Masjid Elemen Utama Membangun Masyarakat

In Utama
Oleh: Ust. Hafid Nasir
(Ketua DKM Masjid Agung Al Muhajirin Pancoranmas)

Puji dan syukur kita panjatkan hanya kepada Allah SWT atas berbagai nikmat dan karunia-Nya, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW pembawa Risalah Islam untuk meraih kebahagian dunia dan akhirat.

Di era perkembangan teknologi informasi yang bisa merubah gaya hidup seseorang, seringkali pemahaman agama hanya diartikan sekedar mengatur kehidupan pribadi seorang manusia dengan Sang Kholik, keberadaan masjid hanya dijadikan sarana untuk sholat lima waktu saja. Akibatnya banyak masjid yang megah namun minim dengan kegiatan-kegiatan yang mengajak jamaah dan warga di sekitar masjid untuk tholabul ‘ilmi.

Islam harusnya diyakini sebagai sebuah entitas agama yang juga mengatur hubungan antar sesama atau muamalah. Oleh karenanya selain mengantarkan seorang muslim menjadi pribadi yang saleh, Islam juga memiliki konsep untuk mengantarkan sebuah masyarakat yang saleh, baik itu secara material, spiritual, jasmani dan rohani.

Konsep ini kita kenal dengan konsep Madani, yakni sebuah model yg merujuk bagaimana Rasulullah SAW membangun kerangka masyarakat Madinah dengan tiga landasan utama, salah satunya membangun masyarakat berbasis masjid.

Masjid harus dijadikan elemen utama dalam membangun masyarakat, sebuah tempat untuk manifestasi ketundukan dan ketaatan seorang Muslim kepada Allah SWT yaitu dalam kontek beribadah kepada Allah SWT.

Adalah sangat disayangkan masih ada kalangan umat Islam yang menempatkan masjid sebagai elemen bagian (bukan elemen utama) dari kehidupan masyarakat, ini cara pandang ideologi sekuler yang menafikan peran agama dalam pembangunan masyarakat termasuk peran masjid di dalamnya.

Ibnu Taimiyyah menjelaskan ibadah mencakup segala hal yang disukai dan di ridhoi Allah SWT, baik Itu lisan atau tindakan yang lahir ataupun yang tersembunyi.

Keberadaan masjid juga dijadikan Rasulullah SAW sebagai basis taklim dan tarbiyyah, masjid adalah sekolah untuk internalisasi nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan seorang muslim. Membangun masyarakat dengan landasan iman dan ilmu, dua hal yang saling terkait dan tidak bisa terpisahkan.

Semoga kita bisa mengembalikan kepada sejarah dimasa Rasulullah SAW dan para sahabatnya dengan menjadikan masjid sekolah dan universitas yang melahirkan generasi bangsa yang hebat intelektualitasnya juga keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. (*)

You may also read!

Puskesmas Kemirimuka Sempatkan 10 Menit untuk Peregangan

SENAM : Puskesmas Kemirimuka melakukan gerak peregangan 10 Menit disela-sela pelayanan. FOTO : GHEA PATTIA/RADARDEPOK   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Jumat Kaya Manfaat di SMPN 22 Depok

SEHAT : Guru dan siswa SMPN 22 Depok sedang melakukan senam bersama, Jumat (18/10). FOTO

Read More...

Lulusan Pesantren Makin Mendapat Pengakuan dari Negara

ILUSTRASI   JAKARTA - Disahkannya UU Pesantren memberikan ruang pengakuan bagi santri setelah menamatkan studinya. Pasalnya, selama

Read More...

Mobile Sliding Menu