Giur Prostitusi Online Artis

In Utama

**Vanessa dan Avriellya Dilepas Polisi

JAKARTA-Dunia keartisan di Indonesia kembali riuh. Ditangkapnya Vanessa Angel terkait dugaan terlibat dalam praktek prostitusi online, kembali menguak bahwa praktek ini memang dekat dengan kehidupan selebriti.

Sabtu (5/1), Polda Jawa Timur (Jatim) melakukan penahanan terhadap Vanessa Angel (VA) dan Avriellya Shaqqila (AS). Ini dikarenakan diduga terlibat kasus prostitusi online. Polisi menggelandang keduanya dari salah satu hotel di Surabaya sekitar pukul 12:30 WIB. Kedua perempuan itu diciduk saat tengah berkencan di dalam satu kamar hotel. Dalam menjalankan bisnis prostitusi online, Vanessa mematok tarif Rp80 juta sekali kencan. Sedangkan Avriellya memasang tarif Rp25 juta sekali kencan.

Kurang dari lima tahun sudah ada Beberapa nama artis yang pernah terseret dalam dugaan prostitusi online. Ada yang ketahuan tertangkap tangan ketika sedang di kamar bersama pria hidung belang, dan ada juga yang diketahui karena pengakuan atau data saat di persidangan.

Pertama Anggita Sari. Namanya terjerat kasus prostitusi pada tahun 2015. Anggita Sari ditangkap polisi di hotel berbintang di Surabaya saat sedang melayani pria hidung belang. Saat itu beredar kabar tarif untuk sekali kencan bersama Anggita Sari Rp7,5 juta.

Selanjunya, Nikita Mirzani. Artis seksi Nikita Mirzani juga sempat menjadi salah satu artis yang masuk daftar prostitusi online pada tahun 2015 dengan tarif Rp 65 juta. Saat itu, Nikita di tangkap dengan seorang artis berinisial PR di sebuah hotel mewah di kawasan Jakarta Pusat.

Kemudian, perempuan yang akrab disapa Niki ini kembali dikaitkan dengan prostitusi online pada 2018. Teapi, kali ini, Niki menegaskan bahwa namanya hanya dicatut. Sebab, terbukti dia tidak ada hubungannya atau pembicaraan dengan mucikari : Robby Abbas (RA).

Lalu Puty Revita. Nama Puty Revita sempat bikin heboh pada akhir tahun 2015 lalu. Ia ditangkap dalam penggerebekan yang dilakukan pihak Kepolisian bersama dengan Nikita Mirzani di sebuah hotel mewah di Jakarta Pusat. Puty Revita ditangkap dalam keadaan tanpa busana. Puty Revita ditangkap setelah polisi menyamar sebagai pelanggan jasa esek-esek. “Untuk PR Rp50 juta,” kata Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Umar Surya Fana, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (11/12/2015).

Masih dengan mucikari dan di tahun yang sama, nama Tyas Mirasih muncul. Tyas Mirasih disebut-sebut masuk dalam daftar prostitusi online dengan bayaran mencapai Rp 25 juta. Nama Tyas terbongkar dari pengakuan mucikari berinisial RA. Namun, Tyas langsung membantah pernyataan tersebut. Terbukti, dia tak pernah menjadi saksi dalam kasus praktik prostitusi online yang heboh tahun itu. “Skrg saya mau buat pernyataan dan klarifikasi terkait perkara yg saat ini menyeret nama saya. Alhamdulillah krn perkara ini sudah berkekuatan hukum tetap, saya akan buat pernyataan dan klarifikasi, bahwa saya sama sekali tidak terlibat dalam kasus RA maupun perbuatan asusila lainnya, bahwa dlm sidang putusan kasus RA, tidak benar nama saya disebut terbukti melakukan perbuatan asusila, maka dgn ini saya minta agar pihak2 yg terus menyudutkan saya dgn menyebar berita tidak benar, untuk mencabut dan men stop pernyataannya terkait pemberitaan ttg saya yg tidak benar tersebut,” tulis Tyas di akun Instagramnya.

Shinta Bachir. Kasus protitusi artis juga menyeret nama pedangdut Tanah Air Shinta Bachir. Ia disebut sebagai salah satu artis yang terlibat prostitusi online sama dengan Vanessa Angel. Skandal Shinta Bachir terbongkar setelah mucikari prostitusi artis Robby Abbas ditangkap dan diadili di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Shinta kabarnya memasang tarif Rp 40 juta sekali kencan. “Terdakwa (Robby Abbas) yang memperkenalkan Shinta Bachir kepada tamu. Rp5 juta untuk terdakwa dan 35 juta untuk Shinta Bachir,” ujar Ketua Majelis Hakim, Muchtar Effendi, dalam sidang di PN Jakarta Selatan, Senin (26/10) tahun 2015.

