1.342 KIP Madrasah Tak Terserap

In Utama
SUDAH TERDAFTAR : Salah satu anak menunjukkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) saat berada di kawasan Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, kemarin. Foto :AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

DEPOK-Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang digaungkan Kementerian Sosial (Kemensos), belum sepenuhnya terserap secara sempurna.  Rabu (2/1), dari 4.700 siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) di Kota Depok. Baru 3.358 siswa yang baru mengambil dana KIP tahap pertama.

Staf Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Depok, Deni Rahadian menyebutkan, berdasarkan data tahun 2018, Kota Depok mendapat jatah 4.700 siswa dari tingkat MI, MTs, dan MA pertahun. Jumlah bantuan yang diterima siswa beragam sesuai jenjang pendidikan yang ditempuh.

“Kalau MI mendapat bantuan Rp450.000 per siswa per tahun, sedangkan MTs Rp750.000 pertahun, dan MA Rp1 juta pertahun. Semuanya dibagi menjadi dua tahap,” kata Deni kepada Harian Radar Depok saat ditemui dikantornya, kemarin.

Dari data tersebut, tidak semuanya mengambil dana yang telah disediakan Kemensos RI. Menurutnya, dari 4.700 siswa yang telah terverifikasi, hanya 3.358 siswa yang baru mengambil dana KIP tahap pertama. “Tahap pertama itu baru dibayarkan setengahnya dari total KIP yang telah dianggarkan, dan belum semuanya mengambil dengan alasan, sudah lulus sekolah, dan pindah sekolah,” ujar Deni.

Dari 3.358 siswa yang mendapat KIP. Terdiri dari 2.804 siswa MI, 484 siswa Mts, dan 70 siswa MA. Sementara itu, pihaknya belum mengetahui pencairan tahap dua yang dilakukan pada 31 Desember 2018. “Sementara saya baru mengetahui iuran KIP tahap satu, sementara tahap dua baru dibayarkan 31 Desember kemarin. Jadi belum ada laporan di Kemenag Kota Depok,” tegas dia.

Menurutnya, bantuan KIP merupakan bantuan yang bersumber dari Kemensos RI. Sehingga semua yang ditunjuk berhak menerima KIP atas rekomendasi dari Kemensos RI. Awalnya Kemensos RI yang merekomendasi siapa saja yang berhak menerima KIP, kemudian data tersebut diserahkan ke Kemenag Pusat. Tidak sampai disitu nama-nama tersebut kembali diturunkan ke Kanwil Kemenag Jawa barat, sebelum akhirnya di verifikasi oleh Kemenag Kota Depok.

“Tugas kami di Kota Depok hanya untuk memverifikasi, setelah data yang kami terima valid, data tersebut kami kembalikan, ke Kanwil Kemenag Jabar, lalu ke Kemenag Pusat, untuk selanjutnya diserahkan ke Kemensos RI untuk kemudian dicairkan,” terang Deni.

Menambahkan ucapan Deni. Kepala Kemenag Kota Depok, Asnawi mengatakan, bantuan yang belum terserap oleh siswa yang memiliki KIP akan dikembalikan ke kas Negara. “Semua sudah kami akomodir, namun sisa uang yang tidak terserap akan dikembalikan ke Negara, dalam hal ini kemensos RI,” kata Asnawi.

Dia juga mengatakan, dengan bantuan KIP dapat meningkatkan semangat belajar siswa madrasah, khususnya bagi siswa yang kurang mampu. “Diharapkan bantuan tersebut mampu memberi semangat belajar generasi muslim yang ada di Kota Depok,” pungkas Asnawi.(rub)

You may also read!

Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata

DEPOK – Walikota Depok Mohammad Idris menerima kunjungan kerja Komisi X DPR RI. Di hadapan Komisi X DPR RI,

Read More...

Silaturahmi, Lurah Mustakim Kunjungi Posyandu

CIPAYUNG – Berkunjung langsung ke warga terus dilakukan Lurah Cipayung Jaya, Kecamatan Cipayung, Mustakim. Semenjak menjadi pejabat wilayah setempat,

Read More...

Beli Kacamata Peduli Sesama

DEPOK – Optik Go Max yang hadir di Depok Town Square lantai dasar tak hanya menyuguhkan aneka produk kacamata

Read More...

Mobile Sliding Menu