Warga Depok Hindari Wisata Pantai

In Metropolis

DEPOK – Liburan Natal dan Tahun Baru masih berlangsung. Namun, pasca tsunami Banten dan Lampung banyak masyarakat Depok yang mengindari wisata laut. Ini dipicu khawatir akan ada tsunami susulan pasca tsunami Palu, dan tsunami Banten, Lampung.

Warga Kecamatan Cinere, Diah Agustin mengatakan, dia lebih memilih tinggal di rumah saat liburan natal dan tahun baru 2018-2019 ini. Karena menurutnya saat ini kondisi cuaca sangat tidak menentu. “Saya membatalkan beberapa agenda liburan saya, karena cuaca saat ini tidak menentu,” kata Diah kepada Harian Radar Depok, kemarin.

Padahal, sebelumnya dia mengaku sudah mengagendakan ingin pergi ke pantai. Tetapi pasca tsunami Banten dan Lampung dia dan beberapa temannya memutuskan membatalkan rencana tersebut. “Ingin ubah tujuan ke gunung, tapi di gunung juga sedang banyak badai jadi saya memutuskan liburan kali ini tetap di rumah,” terang Diah.

Hal senada juga disampaikan warga Kelurahan Cilodong, Oni Rachmadi. Setiap libur tahun baru biasanya dia mengajak keluarga liburan ke Pantai Ancol. Namun, kali ini dia mengurungkan niatnya, lantaran isu tsunami yang masih hangat.

“Biasanya memang ke pantai, paling yang dekat aja Pantai Ancol, tapi karena ada tsunami, saya jadi takut. Khawatir, apa lagi kalau ajak keluarga,” kata Oni.

Sementara itu, menurut salah satu pengelola PO Bus di Kelurahan Palsigunung, Kecamatan Cimanggis, Heni. Penumpukan penumpang sudah terjadi sejak H-1 Natal, namun peningkatan penumpang menurutnya akan terus terjadi sampai Tahun Baru 2019.

Dia mengtakan, tujuan liburan sekolah, Natal, dan tahun baru lebih kepada ke kota-kota tujuan wisata, berbeda dengan liburan Idul Fitri, yang tujuannya lebih bervariatif. “Kalau liburan lebaran kan biasanya mengunjungi keluarga, yang tujuannya tersebar,” kata Heni.

Menurutnya, mayoritas penumpang lebih menuju Jogjakarta, dan Malang. Karena di kota tersebut banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. “Paling banyak tujuan Jogja, kalau tujuannya nanti disana saya kurang tahu, kan selain pantai di Jogja juga ada tempat wisata lain,” kata Heni.

Sementara itu, Branch Manager Dwidaya Tour Depok, Indah Dahniar mengatakan, saat akhir tahun selalu ada peningkatan jumlah penumpang. Namun, pada akhir tahun 2019 menurutnya lebih banyak yang membeli paket tour, daripada tiket. “Peningkatan selalu ada, tapi persentasenya saya belum tahu pasti, karena peningkatan penumpang masih akan terus terjadi,” kata Indah.

Dia mengatakan, peningkatan bisa terjadi sampai dua sampai tiga kali lipat dari hari biasa. “Sekarang trendnya ke Korea, Jepang, Turki dan Singapore,” beber Indah.

Karena menurutnya, anak sekolah biasanya mencari Disneyland, Universal dan tempat wisata permainan. “Anak sekolah biasanya cari hiburan wisata permainan,” tukas Indah.(rub)

You may also read!

Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya antar Provinsi se-Jawa Siap Digulirkan

      Oleh: Supartono JW*) Pengamat Pendidikan Sepak Bola Nasional   Festival Sepak Bola antar Provinsi se-Jawa, Piala Bergilir Mochammad Yana Aditya U-8, U-10,

Read More...

Dapat Bisikan Misterius, Painah Loncat dari Jembatan Juanda Depok

BUNUH DIRI : Paniah yang mencoba bunuh diri dengan melompat dari jembatan di Jalan Juanda,

Read More...

Ratusan Pesilat Adu Jurus di Cimanggis Cup

BERTANDING : Dua orang pesilat sedang bertarung di Gelanggang A pada Kejuaraan Silat Cimanggis Cup

Read More...

Mobile Sliding Menu