Amel Alvi. Nama Amel Alvi sempat menghebohkan publik pada tahun 2015 silam. Pasalnya, Amel merupakan artis pertama yang kelakukannya ditangkap oleh kepolisian. Amel Alvi digerebek saat hendak melayani pelanggannya di sebuah hotel berbintang di Jakarta. Amel disebut memasang tarif Rp 80 juta sekali kencan dengan pembayaran di awal sebesar 7 juta.

“Terdakwa (Robby Abbas) menunjukkan foto dari handphone. Foto Amelia Alviani, diberi harga Rp 80 juta, dengan DP Rp 7 juta. Kemudian saksi (Amel Alvi) bersama tamu bertemu di Pacific Place, Jakarta. Saksi (tamu) memesan perempuan untuk berhubungan badan,” kata ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Muchtar Effendi, Senin (26/10) pada 2015 lalu.

Hesty Klepek Klepek. Pedangdut Hesty Aryatura atau yang lebih dikenal dengan Hesty Klepek Klepek pernah terlibat kasus dugaan prostitusi artis. Dia didapati sedang bermesraan dengan pria hidung belang di dalam kamar hotel pda tahun 2016.

Hesti diduga memasang tarif mencapai Rp100 juta untuk sekali melayani lelaki hidung belang semalaman. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung juga mendapati beberapa barang bukti seperti alat kontrasepsi dikamar hotel itu.

Terakhir, ada nama Jennifer Dunn. Artis sensasional ini diduga sebagai artis yang bertarif mahal, yakni mencapai Rp 150 juta. Namanya, mulai tersebar setelah RA mucikari dari prostitusi online buka suara. Namun, belum terbukti hingga saat ini. Jennifer Dunn juga sempat diduga mendapat hadiah mobil mewah dari (TCW) Tubagus Chaeri Wardhana adik Gubernur Banten Ratu Atut.

Sementara terkait kasus, Vanessa Angel dan Avriellya Shaqqila. Polda Jawa Timur telah menyelesaikan pemeriksaan, Minggu (6/1). Hasilnya, polisi menetapkan dua orang tersangka terkait kasus dugaan prostitusi online.

Mereka adalah Endang (ES), 37 dan Tantri (TN), 25. Keduanya diketahui warga Jakarta Selatan. Saat ini, anggota Subdit V Cyber Crime Polda Jawa Timur masih memeriksa dua mucikari yang diduga menjajakan Vanessa dan Avriellya.

Dirreskrimsus Polda Jawa Timur Kombes Pol Ahmad Yusep mengatakan, kedua mucikari itu telah menjalankan aksinya selama 1 hingga 2 tahun. Selama itu, kedua mucikari itu telah beraksi di berbagai kota, sesuai dengan pesanan pria hidung belangnya. 

“Detailnya, masih kami dalami, terkait para korbannya mucikari ini. Yang jelas, mucikari ini masih satu jaringan. (Terkait adanya tersangka lain,Red) Masih kami dalami dari data yang ada. Sementara Vanessa dam Avriellya kami pulangkan,” kata Yusep di Mapolda Jawa Timur, Minggu (6/1).

Yusep menuturkan modus operandi kedua mucikari tersebut. Mereka mempromosikan para artis yang menerima layanan seks melalui media sosial. Baik melalui Instagram atau media sosial lainnya. Setelah mendapat pelanggan, kedua mucikari itu memfasilitasi komunikasi antara pria hidung belang dengan si artis. Kendati demikian, Yusep tidak menjelaskan apa yang didiskusikan.

Yang jelas, kedua mucikari itu meminta uang muka sebesar 30 persen dari tarif yang ditentukan atas masing-masing artis yang dijajakan. TN dan ES meminta pria hidung belangnya mentransfer uang mukanya via rekening. “Kami sudah blokir rekening saudara TN (Tantri, Red). Kami juga masih lakukan pendalaman dan minta bantuan PPATK terkait transaksi keuangannya,” tutur Yusep.

Sebagai informasi, polisi akan menjerat kedua mucikari itu dengan pasal 27 dan 45 UU ITE dan pasal 296 KUHP dengan ancaman hukuman selama 1 tahun 4 bulan. Yusep mengatakan, pihaknya masih menahan kedua mucikari itu.(JPC/net/hmi)

You may also read!

Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata

DEPOK – Walikota Depok Mohammad Idris menerima kunjungan kerja Komisi X DPR RI. Di hadapan Komisi X DPR RI,

Read More...

Silaturahmi, Lurah Mustakim Kunjungi Posyandu

CIPAYUNG – Berkunjung langsung ke warga terus dilakukan Lurah Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Mustakim. Semenjak menjadi pejabat wilayah setempat,

Read More...

Beli Kacamata Peduli Sesama

DEPOK – Optik Go Max yang hadir di Depok Town Square lantai dasar tak hanya menyuguhkan aneka produk kacamata

Read More...

Mobile Sliding Menu