi Radar Depok, Iqbal Muhammad mengatakan, Simulasi ini dilakukan serentak di sebagian Jawa Barat oleh Radar Bogor Group. Di antaranya, Bogor, Depok, Bandung, Bekasi, Cianjur, Sukabumi dan Karawang. “Radar Depok tergabung dalam Radar Bogor Group. Di antaranya. Radar Bogor, Radar Bandung, Radar Bekasi, Radar Cianjur, Radar karawang, Radar Sukabumi, dan Metropolitan,” ujarnya.

Simulasi penyoblosan surat suara merupakan hal yang rutin dilakukan Radar Bogor jelang berlangsungnya sebuah pesta demokrasi. Simulasi pencoblosan surat suara mulai dilaksanakan sejak pemilihan secara langsung bergulir di negeri ini. Yakni Pilkada Jabar 2008. “Namun, untuk Radar Depok, baru kali ini kita melakukan  Simulasi,” jelas Iqbal.

Iqbal menjelaskan, Simulasi ini merupakan agenda kerja redaksi untuk melihat kecenderungan masyarakat Depok menghadapi Pemilu  17 April 2019 medatang. “Kami ingin mengetahui sejauh mana masyarakat Depok menyikapi pemilu mendatang, begitu juga dengan pilihannya,” ujarnya.

Simulasi yang bekerjasama dengan Mahasiswa Bina Sarana Informatika (BSI) ini dilakukan pagi hari pukul 07;00 hingga pukul 13:00. Dari sepuluh mahasiswa dipecah menjadi lima tim, masing-masing tim dua orang yang disebar di beberapa titik di Kota Depok. Satu tim relawan, dibekali 200 specimen surat suara Pilpres, DPR RI dan DPD. “Mereka (relawan-red) juga membawa kotak suara yang terbuat dari kardus berikut dengan bilik suaranya,” jelas Iqbal.

Pengambilan specimen wilayah Sawangan, Cipayung, Citayam, Pondok Terong, Tanah Baru, Beji, Abadijaya, Sukmajaya, Cinere, Limo, Pasar Depok Jaya, Tirtajaya, Mekarjaya, Tapos, Cimanggis, dan Bojongsari. “Tidak lupa juga beberapa mall di Kota Depok, stasiun kereta Depok Lama,Terminal Depok, universitas Indonesia, dan Universitas Gunadarma,” ungkapnya.

Rincian hasil penghitungan Kamis (31/1), Terminal Depok no 01 mendapatkan suara 39, no 02 ada 44 suara. Stasiun Depok Lama (Stadela) no urut 01 mendapat 57 suara, No urut 02, 43 suara. Sedangkan di pemilih mahasiswa banyak yang cenderung tidak memilih, saat simulasi di Universitas Indonesia dan Gunadarma no urut 01 meraih 16 suara, sedangkan no urut 02 mendapat 22 suara. Di lokasi Margocity, Depok Town Square, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mendapat 14 suara, sementara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno 23 suara. Terkahir, di Pasar Kemirimuka, nomor urut 01 mendapat 16 suara, no urut 02 berhasil mendapat 40 suara. (Selebihnya lihat Grafis).

Ketua Tim Koalisi Partai Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo-Sandi, Jamaludin menilai simulasi yang dilakukan Radar Depok merupakan terobosan baru media lokal di Kota Depok, diharapkan bisa  meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilu mendatang. “Insya Allah mereka akan datang ke TPS,  hasil simulasi ini akan menggambarkan peta politik di Kota Depok. Kalau simulasi ini mencakup 11 kecamatan dan 63 kelurahan,  bisa dijadikan acuan suara mayoritas warga Depok untuk memilih presiden,” katanya.

Jamal juga sangat mengapresiasi agenda simulasi yang dilakukan Radar Depok  yang murni tanpa ditunggangi oleh partai manapun dan siapapun. “Saya salut apa yang dilakukan Radar Depok. Simulasi ini dilakukan murni oleh awak redaksi Radar Depok tanpa ditunggangi siapapun. Ini merupakan bentuk pengabdian Radar Depok untuk kemajuan Demokrasi di Kota Depok,” ujarnya.

Ia khawatir jika simulasi ini ditunggangi oleh salah satu pihak yang akan menghasilkan data dan fakta yang tidak mewakili masyarakat Depok. “Kalau ditunggangi hasilnya tidak sesuai  fakta dilapangan hanya akan menggiring opini saja. Karena sebagian masyartakat ingin memilih capres yang sudah diprediksi menang,” katanya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Kota Depok Jokowi-Ma’ruf, Hendrik Tangke Allo mengatakan, di sisa dua bulan ini pihaknya terus melakukan sosialisasi dan turun ke masyarakat dengan harapan warga yang memiliki suara dan belum menentukan pilihan bisa diraih simpatinya.

“Kami tentunya melakukan kerja-kerja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata politisi yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Depok tersebut.

Ia menjelaskan, selama masa kampanye, pergerakan tim koalisi partai pengusung dan pendukung, serta tim dari relawan cukup bagus menyosialisasikan pasangan nomor urut  01 di seluruh pelosok Kota Depok.

“Terlepas dari hasilnya belum maksimal, tapi  kami meyakini dua bulan terakhir ini kami bisa memaksimalkan,” paparnya.

Di sisa waktu yang ada, pihaknya akan terus gencar menyapa dan menyakinkan masyarakat, serta menginformasikan apa saja keberhasilan yang telah dicapai di era kepemimpinan Jokowi sebagai Presiden RI.

“Kami menginformasikan ke masyarakat apa saja keberhasilannya, tidak lagi menjanjikan nanti akan melakukan apa dan ada program apa, tapi sudah memberikan bukti,” tegasnya.

Sementara itu, ketua KPUD Kota Depok Nana Shobarna mengatakan, prinsipnya jika apa yang dilakukan adalah murni sosialisasi, tentu KPU Depok menyikapinya sangat baik dan mengapresiasi. Sebab, sifatnya itu adalah pendidikan politik ke masyarakat. “Kami apresiasi dan ini baik, karena itu tidak ada alasan KPU tidak mengucapkan terima kasih, karena bagian dari pendidikan politik dan pendidikan kepada masyarakat,” kata Nana saat dihubungi Radar Depok, kemarin.

Nana berharap Radar Depok menjaga independensinya sebagai media yang menyelenggarakan simulasi pencoblosan tersebut, tidak mencampuradukan antara simulasi dengan kampanye paslon atau Caleg tertentu.

“Sarannya paling itu saja, mudah-mudahan kedepannya bisa berkolaborasi dan dilaksanakan bersama, dalam artian ada KPU dan Bawaslu, serta Radar Depok sebagai pelaksana saat melakukan simulasi, baiknya seperti itu,” tutur Nana.(gun/hmi)

You may also read!

Berpikir Cerdas Sebelum Berujar

Pengamat Pendidikan nasional dan Sosial Oleh Drs. Supartono, M.Pd. Kendati Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) telah memakan

Read More...

BPJS Kesehatan Gencar Sosialisasi

  Terjun Langsung ke Masyarakat DEPOK – Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat

Read More...

Sukma Food Launching Lima Gerai

  DEPOK – Sukma Food yang berada di wilayah Kecamatan Sukmajaya kemarin (14/2) secara serentak meresmikan lima gerai. Adapun

Read More...

Mobile Sliding Menu