Sumur Tercemar Penyebab Diare Massal

In Metropolis
Foto: SANI/RADAR DEPOK
LENGANG: Suasana halaman SDIT Pondok Duta yang berada di Perumahan Pondok Duta, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis.

DEPOK – Asal muasal penyebab lebih dari 150 siswa SD Islam Terpadu Pondok Duta terserang diare massal, akhirnya terungkap. Dari hasil uji laboratorium sampel air yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, sumur air lama di sekolah tersebut tercemar septic tank.

Kepala Dinkes Kota Depok, Novarita mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan hasil uji lab dan menyampaikannya kepada Walikota Depok dan sekolah, pada 16 November 2018. Dinkes Kota Depok sudah melakukan investigasi epidemologi dengan bekerjasama dengan lab di IPB.

“Air sumur lama itu tercemar, dari septic tanknya. Sekarang sudah tidak digunakan, sudah ditutup dan pakai sumber yang baru,” kata Novarita kepada Radar Depok.

Bukan hanya air yang digunakan untuk wudhu dan mandi cuci kakus (MCK) yang dilakukan investigasi. Namun, juga dari sampel jajanan di lingkungan sekolah, feses siswa, air minum, dan sebagainya.

“Kami lakukan penyelidikan kepada 667 siswa, baik siswa yang sakit dan tidak. Ada kuesionernya, jelas rinciannya ambil air dari mana saja pun juga ada panduannya. Dari situ diambil kesimpulan, kalau siswa keracunan akibat air yang digunakan dari sumur lama,” terangnya.

Sebelumnya, lebih dari 150 siswa tersebut diduga terinfeksi bakteri Escherichia coli (E-coli) setelah menggunakan air di lingkungan sekolah tersebut untuk wudhu dan mandi cuci kakus (MCK). Dan sempat Dinkes Kota Depok menyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa.

“Waktu itu sih (statusnya) KLB, tapi karena sudah dapat penyebabnya jadi kami cabut statusnya tersebut per November. Waktu itu hasil agak lama karena menunggu dari IPB,” bebernya.

Novarita menyatakan bahwa pihaknya sudah memberikan laporan hasil investigasi ke pihak sekolah. Kini Dinkes Kota Depok akan rutin memeriksa kualitas air setiap enam bulan sekali, dan mengimbau kepada sekolah untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Pihak sekolah harus memperhatikan dan memelihara kebersihan warga sekolah. Kebersihan toren air tetap harus dijaga, karena itu sumber air. Kemudian PHBS, cuci tangan pakai sabun,” tegasnya.

Terpisah, Ketua Yayasan Perguruan Islam Pondok Duta, Usman Rizal membenarkan bahwa hasil uji laboratorium sudah diterima pihak sekolah dari Dinkes Kota Depok. SDIT Pondok Duta akan segera mengeluarkan keterangan resmi minggu depan.

“Kami akan segera mengeluarkan press releasenya sekitar minggu depan, dan alhamdulillah status KLB pun sudah dicabut oleh Dinkes,” ujar Usman. (san)

You may also read!

Tiga Karung Lapisan KTP-el Ditemukan

  RADARDEPOK.COM, DEPOK – Petugas satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kecamatan Cimanggis, menemukan tiga karung lapisan luar bagian

Read More...

Calhaj Depok Dibagi Lima Kloter

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pada musim haji tahun 2019, calon jamaah haji (Calhaj) asal Kota Depok dibagi ke dalam lima

Read More...

UI Terima 1.656 Mahasiswa Baru

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Universitas Indonesia (UI) menerima 1.656 mahasiswa baru S1 Reguler, dari total pendaftar SNMPTN 2019 sebanyak 18.733

Read More...

Mobile Sliding Menu